Setelah Dewasa, Kita Harus Mulai dari Mana?

Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ayumi Indira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada masa ketika kita ingin cepat dewasa.
Kita membayangkan menjadi orang dewasa berarti bebas menentukan hidup sendiri. Tidak ada lagi yang mengatur harus pulang jam berapa, memilih kegiatan sendiri, atau menentukan apa yang ingin dilakukan.
Tapi, realitanya, ketika benar-benar mulai memasuki kehidupan dewasa, kebebasan itu datang bersama banyak hal yang tidak pernah kita bayangkan.
Tiba-tiba kita harus mulai memikirkan pekerjaan, penghasilan, karir, keluarga, dan masa depan. Hal-hal yang dulu terasa masih jauh perlahan menjadi sesuatu yang harus dipikirkan sekarang.
Lalu muncul satu pertanyaan sederhana yang ternyata cukup sulit dijawab:
“Aku harus mulai dari mana?”
Setelah lulus, hidup tidak otomatis punya arah
Ada anggapan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, kita akan tahu langkah selanjutnya. Lulus kuliah, mencari pekerjaan, mendapatkan penghasilan, membangun karier, lalu perlahan kehidupan akan berjalan sesuai rencana.
Nyatanya, tidak semua orang punya jalan yang serapi itu.
Ada yang setelah lulus langsung mendapatkan pekerjaan. Ada yang masih mengirim banyak lamaran dan menunggu panggilan. Ada yang bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya. Ada pula yang bahkan belum tahu pekerjaan seperti apa yang sebenarnya ingin dijalani.
Pada titik tertentu, kita mungkin mulai mempertanyakan diri sendiri.
Apakah aku terlambat?
Pertanyaan itu bisa semakin terasa ketika melihat teman-teman sebaya mulai menemukan jalannya masing-masing.
Ada yang sudah bekerja di perusahaan impian, ada yang mulai membangun bisnis, ada yang melanjutkan pendidikan, bahkan ada yang sudah merasa yakin dengan bidang yang ingin ditekuni.
Sementara kita masih membuka lowongan pekerjaan sambil bertanya-tanya, “Kalau aku melamar ini, sebenarnya aku cocok nggak?”
Tidak semua orang memulai dari tempat yang sama
Hal yang sering terlupakan ketika kita membandingkan perjalanan sendiri dengan orang lain.
Kita melihat seseorang mendapatkan pekerjaan lebih cepat, tetapi tidak tahu bagaimana perjuangan mereka sebelumnya.
Kita melihat teman sudah memiliki karier yang terlihat menjanjikan, tetapi tidak tahu berapa kali mereka gagal sebelum sampai di sana.
Begitu juga sebaliknya.
Ada orang yang mungkin terlihat belum melakukan banyak hal, tetapi sebenarnya sedang berusaha menyelesaikan persoalan yang tidak kita ketahui.
Setiap orang punya kondisi, kesempatan, kemampuan, dan titik awal yang berbeda.
Karena itu, kehidupan dewasa sebenarnya tidak punya satu urutan yang wajib diikuti semua orang.
Tidak harus lulus lalu langsung mendapatkan pekerjaan impian.
Tidak harus usia tertentu sudah punya karir yang mapan.
Tidak harus langsung tahu ingin bekerja sampai kapan di suatu bidang.
Jadi, harus mulai dari mana?
Kita tidak perlu langsung memikirkan seluruh kehidupan sekaligus.
Ketika masa depan terasa terlalu besar untuk dipikirkan, kita bisa mulai dari sesuatu yang lebih dekat.
Apa yang bisa dilakukan sekarang?
Dimulai dengan memperbaiki CV. Mencoba melamar satu pekerjaan. Mempelajari keterampilan baru. Mengikuti kegiatan yang bisa menambah pengalaman. Bertanya kepada orang yang sudah lebih dulu bekerja di bidang yang diminati.
Atau mungkin justru dengan mengakui bahwa kita masih belum tahu.
Tidak tahu bukan berarti tidak punya masa depan.
Kadang, kita memang perlu mencoba beberapa hal terlebih dahulu untuk mengetahui apa yang cocok dan apa yang ternyata tidak kita inginkan.
Kita mungkin akan salah memilih pekerjaan. Mungkin akan pindah bidang. Mungkin akan merasa tidak cocok dengan sesuatu yang sebelumnya kita kira sebagai pilihan terbaik.
Dan itu tidak selalu berarti kita gagal.
Bisa jadi, kita hanya sedang menemukan jalan yang lebih sesuai.
Dewasa ternyata bukan tentang sudah punya semua jawaban
Menjadi dewasa bukan tentang akhirnya memiliki semua jawaban.
Bukan tentang sudah tahu akan bekerja sebagai apa, tinggal di mana, memiliki penghasilan berapa, atau seperti apa kehidupan lima tahun mendatang.
Menjadi dewasa justru tentang berani mengambil keputusan meskipun kita belum mengetahui seluruh hasilnya.
Kita mungkin belum tahu akan sampai di mana. Kita juga mungkin belum punya gambaran kehidupan yang benar-benar jelas.
Tapi setidaknya, kita bisa menentukan satu langkah kecil yang ingin dilakukan hari ini.
