Konten dari Pengguna

Lingkungan Bisnis: Mengapa Usaha yang Bagus Bisa Tumbang?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ayu Purnama Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lingkungan bisnis memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan sebuah usaha. Banyak pelaku usaha merasa produknya sudah bagus, harganya sesuai, dan timnya solid, tetapi bisnis tetap bisa mengalami kesulitan. Hal ini dapat terjadi karena perubahan teknologi, kondisi ekonomi, kebiasaan konsumen, dan persaingan yang terus berkembang.

sumber : Dokumentasi pribadi.         |                      Foto ini hanya ilustrasi semata
zoom-in-whitePerbesar
sumber : Dokumentasi pribadi. | Foto ini hanya ilustrasi semata

Apa Itu Lingkungan Bisnis?

Lingkungan bisnis adalah berbagai faktor di dalam dan di luar perusahaan yang dapat memengaruhi kegiatan usaha dan pengambilan keputusan. Faktor tersebut tidak semuanya bisa dikendalikan oleh pemilik usaha. Karena itu, pelaku bisnis perlu memahami kondisi di sekitarnya dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan.

Secara umum, lingkungan bisnis dapat dibagi menjadi lingkungan internal dan lingkungan eksternal.

Lingkungan internal mencakup hal-hal yang masih dapat dikendalikan oleh perusahaan, seperti sumber daya manusia, modal, arus kas, manajemen, strategi, operasional, dan teknologi. Kondisi internal yang baik akan membantu usaha menghadapi berbagai tekanan dari luar.

Modal memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Pengelolaan keuangan juga sangat berpengaruh. Usaha dengan modal besar pun dapat mengalami masalah jika arus kas tidak dikelola dengan baik.

Lingkungan Eksternal dan Persaingan

Lingkungan eksternal berasal dari luar perusahaan. Salah satu bagian di dalamnya adalah lingkungan mikro yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha, seperti pelanggan, pemasok, pesaing, dan mitra distribusi.

Michael Porter melalui konsep Five Forces menjelaskan bahwa persaingan dalam sebuah industri dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti persaingan antarperusahaan, daya tawar pelanggan dan pemasok, ancaman pendatang baru, serta produk atau jasa pengganti.

Contohnya, ketika selera pelanggan berubah, produk yang sebelumnya laris bisa saja mulai ditinggalkan. Begitu juga ketika harga bahan baku naik, biaya produksi ikut meningkat dan keuntungan usaha dapat berkurang.

Perubahan Teknologi Juga Memengaruhi Bisnis

Selain faktor mikro, ada lingkungan makro yang cakupannya lebih luas. Salah satu cara untuk melihatnya adalah dengan menggunakan PESTEL, yaitu Political, Economic, Social, Technological, Environmental, dan Legal.

Faktor politik berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Faktor ekonomi meliputi inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan daya beli masyarakat. Faktor sosial berkaitan dengan gaya hidup dan kebiasaan konsumen. Faktor teknologi mencakup digitalisasi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan.

Sementara itu, faktor lingkungan berkaitan dengan keberlanjutan dan perubahan iklim, sedangkan faktor legal mencakup perizinan, pajak, ketenagakerjaan, dan perlindungan konsumen.

Semua faktor tersebut dapat memberikan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha.

Pelajaran dari Kasus Kodak

Salah satu contoh yang menunjukkan pentingnya beradaptasi adalah Kodak. Perusahaan ini pernah menjadi salah satu perusahaan fotografi terbesar di dunia. Pada tahun 1975, insinyur Kodak bernama Steven Sasson bahkan berhasil membuat prototipe kamera digital.

Namun, perkembangan teknologi digital kemudian mengubah industri fotografi. Kodak memang ikut mengembangkan teknologi digital, tetapi perusahaan mengalami kesulitan dalam mengubah model bisnis yang selama ini bergantung pada film dan percetakan. Ketika kamera digital semakin berkembang, penggunaan film menurun dan bisnis Kodak ikut terdampak.

Pada tahun 2012, Kodak mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat. Kasus ini menunjukkan bahwa perusahaan besar sekalipun dapat mengalami masalah jika perubahan lingkungan bisnis tidak diikuti dengan strategi yang tepat.

Contoh Perubahan Bisnis di Indonesia

Perubahan lingkungan bisnis juga dapat dilihat di Indonesia. Salah satunya melalui perkembangan transportasi daring. Kehadiran layanan berbasis aplikasi membuat masyarakat semakin terbiasa memesan kendaraan melalui ponsel.

Perubahan kebiasaan tersebut membuat sebagian pelaku usaha transportasi konvensional menghadapi persaingan baru. Pelaku usaha yang mampu mengikuti perkembangan teknologi memiliki peluang lebih besar untuk tetap menarik pelanggan.

Hal serupa terjadi pada sistem pembayaran. Bank Indonesia meluncurkan QRIS pada tahun 2019, dan penggunaannya semakin berkembang di berbagai jenis usaha. Banyak UMKM kemudian menyediakan QRIS karena pelanggan semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat mengubah cara bisnis melayani pelanggan. Pelaku usaha yang cepat membaca perubahan akan lebih mudah menyesuaikan diri.

Pentingnya Adaptasi bagi Pelaku Usaha

Menghadapi lingkungan bisnis membutuhkan sikap yang terbuka terhadap perubahan. Pelaku usaha dapat memulainya dengan cara sederhana, seperti memperhatikan tren konsumen, mengikuti perkembangan pesaing, memahami perubahan aturan, dan mendengarkan keluhan pelanggan.

Analisis SWOT juga dapat digunakan untuk melihat kekuatan dan kelemahan dari dalam usaha serta peluang dan ancaman dari luar. Dengan begitu, pemilik usaha dapat menentukan langkah yang lebih sesuai dengan kondisi bisnisnya.

Sebaliknya, masalah dapat muncul jika pelaku usaha merasa sudah nyaman dan hanya mengandalkan produk yang sudah ada. Ketika perubahan baru diperhatikan setelah penjualan menurun, proses untuk mengejar ketertinggalan bisa menjadi lebih sulit dan membutuhkan biaya lebih besar.

Hal ini juga berlaku bagi usaha kecil. Membaca lingkungan bisnis bukan hanya pekerjaan perusahaan besar. Usaha kecil justru sering memiliki kelebihan karena dapat mengambil keputusan dan mengubah strategi dengan lebih cepat.

Kesimpulan

Lingkungan bisnis selalu berubah. Produk yang bagus dan tim yang solid memang penting, tetapi belum tentu cukup untuk membuat sebuah usaha bertahan dalam jangka panjang.

Perubahan teknologi, ekonomi, kebiasaan konsumen, persaingan, dan kebijakan pemerintah dapat memberikan dampak besar terhadap bisnis. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami kondisi internal sekaligus memperhatikan perubahan dari luar.

Dengan rutin memantau lingkungan bisnis, mendengarkan pelanggan, mengikuti perkembangan teknologi, dan berani beradaptasi, sebuah usaha akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Pada akhirnya, bisnis yang mampu bertahan bukan hanya bisnis yang memiliki produk bagus, tetapi juga bisnis yang mampu membaca perubahan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.