Kiat-kiat Menulis Cerpen Bahasa Indonesia

Mahasiswa Universitas Pamulang Kayawan Swasta PT Maju Rukun Bersama
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Rut Cahyo Ningrum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taukah kalian bahwa menulis cerpen tidaklah sulit. Seperti namanya 'cerpen' merupakan singkatan dari cerita pendek. Ya, kalian hanya menulis tentang cerita pendek tidak usah panjang seperti menulis novel.
Kalian pernah mendengar orang mambacakan cerpen? Durasi cerpen hanyalah 10-30 menit saja. Karena di dalam isi cerpen hanyalah menceritakan satu tokoh dalam satu situasi. Seperti cerpen anak 'Aku Seorang Pelukis' yang menceritakan 'Aku' si penulis menggambarkan karakter utama Aku bernama Budi.
" Hari ini ada pelajaran seni lukis di sekolah. Mata pelajaran yang sangat aku sukai. Meski hanya berbekal pensil warna usang milik Kakak, aku tetap bersemangat untuk menggambar.
Oh ya, namaku Budi. Aku berumur 10 tahun dan saat ini duduk di kelas 4 SD. Sejak kecil, aku senang sekali menggambar. Namun, aku belum pernah sekali pun ikut lomba. Ibu tidak punya uang untuk mendaftar." Mari kita deskripsikan satu-dua paragraf di atas dari cerpen karya guru.net
Karakter Budi dalam cerpen adalah seorang anak sekolah dasar yang masih duduk di bangku kelas 4 usianya 10 tahun, kegemarannya sedari kecil adalah menggambar. Namun, Budi ini belum pernah mengikuti perlombaan seni menggambar sekali pun padahal dia mempunyai bakat seni. Hal itu dikarenakan sang ibu tidak mempunyai uang untuk mendaftarkan dirinya mengikuti perlombaan seni lukis.
Sebagai seorang penulis cerpen hal pertama yang harus diketahui adalah penggunaan kata yang tidak lebih dari 10.000 kata. Karena kalau terlalu panjang namanya bukan lagi cerpen ya kawan.
Apakah cerpen berisi fakta atau fiksi?
Ya, cerpen berisikan cerita fiksi si penulis. Namun mencerminkan kehidupan sehari-hari. Fiksi, rekaan, atau khayalan didasari dengan angan-angan (fantasi) dan bukan berdasarkan kejadian nyata, hanya berdasarkan imajinasi pengarang.
Nah, imajinasi pengarang diolah berdasarkan pengalaman, wawasan, pandangan, tafsiran, kecendikiaan, penilaiannya terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun peristiwa hasil rekaan semata.
Ciri-ciri cerita fiksi:
Bersifat rekaan atau imajinasi pengarang
Memiliki kebenaran yang relatif atau tidak mutlak( tidak harus)
Bahasanya bersifat konotatif atau bersifat sindiran (tidak sebenarnya)
Tidak memiliki sistematika yang baku.
Sasarannya emosi atau perasaan pembaca.
Memiliki pesan moral atau amanat tertentu.
Bisa anda lihat bahwa cerpen adalah bagian dari cerita fiksi atau kisah yang ditulis di dalam cerpen bisa bertolak pada realita. Dengan itu dapat dipahami oleh pembaca dan pembaca pun memperoleh hiburan batin atau pengalaman batin dalam menikmati nilai sastra yang terdapat di dalamnya.
Cerpen juga termasuk karya sastra, yang akan dikaji oleh penulis mengenai menulis teknis atau praktis cerpen. Ciri-ciri cerpen :
Bentuk tulis singkat, padat, dan lebih pendek daripada novel.
Tulisan kurang dari 10.000 kata.
Sumber cerita dari kehidupan sehari-hari, baik pengalaman sendiri maupun orang lain.
Tidak melakukan seluruh kehidupan pelakunya karena mengangkat masalah tunggal atau sering saja.
Selesai dibaca hanya mengisahkan sesuatu yang berarti bagi pelakunya.
Tokoh-tokohnya dilukiskan mengalami konflik sampai pada penyelesaiannya.
Penggunaan kata-katanya sangat ekonomis dan mudah dikenal masyarakat.
Meninggalkan kesan mendalam dan efek pada perasaan pembaca.
Menceritakan satu kejadian dari terjadinya perkembangan jiwa dan krisis, tetapi tidak sampai menimbulkan perubahan nasib.
Apalagi yang terkandung di dalam cerpen? Setiap karya pasti memiliki struktur dalam menjadikan karya tersebut. Di dalam struktur terdapat unsur-unsur pendirinya yang dibagi menjadi 2 yaitu, unsur intrinsik dan unsur ektrinsik
Unsur Intrinsik Cerpen.
Tema
Tokoh
Penokohan
Latar/Setting
Waktu
Tempat
Suasana
Alur
Sudut Pandang
Gaya Bahasa
Amanat
Selain unsur intrinsik, ada pun unsur ekstrinsik cerpen:
Latar belakang masyarakat:
Ideologi negara, kondisi ekonomi, kondisi sosial, kondisi politik
Latar belakang Penulis:
Riwayat hidup, kondisi psikologis, selera/aliran sastra
Nilai yang terkandung:
Moral, agama, budaya, sosial.
Menulis cerpen yang berhasil adalah mengikuti semua alur yang dianjurkan oleh si cerpen terkandung semua ciri-ciri dan unsur-unsur yang diperlukan.
Sebagai generasi penerus bangsa haruslah kita giat melakukan kegiatan menulis. Supaya kegiatan menulis tidak hilang dimakan zaman yang semakin modern ini, pengaruh teknologi dan ilmu-ilmu baru yang bisa mengecoh anak-anak bangsa terhadap pelestarian budaya untuk masa depan bangsa.
