Konten dari Pengguna

Puisi "Ayah" Kerinduan dan Luka Batin Seorang Anak Perempuan

Ayuni Dwi Wulandari

Ayuni Dwi Wulandari

Mahasiswi Universitas Pamulang jurusan Sastra Indonesia

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ayuni Dwi Wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak yang sedang menangis karena ayahnya. Sumber: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak yang sedang menangis karena ayahnya. Sumber: Freepik.com

Puisi merupakan bentuk karya sastra yang menggunakan bahasa yang indah, ringkas, dan penuh makna untuk mengungkapkan perasaan, pikiran, dan pengalaman yang dirasakan oleh penulisnya atau disekitarnya. Dalam puisi, pemilihan kata sangat diperhatikan untuk menciptakan kekuatan imajinasi dan kedalaman makna melalui majas, ritme, dan simbol-simbol tertentu.

Dalam tulisan ini akan menyajikan puisi yang menggambarkan tentang dimana seorang anak yang rindu dengan sosok ayah yang dahulu menjadi cinta pertama dan sumber kebahagiannya, namun kini menjadi sumber luka dan traumanya.

Bait Puisi "Ayah"

Katanya dulu kau cinta pertamaku

Bagai malaikat pelindungku dari murka ibu

Selalu membuat lelucon yang receh

Terbahak diriku dibuatnya

Namun saat ini kau berubah

Melukai fisik, mengoyak batin

Kau bagaikan monster bengis yang tak punya hati

Tangan kekar itu dahulu menyayangiku

Kini kerap kali memukul hatiku

Mengapa rajaku menjadi tempramental?

Entalah...

Berharap kudamba kau kembali memulihkan hati

Puisi ini menceritakan tentang seorang anak yang mengenang masa kecilnya bersama sang ayah yang penuh kasih. Sosok ayah dalam puisi ini digambarkan bagaikan malaikat pelindung yang selalu datang memberikan perlindungan dan canda tawa.

Seiring berjalannya waktu, sosok ayah ini berubah menjadi pribadi yang keras, kasar, dan penuh amarah. Perubahan itu melukai fisik dan batin sang anak sehingga menciptakan trauma yang mendalam pada diri sang anak. Walaupun begitu, di balik luk dan ketakutan yang dirasanya, masih terdapat harapan dalam hati sang anak agar sosok ayahnya kembali seperti di masa kecilnya yang penuh cinta, canda tawa, dan memberikan perlindungan untuknya.