Kalung Berlian Bersejarah Milik Ratu Mesir Dicuri dari Museum di Wina

Sebuah kalung berlian yang pernah menjadi bagian dari koleksi kerajaan Mesir dicuri dari Museum of Applied Arts (MAK) di Wina, Austria. Perhiasan yang dilengkapi 673 berlian tersebut berada di museum sebagai bagian dari pameran perhiasan Van Cleef & Arpels.
Pencurian terjadi pada Kamis (27/8), saat museum masih dibuka untuk umum. Menurut kepolisian Austria, dua pria membeli tiket untuk masuk ke pameran sebelum memecahkan kaca etalase menggunakan palu dan mengambil kalung bersejarah itu.
Kedua pria tersebut tidak mengenakan penutup wajah sehingga terekam kamera pengawas museum. Kepolisian Austria kemudian merilis foto mereka dan melakukan pencarian terhadap keduanya.
Dilansir The Guardian, pihak kepolisian setempat menyebutkan bahwa para pencuri membawa lari perhiasan tersebut tanpa arah dan tujuan pasti. Sehingga sampai saat ini keberadaan mereka masih dalam pencarian.
Petugas kepolisian dikerahkan di pusat kota Wina, sementara anjing pelacak turut digunakan dalam pencarian. Menurut laporan The Guardian yang mengutip surat kabar Kronen, penyidik menduga kedua pria tersebut kemungkinan menjalankan “contract job” untuk sebuah kelompok kriminal. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut, meski beberapa pengunjung berada di ruangan ketika pencurian berlangsung. MAK kemudian menutup sementara pameran dan membatalkan tur berpemandu yang dijadwalkan di hari berikutnya setelah pencurian. Pameran itu sebelumnya dijadwalkan berlangsung hingga 27 September 2026.
Kalung yang Pernah Dipakai Ratu Nazli dari Kerajaan Mesir
Kalung yang dicuri merupakan perhiasan berbahan platinum dengan lebih dari 200 karat berlian. Perhiasan tersebut sebelumnya dimiliki oleh Queen Consort Nazli dari Mesir.
Menurut dokumentasi pameran, Ratu Nazli mengenakan kalung tersebut pada 1939 saat pernikahan putrinya, Fawzia, dengan Mohammad Reza Pahlavi, putra mahkota Iran yang kemudian menjadi Shah Iran.
Kalung tersebut lalu kembali muncul di pasar perhiasan dan dijual melalui Sotheby's di New York pada 2015 dengan harga USD 4,3 juta atau sekitar Rp 75 miliaran (dengan kurs hari ini). Jadi statusnya, perhiasan itu dipinjamkan untuk pameran di MAK dari koleksi patrimonial Van Cleef & Arpels.
Pameran yang tengah berlangsung di MAK sejak Juni tersebut menampilkan lebih dari 300 karya Van Cleef & Arpels. Selain itu, ada juga sekitar 200 objek dari koleksi museum yang disebut sebagai benda unik dan jarang dipamerkan. Koleksi tersebut juga mencakup berbagai karya yang merepresentasikan sejarah rumah perhiasan asal Paris itu selama 120 tahun.
Pencurian kalung berlian itu terjadi ketika sejumlah institusi budaya di Eropa juga menghadapi kasus pencurian benda seni dan artefak.
Sebab beberapa pencurian juga terjadi di sejumlah museum di Eropa. Dilansir The Guardian, pada hari yang sama pencuri menyerang Treasure of Villena, koleksi artefak emas dari Zaman Perunggu di sebuah museum di Spanyol. Sebelumnya pada Agustus, empat karya seniman Renaisans Antonello da Messina juga dicuri dari sebuah museum di Sisilia, Italia.
Sementara itu, Europol menyebut pencurian di museum-museum Eropa semakin agresif. Beberapa kasus melibatkan senjata, kekerasan terhadap staf, serta penggunaan alat seperti palu godam, kapak, hingga bahan peledak untuk mencapai benda yang menjadi target.
Hingga kini, kasus pencurian di MAK masih dalam penyelidikan kepolisian Austria. Sampai berita ini dibuat, kalung berlian yang Ratu Nazli tersebut belum ditemukan.
