Konten dari Pengguna

Darimana Ucapan Mohon Izin Itu Berasal?

Ayu Novita Pramesti

Ayu Novita Pramesti

Aparatur Sipil Negara yang melayani guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Direktorat Jenderal GTK, Kemendikbud

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ayu Novita Pramesti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

sumber foto https://www.pexels.com/id-id/@suju/
zoom-in-whitePerbesar
sumber foto https://www.pexels.com/id-id/@suju/

Hai, Sobat ASN! Coba ingat-ingat lagi kapan pertama kali mengucapkan ‘mohon izin’?

Kalau saya, pertama kali mengucapkan kedua kata itu sebelum menjadi ASN, tepatnya saat bertugas di sebuah universitas negeri. Ketika itu, saya harus menghubungi purnawirawan polisi dan polisi aktif untuk menyampaikan undangan kegiatan.

Tentu saja saya bingung harus memulai dengan kata-kata apa saat menghubungi mereka. Namun, saya teringat dengan pesan dari ibu saya. Kata beliau, kalau berbicara sama tentara atau polisi, gunakanlah kata ‘mohon izin’. Dengan menggunakan kedua kata tersebut sebagai pembuka percakapan, saya merasa lebih percaya diri dan tidak canggung lagi untuk berkomunikasi dengan mereka.

Ketika masuk ke lingkungan birokrasi, ternyata saya harus membiasakan untuk mengucapkan kedua kata itu lagi, sesuai dengan kebiasaan pimpinan dan rekan kerja. Baik pimpinan maupun rekan kerja, sering mengucapkannya saat rapat, terutama ketika ingin berbicara kepada seseorang yang kedudukannya yang lebih tinggi. Kata ‘mohon izin’ sudah menjadi tradisi di lingkungan birokrasi.

sumber foto : https://www.pexels.com/id-id/@padrinan/

Saya kemudian penasaran. Sebenarnya kebiasaan untuk mengucapkan ‘mohon izin’ ini berasal darimana, sih? Rasa penasaran ini kemudian terjawab setelah saya tidak sengaja menemukan buku elektronik berjudul ‘Tradisi TNI AL’. Saya berhasil mengetahui darimana asal usul tradisi penggunaan ‘mohon izin’ pada halaman 86-87 buku tersebut. Berikut kutipannya.

Demikian juga halnya dengan di lingkungan TNI AL, di mana kata “mohon izin” sudah menjadi tradisi yang bermakna luas sekali karena bagi setiap prajurit yang melapor kepada atasan akan selalu diawali kata ‘mohon izin’ dan di setiap kalimat yang diucapkannya tersisip kata “mohon izin” dalam berbagai keadaan dan keperluan.

Hal ini menunjukkan bahwa prajurit TNI AL adalah prajurit yang loyal dan patuh kepada atasannya. Kata ‘mohon izin’ mengalami perluasan perkembangan makna saat ini, prajurit TNI AL berbicara kepada pangkat yang lebih tinggi dan senior selalu mengucapkan mohon izin bahkan kepada masyarakat yang dianggap berpengaruh dan dihormati di lingkungannya, yang akhirnya prajurit TNI AL dikenal di masyarakat sebagai prajurit yang sopan santun dalam berbicara dan tindakannya.

Jelaslah sudah bahwa kata ‘mohon izin’ berasal dari tradisi di lingkungan militer yang kemudian juga digunakan di lingkungan lain, termasuk birokrasi. Bahkan, di obrolan sehari-hari, baik lisan maupun tulisan, suka terselip kedua kata ini.

Ngomong-ngomong, mohon izinnya mau berapa hari nih? :)