Career Day 2026 Buka Akses Kerja bagi Talenta Muda secara Inklusif

Memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya bukan selalu perkara mudah bagi anak muda. Selain mencari lowongan yang sesuai, mereka juga perlu mempersiapkan CV, kemampuan wawancara, hingga keterampilan yang dibutuhkan industri.
Melihat tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Yayasan Plan International Indonesia dan DBS Foundation menghadirkan Career Day 2026 sebagai ruang untuk mempertemukan talenta muda dengan dunia kerja.
Digelar pada Rabu (19/8) di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Career Day 2026 mengusung tema “Talenta Muda Siap Kerja; Temukan Karir Impianmu” dan merupakan bagian dari program You RISE (Youth be Ready, Inclusive, Skilled, Empowered).
Tak hanya menjadi tempat bertemunya pencari kerja dan perusahaan, kegiatan ini dirancang untuk membantu anak muda mempersiapkan diri sebelum benar-benar masuk ke pasar kerja.
Bukan Sekadar Job Fair
Berbeda dari bursa kerja konvensional, peserta Career Day 2026 telah melalui proses persiapan sebelum bertemu dengan perusahaan. Seleksi awal dan screening CV dilakukan secara daring melalui portal resmi job fair Kemnaker, sementara 200 pencari kerja terpilih mendapatkan pelatihan hard skills dan soft skills untuk memperkuat kesiapan mereka.
Dalam acara tersebut, 25 perusahaan dari sektor ritel, teknologi informasi, perbankan, dan perhotelan turut berpartisipasi. Tersedia 75 lowongan pekerjaan dengan proyeksi penyerapan hingga 850 tenaga kerja baru.
Pendekatan ini juga terlihat dari adanya fasilitas Career Corner yang menyediakan konseling karier bersama konselor profesional. Peserta juga bisa mengikuti mini talkshow yang membahas kemampuan membangun jejaring serta pentingnya terus belajar sepanjang perjalanan karier.
Membuka Peluang Kerja yang Lebih Inklusif
Career Day 2026 turut membawa pendekatan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) dengan memberikan perhatian khusus kepada perempuan muda, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Salah satunya melalui penyediaan 15 lowongan khusus bagi talenta penyandang disabilitas untuk posisi contact center di salah satu institusi perbankan nasional.
Bagi Kemnaker, pendekatan inklusif menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kerja yang tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga memastikan lebih banyak orang memiliki kesempatan untuk berkembang. Hingga Agustus 2026, Kemnaker mencatat 1.411.857 penempatan tenaga kerja dari sektor swasta maupun instansi pemerintah.
“Paradigma kita harus berubah. Kita tidak lagi sekadar mencari 'pekerja yang patuh', melainkan membutuhkan 'talenta yang tangkas'. Kepada para pimpinan perusahaan, saya mengajak untuk mengubah lensa rekrutmen kita: Hire for attitude and potential, train for skills,” ujar Prof. Sugeng Heri Suseno, Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kemnaker.
Perempuan Muda Jadi Bagian Penting
Program You RISE yang menaungi Career Day juga menunjukkan perhatian terhadap akses kerja bagi perempuan muda. Hingga Juli 2026, program tersebut telah membuka akses pekerjaan layak bagi 703 anak muda di Jakarta, Surabaya, Medan, dan sekitarnya, dengan 66 persen di antaranya merupakan perempuan muda dan 2 persen penyandang disabilitas.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan program tersebut tidak ingin berhenti pada pemberian pelatihan. Menurutnya, keterampilan yang telah diperoleh anak muda perlu dihubungkan dengan kesempatan kerja yang nyata agar mereka dapat mulai membangun kemandirian.
Pengalaman tersebut juga dirasakan oleh peserta Career Day 2026, Chelsy Noya. Setelah mengikuti pelatihan You RISE, ia merasa lebih percaya diri dalam menyusun CV dan menghadapi wawancara kerja.
Dalam Career Day, Chelsy bahkan berkesempatan melakukan wawancara langsung dengan lebih dari 20 perusahaan dan mendapatkan undangan untuk mengikuti tahap seleksi berikutnya dari salah satu perusahaan ritel.
Selain mempertemukan talenta dengan perusahaan, You RISE ke depannya akan menghadirkan berbagai pelatihan vokasional, seminar literasi finansial, serta program kesiapan kerja bersama sejumlah mitra.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali anak muda agar tidak hanya mampu mendapatkan pekerjaan, tetapi juga dapat mengambil keputusan finansial dan karier secara lebih matang.
