Masjidil Aqsha dan Peristiwa Isra' Mi'raj

Aparatur Sipil Negara yang melayani guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan di bidang pendidikan di Direktorat Jenderal GTK, Kemendikbud
Tulisan dari Ayu Novita Pramesti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tak terasa, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Rajab. Sesuai dengan pendapat Al-Allamah Al Manshurfury, terjadi peristiwa Isra’ (perjalanan di malam hari) yang dialami sendiri oleh Rasulullah SAW pada malam tanggal 27 Rajab tahun kesepuluh dari masa kenabian beliau. Selain tanggal 27 Rajab, ada beberapa pendapat lain terkait waktu peristiwa Isra’. Namun, untuk lebih mempersingkat tulisan ini, perbedaan pendapat tersebut tidak akan disampaikan di sini.
Peristiwa Isra’ ini diabadikan oleh Allah SWT di dalam QS Al-Isra ayat 1 yang artinya:
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
Dalam ayat tersebut, sangat jelas bahwa peristiwa Isra’ berawal dari Masjidilharam di Makkah dan kemudian berakhir di Masjidil Aqsa yang ada di Palestina. Dari Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW kemudian naik ke langit bersama Malaikat Jibril (mi’raj). Ayat tersebut tidak menjelaskan secara detail bagaimana peristiwa mi’raj karena peristiwa mi’raj dijelaskan oleh Rasullullah SAW melalui hadits yang dimuat dalam Kitab Shahih Al Bukhari dan Kitab Shahih Muslim.
Tulisan ini akan lebih fokus untuk membahas Peristiwa Isra’ karena dengan adanya peristiwa tersebut, Allah SWT secara langsung menyebut Masjidil Aqsha dalam firmanNya. Masjidil Aqsha terletak di kawasan Baitul Maqdis. Kawasan Baitul Maqdis ini tidak hanya meliputi kota tua Yerusalem yang ada di Palestina, tetapi juga kota-kota besar hingga desa-desa kecil di sekitarnya. Masjidil Aqsha adalah pusat keberkahan bagi Baitul Maqdis.
Masjidil Aqsha ini memiliki keutamaan-keutamaan yang diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW. Dalam HR Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun setelah Masjidilharam. Selain itu, seseorang yang menunaikan sholat di Masjidil Aqsha akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda karena empat kali sholat di Masjidil Aqsha setara dengan satu kali sholat di Masjid Nabawi (HR Ibrahim bin Thahman).
Peristiwa Isra’ yang dialami Rasulullah SAW, menurut riwayat yang shahih, adalah peristiwa dimana Rasulullah SAW diperjalankan dengan jasadnya oleh Allah SWT, bersama Malaikat Jibril dengan menaiki Buraq dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha. Di Masjidil Aqsha, beliau menjadi imam dan sholat bersama para nabi lain. Berikut hadits yang menjelaskan tentang perjalanan Isra’ tersebut.
“Aku diberi Buraq, yaitu seekor hewan putih yang lebih besar dari himar dan lebih kecil dari keledai. Aku mengendarainya. Dia membawaku hingga sampai ke Baitul-Maqdis. Lalu aku mengikatnya di tempat para nabi menambatkan. Aku masuk ke Baitul-Maqdis dan shalat dua raka’at. Setelah itu aku keluar. Malaikat Jibril menghampiriku dengan membawa satu wadah berisi khamr dan satu wadah berisi susu. Aku memilih susu. Malaikat Jibril Alaihissallam berkata: ‘Engkau telah (memilih) sesuai dengan fithrah,’ setelah itu, ia membawaku naik ke langit”. (HR Imam Ahmad)
Dalam sebuah video perjalanan ziarah ke Masjidil Aqsha yang diabadikan oleh seorang WNI, Rasulullah SAW diyakini menjadi imam sholat bersama para nabi di tempat yang berada dekat dengan bangunan Masjid Qubbatush Shakhra atau Masjid Kubah Batu (Dome of The Rock). Di dalam kubah masjid yang berwarna kuning keemasan ini, ada batu besar yang diyakini sebagai tempat Rasulullah SAW memulai perjalanannya naik ke langit (mi’raj) untuk kemudian bertemu dengan para nabi, menerima perintah sholat lima waktu dari Allah SWT serta menyaksikan peristiwa-peristiwa gaib lainnya atas izin Allah SWT.
Kini, memasuki Kompleks Masjidil Aqsa yang di dalamnya terdapat beberapa tempat sholat, yaitu masjid Al-Qibli, masjid As-Shakrah, mushala Al-Marwani, masjid Al-Aqsa Al-Qadim, masjid Al-Buraq, masjid Al-Magharibah dan masjid An-Nisa, tidaklah semudah memasuki Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, karena kompleks masjid tersebut berada dalam keadaan terjajah. Namun, kita tetap harus bersungguh-sungguh untuk berkunjung ke sana (syaddur rihaal) sebagaimana diperintahkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits.
"Dan jangan mengencangkan pelana (melakukan perjalanan jauh) kecuali untuk mengunjungi tiga masjid: Masjidku (Masjid Nabawi), Masjidil Haram, dan Masjidil Aqsha." (HR Bukhari dan Muslim).
Kalaupun belum bisa berkunjung langsung, tetap berniat dan berdoa sembari melaksanakan pesan pejuang Palestina ini: Jagalah wudhu kalian. Sebentar lagi kita akan sholat di Masjidil Aqsha.
Sumber
Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfury
Hal-hal yang Harus Diketahui Setiap Muslim tentang Masjidil Aqsha https://sahabatalaqsha.com/nws/?p=13175
Isrâ’ dan Mi’râj https://almanhaj.or.id/2329-isra-dan-miraj.html
Mengenal Masjid Al Qibli https://adararelief.com/mengenal-masjid-al-qibli/
Video Masjidil Aqsa Part 2 Kubah Shakhrah https://youtu.be/oa1da665geY?si=lBBJEPONV_O1ZjIa
