Konten dari Pengguna

Stop Budaya Tawuran

Kharisma Satya Bunga Lestari

Kharisma Satya Bunga Lestari

Saya seorang pelajar dari SMA Cenderawasih

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kharisma Satya Bunga Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tawuran. Foto: Antara.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tawuran. Foto: Antara.

Tawuran sampai saat ini masih sangat sulit untuk diberantas, terutama di kalangan para pelajar di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, tawuran merupakan budaya negatif sekaligus brutal yang sudah ada cukup lama dan masih bertahan hingga sekarang. Tawuran pun sudah tidak asing lagi bagi para pelajar. 5 dari 10 siswa di satu sekolah pasti sudah pernah merasakan bagaimana kebrutalan tawuran itu sendiri. Tidak sedikit dari siswa yang baru saja menduduki sekolah tingkat SMP maupun SMA ingin mencoba mengikuti kegiatan terlarang ini.

Mengapa tawuran kerap sekali terjadi dan terus bertambah setiap tahunnya? Mari kita simak bersama. Mulanya dikarenakan rasa penasaran seorang yang baru saja tumbuh menjadi remaja, dan ingin mencoba hal baru serta mencari jati diri mereka melalui banyak hal termasuk mengikuti tawuran. Ada juga dikarenakan senioritas, di mana sang adik kelas akan mengikuti apa yang dilakukan seniornya ataupun karena suruhan. Tentu saja karena ingin dianggap hebat oleh para senior, mereka akan melakukan apa pun untuk menunjukkan kehebatan mereka.

Mereka melakukan tawuran tidak hanya karena kesenangan remaja semata, selain itu mereka juga ingin menunjukkan pada pelajar dari sekolah lain bahwa mereka lah yang terhebat. Kita semua tahu dampak dari tawuran ini bila terus menerus dibiarkan. Tak hanya merugikan diri sendiri namun juga dengan orang lain. Tidak sedikit korban berjatuhan, yang di mana kebanyakan menewaskan seorang pelajar yang umurnya masih sangat muda dan memiliki banyak potensi untuk masa depan.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa tawuran adalah suatu kegiatan yang sangat berbahaya. Dengan mengikuti tawuran, masa depan dari seorang pelajar pun akan hancur, bahkan hingga berujung kematian. Walaupun demikian, budaya tawuran sangatlah sulit untuk diberantas atau dihentikan hingga akar dan justru terus bermunculan. Namun, kita masih bisa mencegah terjadinya tawuran antar pelajar.

Upaya yang bisa kita lakukan sebagai pelajar untuk menghindari terjadinya hal negatif termasuk tawuran yaitu, dengan mengikuti kegiatan positif yang ada di sekolah maupun di luar sekolah, bergabung dengan organisasi mendidik yang bisa menambah wawasan serta meningkatkan potensi kita di suatu bidang yang disukai. Yang terpenting adalah mendekati diri kepada Tuhan Yang Masa Esa dan juga rajin beribadah, dan menjadi pribadi yang terbuka dengan orang di sekitar. Selain itu kita juga harus bisa memilah mana yang baik atau buruk, hingga memilih pergaulan yang baik, dan menjadi pelajar yang berpikir rasional dan kritis.

Dengan upaya yang ada di atas, saya yakin kita semua bisa terhindar dari hal negatif serta dapat mencegah terjadinya tawuran. Kita memang tidak bisa 100% memberantas tawuran, namun dengan usaha ini kita sudah dapat memudarkan budaya negatif tersebut secara perlahan. Oleh karena itu, mari hentikan budaya tawuran antar pelajar, dengan mengisi dan mengembangkan budaya positif yang seharusnya tumbuh bersama pelajar Indonesia.