Konten dari Pengguna

ASEAN di Era Perang Digital: Saatnya Jaga Perbatasan Dunia Maya

Aysya Rachsyanda
Seorang mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Sriwijaya
9 Oktober 2025 11:19 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
ASEAN di Era Perang Digital: Saatnya Jaga Perbatasan Dunia Maya
Keamanan siber ASEAN kini jadi ujian besar di era perang digital. Asia Tenggara harus memperkuat kedaulatan digital agar tak jadi korban ancaman siber lintas negara.
Aysya Rachsyanda
Tulisan dari Aysya Rachsyanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
source: https://www.freepik.com/free-photo/macro-shot-old-vintage-globe_2524233.htm#from_element=cross_selling__photo
zoom-in-whitePerbesar
source: https://www.freepik.com/free-photo/macro-shot-old-vintage-globe_2524233.htm#from_element=cross_selling__photo
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Di Era Digital, Keamanan ASEAN Diuji di Dunia Maya
Hingga kini, pembahasan-pembahasan terkait keamanan kawasan Asia Tenggara sering dikaitkan dengan isu-isu seperti Laut Cina Selatan atau ancaman militer yang konvensional. Akan tetap di balik jaringan internet yang semakin masif digunakan, kawasan ini dihadapi ancaman-ancaman baru yang tidak kalah serius dan patut untuk dikaji: yaitu keamanan siber (cyber security).
Pada era digital masa kini, serangan tidak semata hanya datang dalam bentuk rudal atau pun serangan dari pesawat tempur saja, melainkan dari virus, peretasaan (hacking), dan pencurian data. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, tercatat bahwa sejumlah negara ASEAN mengalami serangan siber skala besar yang menargetkan lembaha pemerintahan, sektor keuangan, sampai bahkan infrastruktur-infrastruktur penting.
ADVERTISEMENT
Meski strategi sudah ada, tantangannya tidak kalah besar. Dilansir dari CSIS bahwa beberapa negara anggota ASEAN, seperti Myanmar, Kamboja, dan Laos, memiliki kapasitas siber yang relatif rendah dibandingkan negara seperti Singapura dan Malaysia. Akibatnya, kesenjangan antar negara dalam kesiapan menghadapi serangan siber terasa nyata.
Dampak nyata serangan siber juga sudah terlihat di sektor keuangan. Misalnya, dilaporkan pada global pt security bahwa pada tahun 2023 serangan siber terhadap lembaga keuangan di Vietnam menyebabkan gangguan operasional dan bocornya data nasabah senilai sekitar US$420.000.
ADVERTISEMENT
ASEAN sejatinya telah mengambil langkah untuk menjembatani tantangan ini. Misalnya, strategi siber kawasan juga mencakup rencana pembentukan ASEAN Regional CERT (Computer Emergency Response Team) yang akan memfasilitasi koordinasi antar CERT nasional anggota ASEAN. Namun sampai sekarang pembentukan ASEAN CERT itu belum sepenuhnya terealisasi.
Tantangan besar lainnya adalah normatif dan operasional: meskipun ASEAN telah menerjemahkan norma-norma perilaku negara di ruang siber ke dalam “cyber norms checklist”, proses implementasi dan adopsinya masih lamban karena perbedaan tingkat transparansi dan kapasitas antar negara anggota.
ADVERTISEMENT
Dengan realitas itu, ASEAN perlu memperkuat beberapa langkah-langkah kolektif untuk menghadapi ancaman di dunia maya. Akselerasi pembentukan ASEAN CERT (Computer Emergency Response Team) menjadi langkah mendesak agar negara-negara anggota dapat merespons bersama ketika terjadi insiden lintas batas. Selain itu, ASEAN perlu menstandarkan regulasi keamanan data dan protokol penanganan korban serangan siber, supaya negara dengan kapasitas rendah tidak tertinggal. Pelatihan serta transfer teknologi juga penting dilakukan bagi anggota yang masih lemah dalam kapasitas digitalnya.
Di saat yang sama, kerja sama lintas sektor antara pemerintah, swasta, dan masyarakat juga harus diperkuat agar momentum transformasi digital tidak diiringi kerentanan yang meluas. Di masa depan, “perang” tak selalu dimulai dengan tembakan, tetapi bisa dengan satu klik di ujung jari. Jika ASEAN gagal menjawab tantangan digital secara bersama, kawasan ini berisiko menjadi pion dalam konflik maya yang semakin sulit ditelusuri. Karena itu, sudah saatnya ASEAN menjaga perbatasan dunia mayanya cyberspace friendly, bukan hanya laut dan udara.
ADVERTISEMENT
Tentang Penulis: Aysya Rachsyanda seorang mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Sriwijaya.
Referensi
ASEAN Secretariat. ASEAN Cybersecurity Cooperation Strategy 2021–2025. ASEAN, 2022.
CSIS. “ASEAN’s Cyber Initiatives: A Select List.” CSIS Strategic Technologies Blog.
Global ERIA. Strengthening ASEAN’s Cybersecurity: Collaborative Strategies for ASEAN.
The Diplomat. “Phishing in the South China Sea.” April 2023.
Kaspersky. “Cyber Threats Growing in Malaysia.” 2024.
AsiaPacific / Asia Connects. “Cybercriminals Step Up Attacks on ASEAN Businesses.” 2025.
CSIS. Significant Cyber Events List.