Trump Dukung Usulan Stop Ekspor Diesel AS untuk Tekan Harga BBM

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan mendukung usulan untuk menghentikan ekspor diesel AS sebagai upaya menekan harga bahan bakar dalam negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setelah sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik mendesak pemerintah membatasi ekspor diesel.
Dikutip dari BBC, Rabu (23/9), desakan itu muncul ketika harga diesel di AS melonjak ke level tertinggi sepanjang masa. Harga rata-rata diesel nasional AS menembus USD 6,50 atau sekitar £4,87 per galon pada Selasa, berdasarkan data American Automobile Association (AAA).
Trump menilai mempertahankan pasokan diesel untuk kebutuhan domestik juga dapat memberikan dampak terhadap harga bensin secara lebih luas.
“Saya juga sudah menyerukan hal itu. Saya bilang, mari kita tidak mengirim diesel ke luar negeri. Kami memproduksi banyak diesel. Itu bisa sedikit berdampak pada bensin kendaraan biasa,” kata Trump.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengkonfirmasi pemerintah tengah mengevaluasi kebijakan tersebut, termasuk mempertimbangkan larangan ekspor secara penuh maupun sebagian.
Pemerintah AS perlu memastikan pembatasan tersebut tidak mengganggu kemampuan kilang dalam negeri untuk beroperasi. Bessent mengatakan pemerintah sedang mengevaluasi apakah larangan penuh atau sebagian akan berhasil tanpa mengganggu kemampuan kilang.
Lonjakan harga diesel terjadi di tengah konflik di Timur Tengah yang membatasi pasokan minyak global dan meningkatkan tekanan terhadap harga bahan bakar di tingkat konsumen.
Kondisi tersebut juga meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Trump menjelang pemilu sela atau midterm election yang akan digelar pada 3 November.
Sejumlah anggota Partai Republik mendorong pembatasan ekspor bahan bakar untuk mengurangi beban biaya yang dirasakan konsumen.
Perwakilan AS dari Partai Republik Ashley Hinson, yang mencalonkan diri sebagai senator di Iowa, mengatakan konsumen di negara bagian tersebut sedang tertekan dan seharusnya tidak harus menanggung tagihan di pompa bensin.
Sementara itu, Senator Dan Sullivan dari Alaska menyerukan penghentian sementara ekspor diesel dan bahan bakar Amerika untuk membangun kembali cadangan domestik.
Tekanan terhadap pasar bahan bakar global juga meningkat setelah serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia mengganggu kapasitas pengolahan minyak negara tersebut. Trump menyebut serangan tersebut berdampak terhadap Rusia sekaligus pasar diesel global.
“Ini merupakan pukulan serius bagi Rusia,” kata Trump dalam pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa (22/9).
“Ini juga merupakan pukulan serius terhadap harga diesel,” lanjutnya.
Trump mengatakan akan membahas serangan tersebut dengan Zelensky, bersamaan dengan upaya untuk menegosiasikan berakhirnya konflik Rusia-Ukraina.
“Saya pikir itu akan terjadi,” ujarnya.
Kiev dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan serangan drone terhadap kilang dan fasilitas pengolahan minyak Rusia. Serangan tersebut ditujukan untuk mengurangi sumber utama pendanaan perang Kremlin.
Rusia sendiri merupakan salah satu pemasok diesel terbesar di dunia. Penurunan kapasitas pengolahan minyak Rusia, ditambah pembatasan ekspor yang diberlakukan Moskow, telah memperketat pasokan diesel global.
Pembatasan ekspor diesel oleh AS berpotensi memberikan tambahan pasokan bagi pasar domestik dan meredakan tekanan harga dalam jangka pendek. Namun, kebijakan tersebut juga berisiko mengurangi pasokan di pasar internasional sehingga mendorong harga diesel global lebih tinggi.
AS saat ini mengekspor sekitar 1,3 juta barel diesel per hari atau hampir seperempat dari total produksi kilangnya.
Pengurangan ekspor tersebut berpotensi menekan pasokan bagi negara-negara sekutu Barat, termasuk Inggris dan Belanda. Kedua negara tersebut selama ini mengandalkan pasokan bahan bakar dari AS untuk menutup kekurangan akibat sanksi terhadap energi Rusia.
