Kumparan Logo

Era Slick Back Bun Mulai Bergeser, Low Ponytail Jadi Tren Gaya Rambut yang Baru

kumparanWOMANverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Era Slick Back Bun Mulai Bergeser, Low Ponytail Jadi Tren Baru. Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Era Slick Back Bun Mulai Bergeser, Low Ponytail Jadi Tren Baru. Foto: Dok. Shutterstock

Selama beberapa tahun terakhir, slick back bun menjadi salah satu gaya rambut yang sering dipilih untuk berbagai kesempatan. Rambut ditarik ke belakang dan dibuat rapi menggunakan gel atau styling product sehingga menghasilkan tampilan sleek sekaligus memberi kesan wajah lebih terangkat. Meski terlihat praktis dan polished, gaya rambut yang terlalu kencang juga bisa terasa kurang nyaman, terutama jika dipakai dalam waktu lama.

Belakangan, tren rambut mulai bergerak ke arah yang lebih effortless. Hal ini terlihat dari sejumlah penampilan di New York Fashion Week hingga karpet merah Emmy Awards. Gaya rambut yang lebih longgar, dengan beberapa helai rambut dibiarkan terurai, mulai banyak terlihat. Hannah, penulis kecantikan, juga mengaku mulai memilih gaya yang tidak terlalu kaku untuk aktivitas sehari-hari, meski slick back bun masih menjadi pilihannya untuk acara formal.

Low ponytail tampil lebih effortless

Low ponytail tampil lebih effortless. Foto: metamorworks/Shutterstock

Salah satu gaya yang kembali banyak terlihat adalah low ponytail. Jika sebelumnya kuncir rendah identik dengan gaya rambut kasual, kini tatanan ini justru muncul di berbagai panggung fashion. Dalam peragaan busana TWP, hairstylist Oribe Joey George membuat low ponytail yang dilengkapi barrette panjang sehingga tampilannya tetap sederhana, tetapi terlihat lebih polished.

Gaya ini juga terasa semakin relevan karena tidak membutuhkan rambut yang benar-benar rapi. Beberapa helai rambut di sekitar wajah justru dibiarkan terurai untuk memberikan kesan yang lebih natural. Di karpet merah Emmy Awards, Grace Gummer juga memilih low ponytail minimalis yang memberikan alternatif dari gaya blowout bervolume yang biasanya sering muncul di acara formal.

Sanggul kini nggak harus super rapi

Sanggul kini nggak harus super rapi. Foto: ETIENNE LAURENT / AFP

Buat yang masih ingin memakai sanggul, tren musim ini juga menawarkan versi yang lebih santai. Baby hair dan beberapa helai rambut nggak lagi harus dirapikan sampai benar-benar menempel. Justru, rambut yang sedikit berantakan bisa memberikan kesan romantis dan effortless.

Tampilan seperti ini terlihat dalam peragaan busana Diotima. Para model tampil dengan side bun dan beberapa helai rambut yang dibiarkan terurai, termasuk pada rambut dengan tekstur yang berbeda-beda. Syal sutra yang diikat longgar di antara rambut juga bisa menjadi aksesori sederhana untuk membuat gaya ini terlihat lebih menarik.

Half-up half-down dengan tekstur rambut alami

Half-up half-down dengan tekstur rambut alami. Foto: Robyn Beck/AFP

Selain low ponytail dan messy bun, gaya half-up half-down juga kembali banyak terlihat di New York Fashion Week. Kali ini, rambut tidak ditarik terlalu kencang sehingga hasil akhirnya terlihat lebih ringan dan natural. Tekstur rambut asli, baik lurus, bergelombang, maupun keriting, juga dibiarkan lebih terlihat.

Untuk rambut yang cenderung tipis, sedikit sea salt spray atau texturizer bisa digunakan sebelum rambut ditata untuk memberikan tambahan volume. Selain soal tampilan, mengurangi kebiasaan memakai gaya rambut yang sangat ketat juga dapat membantu mengurangi tarikan berulang pada rambut dan kulit kepala yang berpotensi menyebabkan traction alopecia.