Seminar Tapak Ilmu: Keberanian Berbicara dan Membangun Personal Branding

Mahasiswi Ilmu Komunikasi Angkatan 25 UNS
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Auren Freya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi tidak hanya tentang memahami bagaimana pesan disampaikan, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan dengan percaya diri dan membangun citra dirinya di tengah lingkungan yang terus berkembang. Hal tersebut menjadi salah satu gagasan yang dibawa melalui Seminar Tapak Ilmu, salah satu rangkaian dalam Malam Koneksi 2026 yang dilaksanakan di Aula FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Pada Minggu, 27 September 2026.
Seminar ini menjadi ruang bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, sebagian angkatan 2025 dan khususnya angkatan 2026, untuk melihat bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar keterampilan pendukung, melainkan bagian dari proses membentuk diri sebagai seorang komunikator. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk lebih berani menyampaikan pendapat, mengasah kemampuan public speaking, serta memahami pentingnya membangun personal branding.
Ketua Malam Koneksi 2026, Galatia Agastya Warsana, menjelaskan bahwa Seminar Tapak Ilmu dirancang untuk memberikan wawasan sekaligus pengalaman yang dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu memiliki keberanian untuk berbicara dan menyampaikan dirinya dengan baik karena kemampuan tersebut berkaitan erat dengan bidang komunikasi yang mereka pelajari.
“Seminar Tapak Ilmu” tidak berhenti pada penyampaian materi satu arah. Rangkaian kegiatan terdiri atas pemaparan materi dan sesi open Q&A memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi secara langsung. Pola tersebut membuat peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga ikut terlibat dalam proses pembelajaran.
Seminar ini menghadirkan Muhammad Iqbal, S.Sos., M.M., alumni Ilmu Komunikasi FISIP UNS, sebagai pembicara. Kehadiran alumni menjadi salah satu cara untuk mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman yang lebih dekat dengan dunia nyata. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dari materi yang diberikan, tetapi juga mendapatkan perspektif mengenai bagaimana ilmu komunikasi dapat diterapkan setelah berada di lingkungan perkuliahan.
Di tengah perkembangan media sosial yang semakin memengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan memperkenalkan dirinya, personal branding menjadi salah satu hal yang semakin relevan bagi mahasiswa. Cara seseorang berbicara, menyampaikan gagasan, hingga menunjukkan kemampuan dirinya dapat membentuk kesan yang melekat pada orang lain. Karena itu, kemampuan komunikasi perlu dibangun tidak hanya secara teoritis, tetapi juga melalui keberanian untuk mempraktikkannya.
Untuk menghadirkan kegiatan tersebut, panitia melakukan persiapan selama kurang lebih dua bulan. Prosesnya diawali dengan penyatuan ide, brainstorming, penyusunan konsep, hingga persiapan tempat dan perlengkapan. Panitia juga melakukan briefing bersama seluruh staf dan pembicara agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rundown serta tujuan yang telah ditentukan.
Pemilihan Aula FISIP UNS sebagai lokasi kegiatan turut mempertimbangkan kenyamanan dan kelayakan ruang bagi peserta. Selain panitia dan peserta, kegiatan ini juga melibatkan Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UNS serta Pembina HIMAKOM UNS yang turut menyambut dan mendukung pelaksanaan kegiatan.
Seminar Tapak Ilmu 2026 juga membawa pembaruan dibandingkan pelaksanaan pada tahun sebelumnya. Panitia berupaya melakukan pengembangan mulai dari pemilihan pembicara, materi, hingga pengemasan acara agar insight yang diberikan dapat lebih relevan dengan perkembangan saat ini, khususnya di tengah perubahan dunia komunikasi dan media sosial.
Setelah kegiatan berlangsung, panitia melakukan evaluasi untuk memastikan pesan dan esensi seminar tetap sesuai dengan tujuan awal. Evaluasi tersebut menjadi bagian penting untuk melihat apakah rangkaian kegiatan telah memberikan dampak yang diharapkan kepada peserta.
Pada akhirnya, Seminar Tapak Ilmu tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh materi, tetapi juga menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenali potensi dirinya sebagai komunikator. Keberanian untuk berbicara, kemampuan menyampaikan gagasan, dan kesadaran dalam membangun personal branding menjadi bekal yang dapat dibawa mahasiswa, baik selama menjalani perkuliahan maupun ketika nantinya memasuki dunia profesional.
Melalui seminar ini, “tapak ilmu” tidak hanya dimaknai sebagai tempat untuk mendapatkan pengetahuan, tetapi juga sebagai titik awal bagi mahasiswa untuk berani melangkah, berbicara, dan menunjukkan siapa dirinya sebagai seorang komunikator.
