Konten dari Pengguna

Hoshi SEVENTEEN Cedera ACL, Kenapa Pemulihannya Tidak Sebentar?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ayudya Kayla Az Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Foto: Shutterstock

Hoshi SEVENTEEN mengalami cedera lutut saat menjalani latihan bersama tim pertunjukan Angkatan Darat Korea Selatan. Pada 12 September 2026, Hoshi menyampaikan melalui Weverse bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya robekan total pada anterior cruciate ligament atau ACL.

Hoshi dijadwalkan menjalani operasi dan harus fokus pada pemulihan. Cedera tersebut juga membuatnya tidak dapat mengikuti sejumlah pertunjukan militer yang sebelumnya telah dipersiapkan.

Kabar tersebut kemudian ramai dibicarakan penggemar di media sosial, termasuk di X. Di tengah perdebatan mengenai kondisi Hoshi, istilah ACL ikut menjadi perhatian.

Cedera ini memang cukup dikenal dalam dunia olahraga, tetapi tidak banyak orang mengetahui mengapa robekan ACL dapat membuat seseorang harus menjalani proses pemulihan yang panjang.

ACL merupakan salah satu ligamen utama di dalam lutut yang berfungsi menjaga kestabilan sendi.

Ligamen ini membantu lutut ketika tubuh melakukan gerakan seperti berputar, mengubah arah, melompat, atau mendarat.

Cedera ACL dapat terjadi ketika lutut bergerak secara tiba-tiba atau menerima tekanan yang terlalu besar.

Aktivitas dengan gerakan cepat dan perubahan arah menjadi salah satu kondisi yang sering berkaitan dengan cedera tersebut.

Ketika ACL mengalami robekan, gejala yang muncul dapat berupa nyeri, pembengkakan, serta rasa tidak stabil pada lutut.

Pembengkakan bahkan dapat terjadi dalam beberapa jam setelah cedera. Pemeriksaan medis kemudian diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kondisi bagian lutut lainnya.

Pada kasus robekan total, penanganan dapat berbeda pada setiap orang. Dokter akan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kondisi lutut, aktivitas sehari-hari, serta jenis aktivitas fisik yang ingin kembali dilakukan.

Rekonstruksi ACL menjadi salah satu pilihan bagi pasien tertentu, terutama mereka yang membutuhkan lutut dengan tingkat stabilitas tinggi untuk aktivitas fisik.

Hoshi sendiri telah menyampaikan bahwa dirinya akan menjalani operasi. Setelah operasi dilakukan, proses pemulihan belum selesai.

Lutut masih membutuhkan rehabilitasi untuk mengembalikan rentang gerak, kekuatan otot, keseimbangan, serta kemampuan mengendalikan gerakan.

Bagi seseorang yang aktivitasnya berkaitan dengan performa fisik, proses tersebut menjadi lebih kompleks.

Seorang performer tidak hanya membutuhkan kemampuan berjalan tanpa rasa sakit, tetapi juga harus mampu melakukan gerakan yang menjadi bagian dari pekerjaannya.

Gerakan menari misalnya, membutuhkan kemampuan untuk melompat, mendarat, berputar, berpindah arah, dan menopang tubuh dengan satu kaki.

Semua gerakan tersebut memberikan beban pada lutut dan membutuhkan koordinasi otot serta keseimbangan yang baik.

Itulah sebabnya seseorang yang sudah merasa lebih nyaman setelah operasi belum tentu langsung dapat kembali melakukan aktivitas dengan intensitas tinggi. Kemampuan lutut perlu dinilai terlebih dahulu melalui proses rehabilitasi.

Waktu untuk kembali berolahraga setelah rekonstruksi ACL juga tidak sama untuk setiap pasien.

Sejumlah literatur medis menggunakan rentang sekitar sembilan hingga 12 bulan sebagai gambaran waktu yang umum, tetapi keputusan untuk kembali beraktivitas tetap bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Kembali terlalu cepat juga memiliki risiko. Penelitian oleh American Orthopaedic Society for Sports Medicine menunjukkan adanya peningkatan risiko cedera ACL kedua pada atlet yang kembali berolahraga sebelum sembilan bulan setelah operasi.

Proses pemulihan akhirnya tidak hanya menunggu luka operasi membaik. Kekuatan otot, stabilitas lutut, kemampuan melakukan gerakan tertentu, dan kesiapan tubuh perlu dipastikan sebelum aktivitas dengan beban tinggi kembali dilakukan.

Cedera yang dialami Hoshi membuat ACL kembali ramai dibicarakan di media sosial. Di luar perdebatan yang muncul di antara penggemar, cedera tersebut menjadi gambaran bahwa kerusakan pada ligamen lutut membutuhkan penanganan dan pemulihan yang tidak singkat.

Bagi performer yang sehari-hari mengandalkan gerakan tubuh, kembali ke panggung juga membutuhkan kesiapan fisik yang cukup.

Pemulihan bukan sekadar menunggu sampai rasa sakit berkurang, tetapi memastikan lutut kembali mampu menjalankan fungsinya dengan aman.