Mengapa Orang Lebih Cepat Menilai daripada Memahami?

Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ayumi Indira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menilai seseorang sering kali hanya membutuhkan beberapa detik. Melihat seseorang yang memilih diam bisa dianggap sombong. Seseorang yang jarang hadir dalam suatu lingkungan bisa disebut tidak peduli. Bahkan, keputusan hidup seseorang dapat dengan mudah dianggap aneh hanya karena berbeda dari apa yang dianggap biasa.
Padahal, apa yang terlihat dari luar belum tentu menggambarkan keadaan sebenarnya.
Seseorang mungkin sedang menghadapi masalah yang tidak diceritakan. Seseorang yang terlihat baik-baik saja juga belum tentu sedang menjalani hari yang mudah. Namun, tanpa mengetahui keseluruhan cerita, orang lain sering kali sudah lebih dulu membuat kesimpulan.
Lebih Mudah Melihat daripada Memahami
Memahami seseorang membutuhkan waktu. Ada percakapan yang perlu didengar, pengalaman yang perlu diketahui, dan sudut pandang yang perlu dipertimbangkan. Sementara itu, menilai jauh lebih sederhana. Cukup melihat satu perilaku, lalu menghubungkannya dengan asumsi yang sudah ada.
Hal ini membuat seseorang terkadang dinilai hanya berdasarkan apa yang tampak di permukaan.
Ketika seseorang memilih untuk tidak banyak bercerita, misalnya, bukan berarti ia tidak memiliki alasan. Ketika seseorang mengambil keputusan yang berbeda, bukan berarti ia tidak memikirkannya dengan matang. Ada banyak hal yang mungkin tidak terlihat dan memang tidak selalu harus diketahui oleh orang lain.
Tidak Semua Hal Perlu Diketahui Orang Lain
Ada kecenderungan untuk menganggap bahwa ketika seseorang terlihat berbeda, penjelasan harus selalu diberikan. Mengapa memilih jalan tersebut? Mengapa berubah? Mengapa tidak melakukan hal yang sama seperti orang lain?
Padahal, tidak semua keputusan dalam hidup harus dapat dipahami oleh semua orang.
Setiap orang memiliki pengalaman, pertimbangan, dan keadaan yang berbeda. Sesuatu yang terlihat tidak masuk akal bagi seseorang bisa jadi merupakan pilihan yang paling masuk akal bagi orang yang menjalaninya.
Memahami bukan berarti harus selalu setuju. Seseorang tetap dapat memiliki pendapat yang berbeda tanpa harus terburu-buru memberikan penilaian.
Sebelum Menilai, Beri Ruang untuk Memahami
Tidak ada yang benar-benar mengetahui seluruh kehidupan orang lain hanya dari apa yang terlihat. Apa yang terlihat sebagai sikap, keputusan, atau perubahan mungkin merupakan hasil dari proses panjang yang tidak pernah diceritakan.
Karena itu, sebelum memberikan penilaian, ada baiknya memberi sedikit ruang untuk memahami. Bukan karena semua orang harus dimaklumi, tetapi karena satu potongan cerita tidak pernah cukup untuk menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang.
Kadang, yang dibutuhkan seseorang bukan nasihat atau penilaian, melainkan kesempatan untuk menjalani hidupnya tanpa terus-menerus merasa harus menjelaskan diri.
