Penyebab Anak SMP Menjadi Korban Kekerasan Seksual

Mahasiswa UIN Jakarta 2021
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Muhammad Anwar Mulyaman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kekerasan seksual rentan terjadi pada anak dibawah umur, SD, SMP sampai SMA. Pasalnya mereka cenderung diam dan takut untuk melawan, walaupun sebagian kecil dari mereka ada yang sudah berani membuka suara dan melawan kendati cenderung lemah secara fisik yang membuatnya kesulitan dalam membela diri. Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak menjadi korban kekerasan seksual. Penyebab terjadinya kekerasan seksual terbagi menjadi dua faktor utama, faktor internal dan faktor eksternal. Maksud dari faktor internal adalah suatu yang disebabkan oleh pribadi masing-masing, mulai dari sifat, karakter, cara berpakaian Dll yang tidak ada pengaruh dari luar atau campur tangan orang lain. Penyebab kekerasan seksual pada anak yang disebabkan oleh faktor internal adalah naluri sifat anak-anak yang cenderung tidak berani melawan dan takut akan sebuah ancaman. Selain itu, gaya berpakaian juga salah satu penyebab utama terjadinya pelecehan seksual.
Faktor kedua, sebab dari faktor eksternal. Merupakan penyebab dari hal yang tidak berada dibawah kuasa pribadi masing-masing. Hal ini sangatlah bahaya, seperti pribadi pelaku yang memang tidak bisa kontrol syahwatnya dengan baik. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari keadaan sepi dan hindari momen berduaan, kecuali memang pelaku yang benar-benar nekat. Faktor kedua adalah hasil dari konten-konten sosial media yang mengarah kepada asusila dengan menggunakan seragam sekolah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya kesesatan berfikir jenis Over generalis (Menyamaratakan semua), ini yang lebih memicu pelaku dalam menjalankan aksinya, yang menganggap bahwa semua anak sama dengan yang ada di konten sosial media tersebut.
Dampak buruk dari kekerasan seksual dapat meruntuhkan cita-cita mulia bangsa Indonesia menjadi negara generasi emas di masa yang akan datang. Perlu ada perhatian khusus dari pemerintah untuk menangani dan mendampingi para korban dalam memulihkan kesehatan jiwa dan mentalnya, fokus terhadap pelaku dan yang mempengaruhi juga perlu ditinjak lanjuti oleh pemerintah. Bukan hanya pemerintah, upaya dari dalam diri untuk menjaga dari perbuatan tersbut juga sangat penting dan berpengaruh.
