Work From Home, Langkah Konkret Melawan Penyebaran COVID 19

Vaksinasi internasional Pusat pelayanan Terpadu kesehatan Haji dan Umroh Rs Haji jakarta. ER - ICU RS Mekar Sari Bekasi. Menjaga dan memperbaiki kehidupan
Tulisan dari AzHabibie tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Belakang muncul istilah kekinian WFH yang merupakan singkatan dari work from home. Hal ini merupakan salah satu bentuk kebijakan yang sangat baik. Kebijakan ini diambil oleh otoritas untuk menerapkan social distancing tapi tetap melakukan pekerjaan harian yang dikerjakan dari rumah. Why not, ini merupakan sikap konkret Menyikapi sebaran corona/ covid 19 yang sudah menjadi pandemi. Sementara kita pun tetap harus bekerja menjaga perekonomian keluarga bahkan negara.
Prinsip penerapan WHF adalah social distancing yang merupakan upaya menjaga jarak kontak fisik dengan individu lain terutama keramaian. Kondisi normal, mulai dari perjalanan ke kantor, menggunakan fasilitas umum busway, KLR, atau LRT. Saat itu tak menutup kemungkinan kita bertemu bahkan berdesak-desakan dengan puluhan sampai ratusan orang setiap hari nya.
Sesampainya di kantor bahkan sampai pulang kembali ke rumah, kita mungkin akan lebih banyak bertemu dengan individu lain dengan jarak yang sangat dekat. Atau bahkan pertemuan dalam ventilasi tertutup karna semua fasilitas publik LRT, KRL, dan busway menggunakan AC sebagai control ventilasi udara. Dan hal ini sangat berisiko dalam penularan Virus Corona.
Seperti yang mungkin sudah banyak kita ketahui, virus ini bisa menular melalui doppret atau percikan mikro cairan tubuh (air liur atau cairan pernapasan) yang dapat melayang di udara dan terperangkap di ventilasi tertutup, serta dapat menempel di benda benda umum seperti hand rel, gagang pintu, pegangan gantung, tombol lift, mesin absensi, handphone, hingga uang sebagai alat transaksi perdagangan. Virus tersebut adalah mahluk halus mahluk microscopic kecil yang tidak bisa langsung dilihat mata sehingga kita sulit menghindarinya. Kita juga tidak bisa mengetahui siapa yang sudah terinfeksi atau belum terinfeksi jika belum melakukan pemeriksaan.
Ketika virus menginfeksi dan orang yang terinfeksi mengalami gejala-gejalanya, semua itu tergantung sistem imun masing masing. Dan setiap orang punya sistem imun berbeda, pun mereka yang tinggal dalam rumah yang sama dan makan makanan yang sama. Atau satu kantor bekerja di bidang yang sama. Dalam menunjukkan gejala penyakit, ada yang cepat ada yang lambat. Ada yang bisa pulih ada yang bisa yang justru semakin memburuk bahkan kematian.
Dengan kita melakuan WFH, social distancing, atau menjaga jarak terutama saat kita bekerja, maka kita meminimalisir risiko penularan virus ini. Ini merupakan langkah hemat, dibanding kita biarkan orang orang berinteraksi selama bekerja sementara virus ini berada di sekitar mereka dan menginfeksi banyak orang. Ketika sudah banyak orang yang terinfeksi maka proses pemulihannya akan butuh banyak tenaga kesehatan, biaya, dan alat kesehatan. Berapa banyak yang harus dikeluarkan untuk kondisi ini. Sementara tenaga kesehatan pun bisa terinfeksi, bahkan realitasnya terdapat sistem dan infrastruktur kesehatan yang berbeda di tiap wilayah dalam menangani pandemik ini.
Dengan melakukan WFH dan social distancing yang sudah diberlakukan akan lebih bermakna, karena angka pekerja lebih banyak memberi kontribusi dari total populasi di mana pun. Dan social distancing akan efektif jika diberlakukan serempak, terstruktur, sistemik, dan terintegrasi. Sebab jika tidak serempak, kita tidak mengetahui kapan virus tersebut menginfeksi dan kapan menimbulkan gejala. Akibatnya upaya 14 hari social distancing bisa sia-sia atau terpaksa diperpanjang. Upaya social distancing ini adalah tanggung jawab setiap individu, untuk pribadi, untuk keluarga, untuk masyarakat. Tanggung jawab pemegang otoritas dan WFH merupakan langkah bijak dengan kita tetap bertanggung jawab pada semua lini dengan tetap menjaga perekonomian keluarga dan negara.
