Kumparan Logo

Sejauh Mata Memandang Bergerak untuk Gempa NTT & Kebakaran Hutan Kalimantan

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejauh Mata Memandang menyuarakan isu lingkungan di runway JFW 2024. Foto: Jakarta Fashion Week / Peter F Momor
zoom-in-whitePerbesar
Sejauh Mata Memandang menyuarakan isu lingkungan di runway JFW 2024. Foto: Jakarta Fashion Week / Peter F Momor

Sebagai brand fashion, Sejauh Mata Memandang termasuk salah satu yang mendukung isu lingkungan.

Brand lokal yang mengusung konsep slow fashion dan skema bisnis sirkularitas ini juga banyak berkolaborasi dengan berbagai organisasi dalam upaya merestorasi hutan, hingga menanggapi bencana alam.

Kali ini, Sejauh Mata Memandang bekerja sama dengan Floresa.co dan Yayasan SunSpirit, serta Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI) untuk membantu korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kerusakan hutan akibat kebakaran di Kalimantan.

Pada 15 Agustus 2026, gempa NTT berkekuatan 7,7 SR mengguncang dan sempat memicu peringatan dini tsunami. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 24 Agustus 2026, sedikitnya 100 orang meninggal dunia, 1.603 orang terluka, dan lebih dari 180.000 warga mengungsi. Proses penanganan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak masih terus berlangsung.

Untuk itu, Sejauh Mata Memandang menyalurkan sebagian hasil penjualan selama bulan Agustus 2026 untuk mendukung upaya respons dan pemulihan dua bencana yang berdampak pada masyarakat dan lingkungan di Indonesia.

instagram embed

Dalam mendistribusikan bantuan, Sejauh Mata Memandang dan tim juga melakukan verifikasi terhadap semua permintaan bantuan agar lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

“Seluruh tim Sejauh Mata Memandang turut berduka cita atas bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan. Di NTT, banyak orang masih menghadapi ketidakpastian setelah kehilangan tempat tinggal dan orang-orang yang mereka cintai. Di Kalimantan, rasanya juga berat melihat hutan yang telah dirawat selama bertahun-tahun terbakar dalam waktu singkat, pohon-pohon mati, satwa kehilangan habitatnya, dan masyarakat sekitar ikut merasakan dampak asap kebakaran,” ungkap Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang dalam siaran pers yang diterima kumparanWOMAN.

Chitra Subyakto, Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang. Foto: Dok. Sejauh Mata Memandang

Di Nusa Tenggara Timur, dukungan Sejauh Mata Memandang menjadi bagian dari inisiatif bersama Floresa.co dan Yayasan SunSpirit untuk menghimpun, serta mendistribusikan bantuan berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Melalui Tim Respons Cepat Gempa Flores, bantuan diprioritaskan bagi wilayah terpencil dan lokasi yang belum menerima bantuan dari pihak lain.

Per 26 Agustus 2026, distribusi telah menjangkau 158 titik di 112 desa/kelurahan pada tujuh kabupaten. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pangan, terpal, kebutuhan anak-anak, serta dukungan bagi layanan medis.

Area di dekat tenda pengungsian korban gempa di Dampek, Lamba Leda Utara, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (22/8/2026). Foto: Hendra Nurdiyansyah/ANTARA FOTO

Di Pulau Kalimantan, kebakaran hutan dan lahan terjadi hampir di seluruh provinsi dan berdampak pada masyarakat, serta lingkungan. Di Kalimantan Barat, kebakaran turut menghanguskan sekitar 30 hektare area pemulihan ekosistem yang dikelola ASRI di sekitar Taman Nasional Gunung Palung, Sukadana, Kayong Utara. Kebakaran tersebut juga berdampak pada sekitar 70.000 pohon yang telah ditanam selama empat tahun terakhir.

Proses pemadaman api di kawasan terdampak kebakaran hutan di Desa Tumbang Nusa, Pulang Pisau, provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (13/8/2026). Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS

Dukungan Sejauh Mata Memandang kepada ASRI akan membantu memperkuat respons dan kesiapsiagaan terhadap kebakaran, termasuk pemenuhan peralatan pemadaman berskala besar, melengkapi perlengkapan penanganan kebakaran skala kecil hingga menengah, serta mendukung perlindungan, kesehatan, dan operasional tim di lapangan.

“Semoga apa yang kami lakukan bersama Sahabat Sejauh dapat membantu mereka melewati masa ini dan menjadi bagian kecil dari proses pemulihan,” tutup Chitra.