Kumparan Logo

Jalani Uji Kelayakan Calon Deputi Gubernur BI, Anwar Bashori Tawarkan Konsep 5M

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Muh. Anwar Bashori dalam gelaran Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Muh. Anwar Bashori dalam gelaran Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Anwar Bashori, mengusung lima agenda utama yang disebut 5M dalam visi dan misinya sebagai calon Deputi Gubernur BI. Mulai dari menjaga kepercayaan, memperkuat ekonomi daerah, mendorong ekonomi inklusif, menjaga kedaulatan rupiah, dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Gagasan ini disampaikan Anwar dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur BI di hadapan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/8). Ia merupakan satu dari dua kandidat yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk posisi tersebut.

Dalam paparan bertajuk "Dedikasi untuk Negeri: Integritas Tanpa Batas", Anwar menegaskan BI perlu memperkuat perannya dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, mandat BI tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan melalui sinergi kebijakan moneter dengan fiskal dan kebijakan pemerintah lainnya, guna menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan sektoral dan penciptaan lapangan kerja.

Kepercayaan sebagai Fondasi Utama

Anwar menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih membutuhkan pembiayaan eksternal karena tabungan domestik belum mencukupi kebutuhan investasi, baik dari foreign direct investment (FDI), investasi portofolio, maupun bentuk lainnya. Sehingga kepercayaan menjadi kunci agar modal yang masuk tidak sekadar mengejar peluang jangka pendek.

"Modal dapat mencari peluang, tetapi hanya yang akan menetap ketika kepercayaan terjaga," kata Anwar.

Sementara untuk memperkuat sumber pertumbuhan, Anwar mendorong daerah menjadi mesin ekonomi baru melalui sinergi pemerintah daerah dengan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri BI.

Uji kelayakan terhadap dua kandidat Deputi Gubernur BI, yaitu Solikhin M. Juhro dan Anwar Bashori di Komisi XI DPR RI, Kamis (27/8/2026). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Ia juga menyoroti kontribusi UMKM terhadap ekspor yang masih sekitar 15 persen, sehingga daya saing dan keterhubungan UMKM dengan rantai nilai global perlu diperkuat agar sektor ini memberi kontribusi lebih besar terhadap perekonomian.

Ekonomi syariah juga diposisikan sebagai sumber pertumbuhan baru, sebuah ekosistem yang mencakup sektor keuangan, industri halal, korporasi, perdagangan, distribusi, hingga rantai nilai global.

Anwar mencatat posisi Indonesia dalam ekonomi syariah global naik dari peringkat 10 menjadi peringkat empat dalam satu dekade terakhir, modal penting agar Indonesia tak lagi sekadar konsumen produk halal, melainkan juga produsen yang mampu menembus pasar global.

Sejumlah uang kertas rupiah Indonesia difoto di sebuah tempat penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (4/6/2026), setelah nilai tukar rupiah melemah hingga melampaui angka 18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya. Foto: Yasuyoshi Chiba/AFP

Uang Tunai Tetap Relevan di Tengah Digitalisasi

Di sektor sistem pembayaran, Anwar menilai transaksi tunai dan nontunai harus berjalan komplementer. Meski BI-FAST dan QRIS terus didorong, survei BI menunjukkan 77 persen masyarakat Indonesia masih memiliki preferensi menggunakan uang tunai, sehingga penyediaan dan distribusi rupiah tetap menjadi bagian penting kebijakan sistem pembayaran nasional.

Ia juga menyoroti perlunya kemandirian pasokan bahan baku uang kertas. Dengan kebutuhan sekitar 6,5 miliar bilyet per tahun, Indonesia masih bergantung pada impor kertas uang.

"Urgensi kemandirian pasokan kertas uang itu layak dilakukan, dan kami menginisiasi bersama lembaga terkait agar kemandirian pasokan kertas uang bangsa dapat kita wujudkan," ungkapnya.

Dari sisi distribusi, kata Anwar, BI menghadapi tantangan memastikan ketersediaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia, termasuk lewat kerja sama dengan TNI Angkatan Laut dan PELNI.

Setiap tahun, sekitar 90 pulau terkecil dijangkau melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat menggunakan kapal TNI AL, mengingat BI tidak mungkin menjalankan distribusi ke seluruh kepulauan secara mandiri.

BI juga tengah menyiapkan modernisasi pengolahan uang lewat Sistem Pengolahan Peningkatan Uang (SPPU) berteknologi digital dan robotik yang direncanakan berdiri di Karawang.

Selain itu, Anwar menyoroti aspek lingkungan dalam pengelolaan uang tidak layak edar. Dari sekitar 5.700 ton racik uang kertas yang ditangani BI setiap tahun, limbah tersebut kini diarahkan ke pendekatan waste-to-energy melalui kerja sama dengan PLTU, industri semen, dan UMKM agar tidak berakhir sebagai sampah.

Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Penguatan SDM Berbasis Integritas

Agenda terakhir yang dipaparkan Anwar adalah penguatan SDM, melalui empat tahap: perencanaan, pemenuhan, pengembangan, dan pemeliharaan.

"Karena manusia di Bank Indonesia, integritas di atas segalanya. Filosofinya adalah memanusiakan manusia," kata dia.

Menurut Anwar, mempertahankan talenta terbaik kini tak cukup hanya dengan remunerasi, tetapi juga memerlukan perhatian pada Employee Value Proposition mencakup manfaat pascakerja, kesehatan, keterlibatan pegawai, dan fleksibilitas pola kerja.

Di luar internal, BI turut berkontribusi pada pengembangan SDM nasional lewat program beasiswa GenBI yang telah menjangkau 89.000 penerima, serta program magang bagi 12.170 mahasiswa.

Mengakhiri paparannya, Anwar kembali menegaskan lima agenda yang menjadi dasar gagasannya.

"Dengan komitmen kami menguatkan 5M: menjaga kepercayaan, memperkuat ekonomi daerah, mendorong ekonomi inklusif, menjaga kedaulatan rupiah, meningkatkan SDM yang unggul. Itulah makna Dedikasi untuk Negeri: Integritas Tanpa Batas," pungkasnya.