Kumparan Logo

Parfum Berevolusi Jadi Aksesori, dari Scrunchie hingga Bag Charm

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Parfum Berevolusi Jadi Aksesori, dari Scrunchie hingga Bag Charm. Foto: Instagram @tamburinsofficial
zoom-in-whitePerbesar
Parfum Berevolusi Jadi Aksesori, dari Scrunchie hingga Bag Charm. Foto: Instagram @tamburinsofficial

Parfum selama ini lekat dengan botol sebagai bentuk utama untuk menyimpan dan menggunakan wewangian. Namun, belakangan fragrance mulai hadir dalam bentuk yang lebih dekat dengan benda sehari-hari, mulai dari scrunchie, bag charm, gelang, hingga aksesori lainnya. Perubahan ini membuat fragrance tidak hanya menjadi sesuatu yang disemprotkan ke tubuh, tetapi juga bagian dari aksesori dan personal style.

Salah satu brand yang ikut mengeksplorasi bentuk baru fragrance adalah Tamburins. Pada 16 Juli 2026, brand asal Korea Selatan tersebut memperbarui flagship store-nya di Shanghai dengan mengangkat Hair Collection. Koleksi ini memperkenalkan aroma baru, Summer Tails, dalam bentuk hair perfume, hair oil, dan 20 desain scrunchie.

Scrunchie tersebut membawa aroma lily of the valley, geranium, cedarwood, dan patchouli yang perlahan tercium ketika rambut bergerak. Sementara itu, hair perfume dan hair oil tersedia dalam tiga aroma lain yang sebelumnya sudah ada dalam lini Tamburins.

Masuknya fragrance ke aksesori juga memiliki pertimbangan bisnis. Satu botol parfum bisa digunakan selama berbulan-bulan, bahkan hingga satu tahun. Sementara itu, aksesori seperti scrunchie atau bag charm cenderung lebih mudah dibeli, diganti, dan dikoleksi. Satu aroma pun bisa dikembangkan ke dalam berbagai bentuk, ukuran, material, serta rentang harga.

Tamburins bukan satu-satunya brand yang mengeksplorasi format tersebut. Pada November 2025, brand asal China Documents merilis bag charm yang memadukan parfum 5 ml dengan pengait logam, tali kulit, dan manik-manik kayu. Empat aroma khasnya dipasangkan dengan simpul tradisional China yang memiliki makna seperti umur panjang, pemenuhan harapan, dan kebersamaan.

Sementara itu, Pop Mart memasukkan aroma buah ke dalam plush charm Baby Molly. Dalam produk tersebut, karakter menjadi daya tarik utama, sementara aroma memberikan pengalaman tambahan bagi penggunanya.

Tren Baru dengan Akar yang Sudah Lama

Parfum Berevolusi Jadi Aksesori, dari Scrunchie hingga Bag Charm. Foto: Instagram @diptyque

Konsep aksesori beraroma sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru. Pada 2019, Diptyque pernah meluncurkan Prêts-à-Parfumer, yang terdiri dari gelang anyaman beraroma, bros berbentuk burung dengan cakram keramik yang dapat diganti, hingga stiker yang bisa ditempelkan pada kulit.

Hal yang berbeda berbeda adalah konteksnya. Saat itu, tren bag charm, aksesori berlapis, dan berbagai beauty objects belum sekuat sekarang. Kini, aksesori semakin sering menjadi bagian dari cara seseorang melengkapi penampilan dan menampilkan personal style, termasuk melalui media sosial.

Penggunaan benda untuk membawa aroma juga memiliki sejarah panjang dalam budaya China. Jauh sebelum fragrance modern hadir dalam bentuk botol, masyarakat China telah menggunakan sachet, incense plaque, gelang agarwood, hingga ornamen sandalwood untuk membawa wewangian melalui pakaian, panas tubuh, dan sentuhan.

Tradisi tersebut kini bertemu dengan tren aksesori modern. Di Beijing, gelang manik-manik beraroma osmanthus dari Baita Temple Pharmacy seharga 169 RMB dilaporkan menjadi salah satu produk terlaris, dengan sekitar 50 buah per batch yang habis dalam dua hingga tiga hari.