Kumparan Logo

Kemenkeu Ungkap APBN Defisit Rp 240,1 Triliun per Agustus 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan jabatan kepada Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, dalam acara serah terima jabatan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Purbaya Yudhi Sadewa menyerahkan jabatan kepada Menteri Keuangan yang baru, Suahasil Nazara, dalam acara serah terima jabatan di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan APBN hingga Agustus 2026 defisit senilai Rp 240,1 triliun. Realisasi itu setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit dapat terjadi jika pendapatan negara lebih kecil dibanding jumlah pengeluaran atau belanja negara.

"Defisit APBN sampai Agustus tercatat sebesar Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB," ungkapnya saat konferensi pers APBN KiTA di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jumat (18/9).

Tercatat, pendapatan negara sampai Agustus 2026 mencapai Rp 2.055 triliun setara dengan 65,2 persen dari target APBN atau tumbuh 25,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 2.295 triliun, setara dengan 58,7 persen target APBN atau tumbuh 17 persen yoy. Keseimbangan primer tercatat surplus Rp 154 triliun.