Konten dari Pengguna

Pengomposan Organik Menuju Pertanian Organik Ramah Lingkungan di Desa Cibanteng

Aurora Salma

Aurora Salma

Mahasiswa IPB university

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aurora Salma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa IPB yang tergabung dalam PHP2D REESA Mengadakan Penyuluhan dan Praktik Pengomposan untuk Mencapai Pertanian Organik yang Ramah Lingkungan di Kampung Kebon Kopi, Desa Cibanteng.

Pertanian organik merupakan sistem budidaya pertanian yang tidak menggunakan bahan kimia. Selain ramah lingkungan, pertanian organik juga memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dan baik untuk keberlanjutan dalam budidaya pertanian. Oleh karena itu, mahasiswa IPB yang tergabung dalam Resource and Environmental Economics Student Association (REESA) melalui Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) melaksanakan penyuluhan dan praktik pembuatan pupuk organik. Kegiatan dilaksanakan pada 25 September lalu bersama warga sebagai salah satu bentuk upaya mencapai pertanian organik di Kampung Kebon Kopi, Desa Cibanteng, Bogor.

Persiapan lahan untuk membuat kompos organik dari kotoran kambing

Pembuatan pupuk organik dihadiri oleh para petani serta warga Kampung Kebon Kopi. “Tujuan diadakannya kegiatan ini agar petani dan masyarakat Kampung Kebon Kopi dapat menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan. Bahan untuk pupuk mudah didapat, kualitas pupuk yang dihasilkan tidak kalah dengan pupuk kimia sehingga dapat menciptakan pertanian organik yang ramah lingkungan serta hemat biaya,” jelas Adit, ketua PHP2D REESA.

Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan pertanian organik serta pembuatan pupuk organik padat. Pupuk organik padat dibuat dari kotoran kambing yang difermentasi menggunakan EM4 dan molase selama kurang lebih 21 hari. Total kotoran hewan yang difermentasi mencapai 3300 kg.

Proses pencampuran air, EM4, dan molase untuk fermentasi kompos

Roni, warga Kampung Kebon Kopi, berpendapat bahwa program ini akan bagus jika dilakukan atas swadaya bersama. Jika antusiasme warga dapat dipertahankan, kita bisa menjangkau peternak untuk melakukan pengomposan secara mandiri dan dapat diarahkan untuk komersialisasi.

Untuk menanggapi hal tersebut dan sebagai tindak lanjut dari program ini, akan diadakan diskusi bersama peternak dan tokoh masyarakat untuk produksi pupuk organik guna memenuhi kebutuhan masyarakat serta penyuluhan untuk mengarahkan pada komersialisasi pupuk organik padat serta persiapan kemasannya.