Konten dari Pengguna

Gustira: Tentang Cinta yang Tak Selalu Berakhir Bersama

Auren Freya

Auren Freya

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Angkatan 25 UNS

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Auren Freya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Novel Gustira (Sumber: Foto Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Novel Gustira (Sumber: Foto Pribadi)

Judul: Gustira

Penulis : Kata Kokoh

Penerbit : DAR! Mizan

Tahun Terbit : 2019

Jumlah Halaman : 352

Tempat Terbit : Jalan Cinambo No. 135, Bandung

Novel Gustira karya Kata Kokoh berkisah tentang kehidupan masa SMA yang dipenuhi cerita persahabatan, romansa, komedi, serta berbagai keusilan dan keunikan para tokohnya. Cerita berpusat pada Gusti yang tiba-tiba hadir dalam kehidupan Ira. Gusti memiliki sifat usil dan suka mengganggu, sedangkan Ira cenderung pendiam, mudah kesal, dan tidak terlalu menyukai kehadiran orang lain yang mengusiknya.

Seiring berjalannya waktu, kehadiran Gusti yang awalnya terasa mengganggu justru perlahan menjadi sesuatu yang terbiasa dan membuat Ira nyaman. Keduanya kemudian menjalani hubungan yang tidak benar-benar memiliki status, tetapi tetap memiliki kedekatan tersendiri. Hubungan mereka juga tidak banyak berlangsung melalui komunikasi digital karena Gusti tidak memiliki ponsel, sehingga sebagian besar interaksi mereka terjadi secara langsung di sekolah.

Selain kisah Gusti dan Ira, novel ini juga banyak menampilkan kehidupan persahabatan yang solid dan saling mendukung. Pertemuan Gusti dan Ira sendiri tidak terlepas dari peran teman-teman mereka. Sampai akhirnya, Gusti tiba-tiba menghilang karena harus pindah, meninggalkan Ira dengan perasaan kehilangan.

Meskipun kisah Ira dan Gusti tidak berakhir sebagai pasangan, kehidupan Ira tetap berjalan hingga akhirnya ia menemukan kebahagiaannya bersama Gigha. Dari sini, Gustira tidak hanya menjadi cerita tentang cinta, tetapi juga tentang persahabatan, kehilangan, dan kenangan indah yang terbentuk selama masa SMA.

Novel Gustira memiliki cerita yang ringan dan mampu membuat pembaca ikut terbawa perasaan. Perpaduan antara romansa, komedi, dan persahabatan membuat cerita terasa dekat dengan kehidupan remaja, khususnya kehidupan SMA yang penuh dengan momen sederhana tetapi berkesan.

Kekurangan novel ini adalah ceritanya terasa kurang panjang. Beberapa bagian tentang hubungan Gusti dan Ira justru membuat pembaca ingin mengetahui lebih jauh bagaimana perkembangan keduanya. Karena itu, cerita mereka terasa masih menyisakan rasa penasaran ketika novel berakhir.

Gustira cocok dibaca oleh remaja dan pembaca yang menyukai cerita tentang kehidupan SMA, terutama yang memadukan unsur romansa, persahabatan, komedi, dan perjalanan menemukan kebahagiaan. Novel ini memberikan gambaran bahwa tidak semua orang yang hadir dalam hidup kita harus berakhir menjadi pasangan. Ada yang hadir untuk menjadi bagian dari masa paling berkesan, meninggalkan kenangan, lalu membuat kita belajar bahwa kehidupan tetap harus berjalan.

Melalui kisah Gusti, Ira, dan orang-orang di sekitar mereka, pembaca dapat melihat bahwa masa SMA bukan hanya tentang kisah cinta, tetapi juga tentang persahabatan, kebersamaan, dan orang-orang yang membuat sebuah masa terasa begitu berarti.