Apakah Anxiety Disorder Banyak Terjadi Pada Remaja?

Mahasiswi Universitas Pamulang jurusan Sastra Indonesia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ayuni Dwi Wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anxiety disorder atau gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang menyebabkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Anxiety disorder menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM V) mendefinisikan gangguan kecemasan (anxiety) sebagai perasaan takut berlebihan yang terjadi pada seseorang yang berdampak pada terganggunya kegiatan sehari-hari. Gangguan kecemasan dapat dialami oleh banyak individu tanpa melihat usia maupun jenis kelamin dan penyebab dari gangguan kecemasan ini cukup variatif.
WHO mengatakan jika terdapat 301 juta orang dengan gangguan mental ini, dimana 58 juta diantaranya adalah anak-anak dan remaja, gangguan kecemasan menempati urutan kedua dari sepuluh penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia.
Gejala pertama para penderita gangguan kecemasan adalah merasa gugup hingga jantung berdetak lebih cepat. Maka sulit bagi tubuh dan pikiran untuk mengendalikan emosi menghadapi objek tersebut. Kecemasan dan kekhawatiran dapat menyebabkan serangan panik pada penderitanya. Penyebab anxiety disorder berasal dari otak yang membentuk respon kecemasan dari ingatan, semacam trauma ketika ingatan tersebut muncul dan gangguan kecemasan terjadi.
Pada dasarnya, para penderita harus lebih memperhatikan gejala anxiety disorder, karena berbahaya jika tidak segera menghubungi dokter terkait. Para penderita gangguan kecemasan dapat disembuhkan secara bertahap dengan psikoterapi dan mengkomsumsi obat-obatan antidepresan yang diberikan oleh ahli kesehatan. Hal terpenting juga pola hidup sehat, menghindari kafein, istirahat yang cukup, berolahraga dan tidak merokok berharap dapat meringankan gangguan kecemasan.
Anxiety disorder atau gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang menyebabkan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Anxiety disorder menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM V) mendefinisikan gangguan kecemasan (anxiety) sebagai perasaan takut berlebihan yang terjadi pada seseorang yang berdampak pada terganggunya kegiatan sehari-hari. Gangguan kecemasan dapat dialami oleh banyak individu tanpa melihat usia maupun jenis kelamin dan penyebab dari gangguan kecemasan ini cukup variatif.
WHO mengatakan jika terdapat 301 juta orang dengan gangguan mental ini, dimana 58 juta diantaranya adalah anak-anak dan remaja, gangguan kecemasan menempati urutan kedua dari sepuluh penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia.
Gejala pertama para penderita gangguan kecemasan adalah merasa gugup hingga jantung berdetak lebih cepat. Maka sulit bagi tubuh dan pikiran untuk mengendalikan emosi menghadapi objek tersebut. Kecemasan dan kekhawatiran dapat menyebabkan serangan panik pada penderitanya. Penyebab anxiety disorder berasal dari otak yang membentuk respon kecemasan dari ingatan, semacam trauma ketika ingatan tersebut muncul dan gangguan kecemasan terjadi.
Pada dasarnya, para penderita harus lebih memperhatikan gejala anxiety disorder, karena berbahaya jika tidak segera menghubungi dokter terkait. Para penderita gangguan kecemasan dapat disembuhkan secara bertahap dengan psikoterapi dan mengkomsumsi obat-obatan antidepresan yang diberikan oleh ahli kesehatan. Hal terpenting juga pola hidup sehat, menghindari kafein, istirahat yang cukup, berolahraga dan tidak merokok berharap dapat meringankan gangguan kecemasan.
