Fear Appeal dalam Konflik Iran: Propaganda Ketakutan Global

Seorang mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Sriwijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Aysya Rachsyanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Fear Appeal dan Propaganda Konflik dalam Pembentukan Opini Publik Global

Aysya Rachsyanda
07041382328187
Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya
Keywords: fear appeal, propaganda konflik, konflik Iran, opini publik, media global, politik ketakutan, etika propaganda
Ketakutan sebagai Bahasa Politik dalam Konflik Iran
Eskalasi ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel tidak hanya berlangsung melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui perang narasi di ruang publik global. Dalam konflik ini, ketakutan menjadi bahasa politik yang dominan. Ancaman serangan, isu senjata nuklir, dan retorika keamanan regional terus diproduksi untuk membentuk persepsi publik internasional terhadap Iran sebagai aktor berbahaya. Strategi ini menunjukkan bagaimana emosi, khususnya rasa takut, dimanfaatkan untuk memperoleh legitimasi politik.
Fear Appeal sebagai Teknik Propaganda Politik
Dalam kajian propaganda, fear appeal dikenal sebagai teknik persuasi yang menekankan ancaman dan konsekuensi negatif untuk mendorong penerimaan publik terhadap kebijakan tertentu. Dalam konteks Iran, ketakutan terhadap senjata nuklir, konflik regional, dan ketidakstabilan global sering digunakan untuk membenarkan tekanan politik dan kebijakan keamanan. Analisis dari Council on Foreign Relations menunjukkan bahwa persepsi ancaman kerap dibentuk melalui framing narasi yang berulang, bukan semata-mata berdasarkan fakta objektif.
Peran Media Global dalam Memproduksi Ketakutan
Media global memainkan peran penting dalam memperkuat fear appeal melalui pemilihan diksi, visual dramatis, dan fokus pada skenario terburuk. Pemberitaan konflik yang menekankan ancaman dan eskalasi cenderung lebih dominan dibandingkan narasi diplomasi dan de-eskalasi. Pola ini dapat dilihat dalam berbagai laporan konflik Timur Tengah oleh Reuters, di mana isu keamanan sering menjadi bingkai utama pemberitaan.
Dampak Fear Appeal terhadap Opini Publik Internasional
Penggunaan ketakutan sebagai strategi propaganda berdampak langsung terhadap opini publik global. Publik internasional cenderung menerima narasi sederhana tentang “ancaman” dan “musuh”, sehingga lebih mudah mendukung sanksi, tekanan diplomatik, atau bahkan opsi militer. Laporan dari International Crisis Group menegaskan bahwa framing konflik berbasis ketakutan sering mengaburkan dampak kemanusiaan dan mempersempit ruang solusi damai.
Tantangan Etika dalam Propaganda Berbasis Ketakutan
Meskipun efektif secara politis, penggunaan fear appeal menimbulkan persoalan etika serius. Ketika ketakutan diproduksi secara sistematis, propaganda berpotensi menyesatkan publik dan melemahkan kualitas diskursus global. Oleh karena itu, literasi media dan kesadaran kritis menjadi penting agar masyarakat mampu membedakan antara ancaman nyata dan narasi yang dibentuk demi kepentingan politik tertentu.
References
Bernays, E. L. (1928). Propaganda. Liveright Publishing Corporation.
Jowett, G. S., & O’Donnell, V. (2012). Propaganda and persuasion (5th ed.). SAGE Publications.
Lasswell, H. D. (1938). Propaganda technique in the World War. Peter Smith.
Lippmann, W. (1922). Public opinion. Harcourt, Brace and Company.
Shabo, M. E. (2008). Techniques of propaganda and persuasion. Prestwick House.
Al Jazeera. (n.d.). Middle East. https://www.aljazeera.com/middle-east/
Council on Foreign Relations. (n.d.). Iran. https://www.cfr.org/articles/trumps-iran-campaign-ignores-the-lessons-of-the-iraq-war
International Crisis Group. (n.d.). Middle East & North Africa. https://www.crisisgroup.org/pod/middle-east-north-africa/iran/special-episode-regime-change-or-regional-war-us-and-israel-kill-irans-supreme-leader
Reuters. (n.d.). Middle East. https://www.reuters.com/world/middle-east/us-assault-iran-ahead-schedule-says-us-middle-east-commander-2026-03-04/