Dan berikut adalah hal-hal lain yang dapat bermanfaat meningkatkan daya tahan tubuh selama kita menjalankan Work From Home:
1. Tetap mengonsumsi makanan sehat bergizi dan seimbang
Dalam bekerja tubuh pasti memerlukan energi. Energi didapatkan dari prosesi metabolisme tubuh mengolah bahan makan yang kita penuhi setiap hari. Dan sistem imun tubuh dianalogikan seperti banteng pertahanan, banyak komponen yang membangun sistem ini. Makanan merupakan salah satunya bahan dasarnya. Jika tidak ada asupan makanan yang baik maka banteng yang kuat pun tidak terbentuk. Sementara setiap hari tubuh ini bekerja untuk berdetak, bernapas, beraktivitas, dan lainnya. Jadi makan merupakan kebutuhan mutlak untuk pertahanan tubuh supaya bekerja optimal.
Targetkan makan makanan yang dikonsumsi dapat menjadi bermanfaat untuk kesehatan badan, sehingga kita bisa bermanfaat dan diberkahi. Mohon hindari makanan yang hanya bersifat seru-seruan saja dan nikmat sesaat dan kurang manfaat bahkan berlebihan. Dan konsumsi vitamin dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebagai pelengkap jika dari makan yang dikonsumsi belum terdapat mineral dan vitamin yang dibutuhkan tubuh.
2. Minum air bersih dan baik
Penuhi kebutuhan asupan cairan harian 2 liter per hari. Sedikit-sedikit tapi rutin. Kecuali Anda memiliki gangguan fungsi ginjal dan jantung, yang jika minum berlebih menyebabkan sesak maka minumlah secukupnya.
3. Seimbangkan aktivitas fisik dan olah raga
Gunakan dan manfaatkan kemampuan fisik untuk bekerja yang bermanfaat tidak berlebihan. Latihlah kekuatan dan kebugaran fisik dengan berolahraga teratur.
4. Istirahat cukup, istirahat berkualitas
Pekerjaan dilakukan di rumah bukan berarti bisa bekerja full 24 jam. Tubuh kita perlu istirahat dan rekomendasi istirahat yang cukup 6-8 jam per hari.
5. Jaga tangan kita tetap bersih
Coronavirus dicurigai menyebar melalui droppret (tetesan mikro liur dan dahak saat batuk atau pun bersin) yang bisa langsung terhirup atau menempel di berbagai benda mati. Maka untuk itu baiknya:
a. Selalu cuci tangan baik nya pakai sabun atau sanitizer.
b. Cermat kontak dengan barang barang yang disentuh banyak orang seperti pegangan pintu, tombol lift, uang, dan lainnya.
c. Ubah kebiasaan tangan yang tidak perlu, misalnya seperti garuk-garuk, menyentuh wajah, atau menutup mulut. Tangan kita pada keadaan tertentu biasa menyentuh menyentuh area tubuh lain. Dalam keadaan tidak yakin bersih hindari perilaku menyentuh bagian tubuh lain terutama kepala.
Saat menyentuh wajah, sentuhlah dalam keadaan tangan bersih. Salah satunya perilaku baik ada di wudu sebagai upaya menjaga kebersihan. Maka dari itu perbanyak lah wudu.
6. Bijak menggunakan masker
Gunakan masker saat sakit dan atau saat berada di tempat yang berisiko penyebaran virus atau polusi udara. Misalnya keramaian, rumah sakit, atau fasilitas umum.
7. Batuk dan bersin beretika
Dalam keadaan sehat proses batuk dan bersin merupakan salah satu respons tubuh yang normal saat ada debu atau partikel benda asing yang masuk ke saluran napas.
Pada kondisi sudah sakit, proses batuk dan bersin tetap bisa terjadi dan berpotensi menyebarkan penyakit yang ada di tubuh penderitanya.
Sebab itu, saat sakit wajib menggunakan masker dan beretika saat batuk atau bersin yakni dengan menutup mulut dan hidung. Menutupnya bukan dengan telapak tangan, tetapi dengan tisu yang langsung dibuang dan segera cuci tangan. Jika tidak ada tisu tutuplah dengan lengan baju.
8. Tidak merusak kesehatan diri dengan mengonsumsi hal-hal kurang manfaat Mengonsumsi hal-hal yang kurang bermanfaat dapat merusak kualitas kesehatan. Beberapa di antaranya seperti rokok, vape, alkohol, narkoba, cabe-cabean dan hoaks. Termasuk membenarkan perilakunya dan menyebarkannya
Sangat disayangkan kita mengoptimalkan proteksi terhadap covid 19, namun kesehatan fisik, pikiran, dan jiwa tetap dirusak oleh hal lain.
