Kumparan Logo

Biyan & Gaya Ceramic Ubah Limbah Keramik dan Fashion Jadi Karya Seni Indah

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Biyan & Gaya Ceramic Ubah Limbah Keramik dan Fashion Jadi Karya Seni Indah. Foto:  Biyan
zoom-in-whitePerbesar
Biyan & Gaya Ceramic Ubah Limbah Keramik dan Fashion Jadi Karya Seni Indah. Foto: Biyan

Dalam sebuah proses kreatif, tidak semua material berakhir menjadi bagian dari karya yang direncanakan. Ada kain yang tersisa dari proses pembuatan busana, pecahan porselen yang tidak mengikuti hasil pembakaran, hingga prototipe yang akhirnya tidak digunakan.

Bagi Biyan dan Gaya Ceramic, material-material tersebut bukan akhir dari sebuah proses, melainkan awal untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Gagasan tersebut menjadi dasar kolaborasi keduanya melalui Porcelain Couture - The Afterlife of Materials, sebuah proyek desain bernilai koleksi yang mempertemukan fashion, keramik, seni kontemporer, dan desain.

Koleksi Biyan kolaborasi dengan Gaya Ceramic. Foto: Biyan

Biyan sendiri membawa tekstil bordir, kain couture, serta material yang tersimpan dari Biyan Atelier, sementara Gaya Ceramic menghadirkan fragmen porselen, prototipe, dan sisa material dari proses produksinya.

Dua material dengan karakter yang berbeda kemudian dipertemukan. Porselen yang terbentuk melalui proses pembakaran membawa karakter yang lebih rigid, sementara tekstil memiliki sifat yang lebih lembut dan fleksibel.

Koleksi Biyan kolaborasi dengan Gaya Ceramic. Foto: Biyan

Dalam proses kolaborasi ini, keduanya dirangkai kembali melalui tahapan memotong, menyusun, melapisi, menyelesaikan, hingga menghias secara manual. Hasilnya bukan sekadar penggabungan dua material, tetapi objek baru yang berada di antara dunia fashion, keramik, seni, dan desain.

Material yang digunakan pun tidak berusaha menyembunyikan jejak dari kehidupan sebelumnya. Setiap fragmen membawa bagian dari proses pembuatannya, mulai dari sentuhan tangan perajin, karakter proses pembakaran, hingga detail bordir dan tekstil. Melalui proses penyusunan dan komposisi baru, material tersebut mendapatkan fungsi serta bentuk yang berbeda dari asalnya.

Koleksi Biyan kolaborasi dengan Gaya Ceramic. Foto: Biyan

Karena menggunakan material yang berbeda-beda dan seluruh prosesnya dikerjakan secara individual, setiap karya dalam Porcelain Couture bersifat unik. Tidak ada cetakan yang digunakan berulang dan tidak ada komposisi yang dibuat sama. Koleksi ini hadir dalam berbagai bentuk, termasuk patung, wall pieces, vessels, dan instalasi yang dibuat khusus untuk proyek tersebut.

Proyek ini dikembangkan oleh Creative Directors Biyan Wanaatmadja dan Michela Foppiani bersama para perajin dan desainer Gaya Ceramic, serta Biyan Atelier. Bagi keduanya, eksplorasi material tidak hanya berbicara tentang bagaimana sisa produksi dapat digunakan kembali, tetapi juga mengenai nilai emosional, budaya, dan estetika yang masih tersimpan di dalamnya.

Koleksi Biyan kolaborasi dengan Gaya Ceramic. Foto: Biyan

Porcelain Couture - The Afterlife of Materials dipamerkan di Biyan Gallery, Jakarta, mulai September hingga Desember 2026. Melalui proyek ini, material yang sebelumnya berada di luar hasil akhir produksi mendapatkan kesempatan untuk hadir kembali dalam bentuk yang berbeda, kali ini sebagai karya yang berdiri di antara fashion, keramik, seni, dan desain.