Konten dari Pengguna
Selat Hormuz: Jalur Sempit yang Menentukan Napas Politik Timur Tengah
8 Desember 2025 12:58 WIB
·
waktu baca 4 menit
Kiriman Pengguna
Selat Hormuz: Jalur Sempit yang Menentukan Napas Politik Timur Tengah
Selat Hormuz menjadi pusat sekuritisasi di Timur Tengah karena perannya sebagai jalur minyak dunia dan titik panas AS–Iran. Isu ini memengaruhi keamanan regional dan stabilitas global.Aysya Rachsyanda
Tulisan dari Aysya Rachsyanda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sekuritisasi Selat Hormuz menjadi isu penting karena jalur kecil ini menghubungkan minyak dunia, politik kawasan, dan ancaman keamanan yang bisa mengguncang stabilitas global.

ADVERTISEMENT
Keywords: Selat Hormuz, Timur Tengah, Iran, Amerika Serikat, Sekuritisasi, Copenhagen School, Geopolitik Energi, Keamanan Maritim, Minyak Dunia, Politik Global.
ADVERTISEMENT
Selat Hormuz dan Kenapa Jalur Sempit Ini Begitu Penting
Sekilas, Selat Hormuz tampak hanya sebagai celah kecil antara Iran dan Oman. Namun secara strategis, ia adalah jalur yang mengalirkan sekitar 20% minyak mentah dunia. Karena itu, banyak analis menyebut selat ini sebagai “urat nadi energi internasional.”
Sebuah kajian oleh JPS&D Journal (2025) menulis bahwa, “the strategic relevance of the Strait of Hormuz makes any escalation in the area capable of generating global repercussions” (Rasyid & Mahdani, 2025). Kutipan ini menggambarkan bahwa apa yang terjadi di selat ini tidak hanya berdampak pada kawasan, tetapi juga dunia.
Ketika Energi Dijadikan Senjata Politik
Selat Hormuz menjadi isu keamanan ketika negara-negara di kawasan mulai menjadikan kontrol atas selat sebagai alat tekanan politik. Iran, misalnya, beberapa kali mengancam akan menutup selat sebagai respons terhadap sanksi internasional.
ADVERTISEMENT
Dalam jurnal Social Science Review Archives (2025), Shakoor & Nasir menyebut, “Iran’s deterrence posture in the Strait of Hormuz is rooted in its ability to disrupt maritime traffic as a strategic bargaining tool.”
Dengan kata lain, keamanan energi dan strategi militer saling terkait di selat ini.
Ketegangan AS–Iran dan Siklus Sekuritisasi yang Tidak Pernah Usai
Ketegangan di Selat Hormuz tidak bisa dilepaskan dari relasi AS dan Iran. Sejak 2019, beberapa insiden tanker diserang atau disabotase, yang memicu pengerahan militer AS ke kawasan tersebut.
Menurut kajian internasional oleh IJHESS (2025), “the US-Iran confrontation consistently elevates the Strait of Hormuz to a securitized zone where military posturing becomes routine.”
Artinya, dinamika militer di selat ini bukan situasi sementara, ia telah menjadi pola yang berulang.
ADVERTISEMENT
Ketergantungan Negara Teluk Membuat Selat Ini Tidak Tergantikan
Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Irak sangat bergantung pada Selat Hormuz sebagai jalur ekspor minyak utama. Ketergantungan tinggi inilah yang membuat sekuritisasi selat ini berdampak langsung pada ekonomi dan stabilitas politik mereka.
Jurnal Energy Policy (Scopus Q1, 2020) menyebutkan, “closure or disruption in the Strait of Hormuz would severely impact the security of global energy exports and the economic resilience of Gulf states.”
Dengan kata lain, setiap ketegangan di sini bisa mempengaruhi harga minyak dunia.
Dampak Langsung bagi Masyarakat di Kawasan
Di balik isu geopolitik dan ketegangan militer, ada manusia biasa yang terkena dampaknya. Nelayan lokal, pekerja pelabuhan, dan komunitas maritim sering kali merasakan langsung pembatasan ruang gerak ketika militer memperketat patroli.
Sekuritisasi di sini tidak hanya menutup jalur tanker, tetapi juga mengubah kehidupan ribuan orang yang bergantung pada aktivitas laut di sekitar selat. Namun aspek ini jarang mendapat sorotan.
ADVERTISEMENT
Mengapa Dunia Harus Peduli pada Sekuritisasi Selat Hormuz?
Karena Selat Hormuz adalah contoh bagaimana satu titik kecil di peta bisa mengubah dinamika global. Ketika ketegangan di sini meningkat, harga minyak naik, pasar global bergejolak, dan diplomasi antarnegara ikut berubah.
Selama dunia masih bergantung pada minyak, Selat Hormuz akan tetap menjadi prioritas keamanan internasional.
Penutup: Selat Hormuz Adalah Barometer Timur Tengah
Sekuritisasi Selat Hormuz menunjukkan bahwa keamanan energi, politik militer, dan kepentingan nasional saling bertemu di jalur sempit ini. Ia kecil, tapi dampaknya besar. Dan selama ketegangan di Timur Tengah belum mereda, selat ini akan terus menjadi barometer keamanan kawasan.
Reference
Rasyid, F., & Mahdani, A. (2025). Security and Sovereignty in The Strait of Hormuz: The Iran-USA Conflict.
ADVERTISEMENT
Journal of Peace, Security and Democracy (SINTA 2).
https://doi.org/10.63280/jpsd.v1i1.42245
Shakoor, M., & Nasir, A. (2025). Iran’s Naval Strategy in the Strait of Hormuz: Implications for Global Maritime Security.
Social Science Review Archives (International Refereed Journal).
https://doi.org/10.70670/sra.v3i3.886
Aldakhil, K. (2020). Maritime piracy in the Strait of Hormuz and implications of energy export security.
Energy Policy (Scopus Q1, Elsevier).
https://doi.org/10.1016/j.enpol.2020.111379
Rahman, A. (2025). Geopolitical Dynamics of Maritime Security in the Strait of Hormuz.
International Journal of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS).
https://doi.org/10.55227/ijhess.v4i6.1351