9. Tetap bijak bersosialisasi dan tidak panik
Sejatinya kita mahluk sosial mari menyikapi penyebaran corona secara tepat dan wajar, dengan saling menyebarkan salam keselamatan. Yakni dengan menjaga diri supaya tetap sehat, berkualitas, dan bermanfaat untuk diri sendiri dan sekitar. Selalu ingatkan dan kerjakan hal yang baik dan bermanfaat.
Dan tidak berupaya lalai/ malas merawat diri, tidak peduli, bahkan berupaya menularkan penyakit apa pun ke orang lain. Termasuk gibah dan hoaks.
Juga tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan banyak orang, seperti memborong sembako berlebihan, mengambil untung dari penderitaan orang banyak dengan menjual sembako, masker, dan vitamin dengan harga tidak wajar.
10. Saat ada gejala flu,batuk dan bersikaplah bijak
Jangan panik. Tidak semua flu dan batuk diakibatkan karna corona. Sama dengan influenza, Corona adalah yang disebabkan infeksi virus pada umumnya. Dengan daya tahan tubuh yang baik bisa pulih kembali. Maka tingkatkan daya tahan tubuh dengan berobat dan istirahat serta menjaga pola hidup sehat .
Namun jika ada gejala flu (batuk pilek demam ) yang memberatkan bahkan sesak dengan:
a. Riwayat paparan kontak dengan pasien yang positif terjangkit corona virus < 14 hari terakhir.
b. Riwayat paparan ke daerah yang endemis atau keluar negeri < 14 hari terakhir
Maka datang ke fasilitas kesehatan menggunakan masker dan informasikan keadaan dan riwayat kontak/ perjalanan sesungguhnya, supaya petugas kesehatan dapat menyikapi dengan tepat.
Bersikaplah selaiknya pasien yang artinya orang bersabar. Karena petugas kesehatan bukan yang menyembuhkan penyakit. Petugas kesehatan dengan ilmu dan kemampuannya, merelakan, dan memposisikan dirinya membantu pasien dengan sesuai kondisi dan aturan. Salah satunya dilakukan pemeriksaan, observasi, dan karantina (isolasi) guna mengontrol keadaan pasien dan mengurangi penyebaran virus serta membantu pemulihan. Kasus perburukan terjadi pada kondisi daya tahan tubuh rendah maka jaga daya tahan tubuh.
11. Jika terinfeksi corona sakit memberat dan mengalami kematian
Terinfeksi corona, kemudian gagal napas hanya salah satu cara kematian dan setiap jiwa pasti berpulang (mengalami kematian), banyak hal yang dapat menjadi cara kematian. Hanya bagaimana cara menyikapi proses yang terjadi dan mempersiapkan kehidupan selanjutnya ini yang jadi penentu. Meninggal dengan penyakit pastinya tidak nyaman. Dan semoga tidak dialami oleh kita. Dengan berupaya tetap sehat dan menjauhkan diri hal-hal yang tidak bermanfaat .
Hidup kita bukan kehidupan abadi setiap orang pasti mengalami kematian dan badan kita hanya kontrakan. Titipan diberikan oleh Sang Pemilik (Allah SWT) sebagai hak guna pakai (MODAL) untuk hidup memberi manfaat. Jika sang pemilik modal mengetahui bahwa aset-Nya ditelantarkan, dirusak, bahkan digunakan untuk merusak kehidupan yang lain, pastinya kontrak hidupnya bisa tidak diperpanjang dan mungkin jatah kontraknya dipercepat. Dan hal-hal merugikan tersebut tetap dinilai sebagai amalan yang menjauhkan kita dari rido Allah dan dipertanyakan saat kita pulang nanti.
Yang harus dijaga bukan hanya kehidupan kita, tapi kehidupan sekitar. Yang harus dijaga bukan hanya kualitas hidup saat ini tapi kualitas kehidupan selanjutnya.
Adanya corona kita sikapi dengan menjaga kesehatan yang telah diberikan. Tulisan ini hanya sebagai upaya saling mengingatkan baik diri atau untuk semua. Posisi kita dan apa yang kita sedang dan akan kita hadapi. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah dan dilimpahkan kebaikan dunia dan akhirat. Amien.
Wassalamalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
