Kumparan Logo

Indonesia Bakal Punya Akses Seaplane, Bali hingga Mentawai Jadi Incaran

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Santai Seaplane menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata kembangkan konektivitas udara di destinasi pesisir dan kepulauan. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Santai Seaplane menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata kembangkan konektivitas udara di destinasi pesisir dan kepulauan. Foto: Dok. Istimewa

Indonesia tengah menjajaki pengembangan jaringan transportasi udara berbasis seaplane untuk menghubungkan destinasi wisata pesisir dan kepulauan yang selama ini sulit dijangkau.

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menjalin kolaborasi dengan Santai Seaplane —bagian dari Seaplane Asia— untuk mengembangkan konektivitas udara menuju sejumlah destinasi pesisir dan kepulauan di Indonesia. Kerja sama ini dibahas dalam pertemuan antara pihak Santai Seaplane dengan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana beserta Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, pada 20 Oktober 2026.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia menyimpan banyak destinasi wisata yang potensinya belum tergarap maksimal karena keterbatasan akses transportasi. Jalur darat tidak selalu tersedia, sementara penerbangan konvensional membutuhkan landasan pacu yang tidak dimiliki semua pulau. Di sinilah seaplane atau pesawat amfibi yang bisa lepas landas dan mendarat di darat maupun di permukaan air dinilai bisa menjadi solusi alternatif.

Bali Jadi Titik Awal, Mentawai Juga Masuk Radar

Santai Seaplane menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata kembangkan konektivitas udara di destinasi pesisir dan kepulauan. Foto: Dok. Istimewa

Operasi awal Santai Seaplane direncanakan dimulai dari Bali pada 2026. Dari sana, perusahaan menjajaki sejumlah titik pendaratan di perairan, antara lain Benoa (Bali), Pantai Sira dan Mandalika (Lombok), Labuan Bajo, Kepulauan Kangean, Maluku Utara, hingga Danau Toba.

Sebelum beroperasi penuh, Santai Seaplane juga merencanakan penerbangan demonstrasi untuk memperkenalkan kemampuan pesawat amfibi kepada mitra destinasi dan pelaku industri pariwisata, termasuk penerbangan VIP di Labuan Bajo bersama Kementerian Pariwisata.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai kehadiran moda transportasi ini bisa membuka peluang baru bagi destinasi yang selama ini sulit dijangkau.

“Geografi kepulauan Indonesia yang luas membutuhkan solusi transportasi yang inovatif dan fleksibel. Kemitraan ini memungkinkan destinasi pesisir terpencil terhubung secara lebih efisien dengan pusat-pusat transportasi utama, membuka peluang baru bagi pariwisata bernilai tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat kepulauan,” ujar Widiyanti, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (21/10).

Selain rute-rute yang sudah dijajaki, Kementerian Pariwisata juga mendorong pengembangan rute menuju Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Pengembangan aksesibilitas ke kawasan itu dinilai penting, terlebih menjelang konferensi kuliner yang direncanakan berlangsung di sana tahun depan.

Sebagai bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, armada Santai Seaplane juga akan membawa branding resmi Wonderful Indonesia di badan pesawat.

Dampak bagi Pariwisata Lokal

Santai Seaplane menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata kembangkan konektivitas udara di destinasi pesisir dan kepulauan. Foto: Dok. Istimewa

Konektivitas yang lebih baik ke destinasi-destinasi terpencil diharapkan tidak hanya menguntungkan wisatawan, tetapi juga komunitas lokal di sekitar destinasi tersebut.

Dengan akses yang lebih mudah, wisatawan berpotensi tinggal lebih lama dan menjelajahi lebih banyak tempat dalam satu perjalanan, yang pada akhirnya bisa memperluas dampak ekonomi pariwisata hingga ke wilayah-wilayah yang selama ini kurang terjangkau.

Persiapan operasional dari Bali pada 2026 menjadi langkah awal dari rencana pengembangan jaringan yang lebih luas ke depannya.