Wall Street Melemah, Investor Cermati Nvidia dan Data Inflasi AS

Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup melemah pada perdagangan Senin (24/8). Penurunan terutama dipicu aksi jual saham teknologi, sementara investor mencermati tekanan ekonomi baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Dikutip dari Reuters, Selasa (25/8), Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 140,15 poin atau 0,26 persen menjadi 53.417,16. Sebaliknya, S&P 500 (.SPX) turun 21,51 poin atau 0,28 persen menjadi 7.652,86. Nasdaq Composite (.IXIC) melemah 200,26 poin atau 0,76 persen menjadi 25.980,19. Pelaku pasar juga bersiap menghadapi pekan yang dipenuhi agenda penting, termasuk laporan kinerja Nvidia dan data inflasi AS. Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Senin mengumumkan kemungkinan memperluas sanksi terhadap negara-negara yang melakukan bisnis dengan Iran. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari “economic D-Day”, meski hingga kini belum ada hukuman atau sanksi yang benar-benar diberlakukan. Saham-saham perusahaan chip ikut tertekan. Indeks Philadelphia SE Semiconductor (.SOX) melemah, dengan saham Nvidia (NVDA) turun 2,9 persen, Micron Technology (MU) anjlok 5,8 persen, dan Broadcom (AVGO) turun 2,6 persen. Tekanan terhadap saham teknologi juga datang dari meningkatnya penolakan politik terhadap pembangunan pusat data AI. Gubernur Texas Greg Abbott menjadi salah satu politikus Partai Republik yang menyuarakan kritik keras terhadap industri AI. Menurut Axios, ia menilai perusahaan pusat data “menggali kubur mereka sendiri” setelah gagal memperoleh dukungan dari masyarakat sekitar. Pada bulan ini, Abbott juga memerintahkan penghentian sementara persetujuan proyek pusat data baru melalui proses interkoneksi jaringan listrik Texas. Kebijakan itu didorong kekhawatiran meningkatnya permintaan listrik dapat mengancam keandalan jaringan. “Kekhawatiran yang lebih besar adalah retorika keras yang mulai kita dengar dari para politisi mengenai AI dan pusat data,” kata Ohsung Kwon, kepala strategi ekuitas di Wells Fargo. “Kami sudah menyoroti hal tersebut sebagai risiko besar menjelang pemilu,” imbuhnya. Berbeda dengan sektor teknologi, sektor keuangan (.SPSY) justru menguat. Saham JPMorgan Chase (JPM) naik 1,4 persen, sementara Visa (V) menguat 3 persen. Kinerja tersebut ikut menopang indeks Dow Jones.
Utang Pemerintah AS Jadi Sorotan
Kekhawatiran terhadap membengkaknya utang pemerintah AS sebelumnya mendorong yield Treasury AS bertenor 30 tahun ke level tertinggi dalam 19 tahun. Kondisi tersebut terjadi sebelum Departemen Keuangan AS mengumumkan sejumlah langkah dukungan pada pekan lalu. Menteri Keuangan AS Scott Bessent berpotensi menggunakan General Account Departemen Keuangan yang hampir mencapai USD 1 triliun untuk membantu membiayai pembelian kembali obligasi. Namun, yield Treasury 30 tahun masih bertahan di atas 5 persen. Pergerakan pasar tersebut membuat investor semakin menunggu pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat mendatang. Investor akan mencermati petunjuk mengenai pandangan pembuat kebijakan terhadap langkah-langkah Departemen Keuangan tersebut. Laporan keuangan kuartalan Nvidia juga diperkirakan menjadi salah satu katalis utama pasar. Investor akan mencermati apakah pertumbuhan perusahaan AI tersebut mulai melambat. Jika pertumbuhan Nvidia menunjukkan tanda-tanda perlambatan, kekhawatiran mengenai valuasi saham teknologi yang sudah tinggi berpotensi kembali mencuat. “Nvidia perlu memberikan hasil yang mengesankan agar salah satu kaki pasar saham tetap stabil, sementara Warsh perlu memberikan kejelasan mengenai suku bunga agar kaki lainnya tetap stabil,” kata Richard Reyle, kepala investasi di Questar Capital Partners. Selain itu, pasar akan menunggu laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang menjadi indikator inflasi pilihan Federal Reserve. Data tersebut dijadwalkan dirilis pada Rabu. Laporan PCE akan menjadi perhatian setelah data inflasi konsumen AS yang dirilis awal bulan ini menunjukkan tekanan harga yang relatif jinak. Kondisi tersebut turut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
