Bagaimana Cara 'Merasai Pikiran' ?

Ayu Novita Pramesti
Aparatur Sipil Negara yang melayani guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Direktorat Jenderal GTK, Kemendikbud
Konten dari Pengguna
18 Juni 2022 19:26 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Ayu Novita Pramesti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
source: https://pixabay.com/id
Di pertengahan tahun 2020, surat edaran yang berisi himbauan bagi ASN untuk mulai bekerja dari kantor dan rapat di luar dalam jumlah yang terbatas sudah terbit. Seiring dengan itu, terbitlah pula sakit di kepala saya. Saya merasa khawatir terhadap risiko untuk terkena COVID-19 yang tentunya lebih besar akibat harus beraktivitas di luar rumah. Selain itu, kekhawatiran terhadap orang tua saya yang mempunyai penyakit komorbid untuk terkena COVID-19 juga tinggi. Sebuah situasi yang dilematis. Tetap harus bekerja di luar rumah namun khawatir terkena COVID-19. Ketika bekerja di luar rumah, yang harus diselesaikan adalah program prioritas lembaga dengan load kerja yang tinggi dan situasi kerja penuh dinamika. Apa yang harus saya lakukan agar tetap 'waras'?
ADVERTISEMENT
Saya kemudian mengikuti sebuah webinar yang ditayangkan di YouTube. Webinar tersebut diisi oleh dr. Aisah Dahlan, seorang dokter yang juga konselor. Beliau mengajarkan kepada audiens untuk ‘Merasai Pikiran’. Berikut langkah-langkah yang beliau berikan untuk merasai pikiran:
1. tulis pikiran-pikiran yang muncul terhadap suatu masalah yang kita hadapi, baik pikiran yang membuat kita merasa lebih ‘parah’ maupun pikiran yang membuat kita merasa ‘lebih enak’;
2. pejamkan mata dan tarik nafas panjang;
3. baca ta’awudz 4 kali;
4. rasakan pikiran-pikiran yang membuat diri kita lebih nyaman;
5. bayangkan dan rasakan bahwa diri kita tenang dan bersyukur;
6. kepalkan tangan dan tarik nafas panjang; dan
7. hitung 1 sampai 3, lalu buka kembali mata.
ADVERTISEMENT
Setelah mencoba melakukan langkah-langkah di atas, saya merasa lebih baik karena pikiran-pikiran yang tidak enak bisa dilepaskan. Kemudian, saya juga merasa bisa menghadapi masalah yang ada karena masih ada hal-hal positif yang bisa saya lakukan. Apabila ada hal-hal yang mengganjal dalam pikiran, saya berusaha menerapkan hal ini, minimal menuliskan pikiran-pikiran yang membuat diri merasa ‘enak’ dan ‘tidak enak’.
Berikut contoh list pikiran yang pernah saya buat terhadap suatu masalah.
List pikiran-pikiran
Semoga tulisan ini bermanfaat sebagai upaya kita untuk menjaga kesehatan mental, terutama ketika bekerja dan menjalankan kehidupan sehari-hari. Tetap semangat!