Peluncuran Teleskop Luar Angkasa James Webb Ditunda sampai Mei 2020

oleh : pandangan Jogja
Tulisan dari Award News tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(Sumber : NASA)
National Aeronautics and Space Administration (NASA) kembali menunda peluncuran Teleskop Luar Angkasa James Webb hingga paling cepat pada Mei 2020.
Sebelumnya, satelit yang perencanaannya dimulai pada 1996 ini memiliki target peluncuran pada tahun 2018. Namun, pada September tahun lalu diumumkan ditunda sampai pertengahan tahun 2019. Dan pada Selasa (27/3) pukul 11.30 siang waktu Washington DC, NASA kembali menggelar jumpa pers untuk mengumumkan penundaan kembali peluncuran James Webb hingga tak lebih cepat dari Mei 2020.
Administrator NASA, Robert Lightfoot, mengatakan bahwa Webb adalah proyek prioritas tertinggi untuk Direktorat Misi Sains NASA dan proyek sains ruang angkasa internasional terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
“Semua perangkat keras penerbangan observatorium kini lengkap, namun, masalah yang terungkap dengan elemen pesawat ruang angkasa mendorong kami untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memfokuskan kembali pada upaya penyelesaian observatorium yang ambisius dan kompleks ini,” katanya seperti tertera dalam rilis pers NASA kemarin.
Digadang sebagai penerus Teleskop Luar Angkasa Hubble dengan kemampuan 7 kali lebih baik, teleskop ruang angkasa James Webb adalah observatorium inframerah yang dirancang untuk mengintip jauh ke pusat alam semesta, mempelajari asal mula kehidupan, dan mencari planet baru yang aneh, yang mirip dengan bumi, di sekitar bintang yang jauh.
NASA membangun teleskop ruang angkasa dalam dua bagian: teleskop itu sendiri dan perisai matahari besar yang rumit yang akan melindungi instrumen-instrumen sensitif observatorium dari matahari.
Teleskop Hubble masih berada di orbit bumi sehingga masih bisa diperbaiki jika ada kerusakan, dan beberapa kali perbaikan Hubble telah dilakukan. Namun James Webb akan mengorbit 1,5 juta kilometer dari bumi berada di sudut gelap bumi dengan suhu ultra dingin.
Saking jauhnya James Webb mengorbit, sehingga pesawat luar angkasa dan teleskopnya dirancang untuk tidak bisa rusak hingga dekade yang panjang. James Webb akan menjadi instrumen utama astronom di seluruh dunia untuk melakukan penelitian apapun tentang luar angkasa.
Robert Lightfoot juga mengungkapkan kemungkinan pembengkakan biaya dari harga awal 8,8 miliar dollar AS (sekitar Rp. 120 triliun). Isu pembengkakan biaya James Webb menjadi perhatian kongres Amerika karena mengancam proyek-proyek sains lain.
Sementara semua perangkat penerbangan telah selesai, pengujian beberapa bagian perangkat keras membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Selain itu, kabel yang menarik pelindung matahari juga terlalu banyak kendur sehingga menyebabkan bahaya tersangkut. Masih banyak detil lain yang memerlukan perbaikan beberapa minggu, pengujian, dan pengujian lebih panjang untuk memastikan semuanya siap mengorbit.
"Mengingat investasi besar NASA dan mitra internasional yang telah dikucurkan, kami ingin melanjutkan secara sistematis melalui tes terakhir ini, dengan waktu tambahan yang diperlukan, untuk siap peluncuran Mei 2020," kata Thomas Zurbuchen, mitra administrator Direktorat Misi Sains NASA.
James Webb adalah proyek internasional yang dipimpin oleh NASA bersama mitra-mitranya, European Space Agency (ESA) dan Canadian Space Agency. ESA menyediakan roket peluncuran Ariane 5 sebagai bagian dari kerja sama ilmiahnya dengan NASA. Teleskop ini diberi nama dari James E. Webb, administrator kedua NASA, yang berperan penting dalam Program Apollo. Sedangkan kontraktor utama pembuatan James Webb adalah Northop Grumman dan Ball Aerospace. (Mayapuz / YK-1)
