Kisah LMN VFX Garap Efek Tendangan Maut di Film Kungfu Soccer 2026

Di balik jurus tendangan maut namun kocak ala film Kungfu Soccer 2026 garapan Stephen Chow, ternyata ada keterlibatan tim efek visual asal Indonesia yakni LMN VFX dari Jakarta. Bagaimana kisah mereka selengkapnya?
LMN VFX merupakan studio visual effects yang juga mengerjakan proyek 2D/3D animation, aset-aset game, hingga konsep untuk keperluan shooting. Studio ini sudah berdiri sejak 2006, dan memang telah menggarap beberapa proyek international seperti VFX untuk film Alice in Borderland Season 3, One Piece tv series, hingga Song of the Samurai.
Saat berbincang secara exclusive dengan kumparan, Rabu (26/8), Project Manager LMN VFX, Bryan Martin, menceritakan proses awal kolaborasi ini bisa terjalin. Kisah keterlibatan LMN VFX dalam proyek bergengsi ini bermula dari sebuah kontak langsung dari tim Stephen Chow.
"Awalnya mereka minta portofolio dari studio kita dulu. Mereka tanya dan memastikan apakah sebelumnya kita pernah terlibat di produksi internasional dan secara sistem pipeline kita siap atau enggak. Kita kan sudah beberapa kali pegang proyek luar, jadi secara pipeline kita sudah matang," ujar Bryan kepada kumparan.
Bak gayung bersambut, LMN VFX langsung mendapatkan proyek kolaborasi ini. Bryan dan tim pun mengaku sangat senang, terlebih bisa bekerja sama dengan sutradara besar seperti Stephen Chow.
"Ketika mereka kabarin mau kita ikut terlibat, kita happy banget karena Stephen Chow director yang besar, terkenal. Dan karyanya-karyanya dari kecil kita sudah nikmati di Indonesia, juga lumayan populer beliau. Jadi kalau kenapa tertarik untuk kitanya juga mau ambil? Ya, karena itu juga dari awal memang tertarik, sih sama proyeknya," tambah laki-laki berusia 23 tahun itu.
Bryan melanjutkan, timnya tidak terbebani meski harus bekerja sama dengan sutradara ternama, mereka pun tak memerlukan persiapan khusus untuk kolaborasi yang dimulai Agustus 2025.
Pada dua bulan pertama masa produksi, tim Jakarta justru dipercaya merancang konsep awal ide kreatif untuk jurus-jurus tendangan bola ikonik yang menjadi ruh utama film. Menariknya, Stephen Chow yang selama ini dikenal sangat perfeksionis rupanya merupakan sosok pengarah yang sangat komunikatif dan terarah.
"Arahannya jelas banget dari awal. Bahkan Stephen Chow itu kalau mau visual tertentu, beliau bisa menggambarkan sketsanya sendiri lalu dikirim langsung ke tim kita. Jadi tektokan komunikasinya enak banget," kisah Bryan.
Proyek yang berjalan hampir satu tahun tersebut, tepatnya hingga Juni 2026 itu, menurut Bryan, hanya memiliki sedikit tantangan, yakni ketika harus membuat efek visual terlihat lebih komikal.
"Awalnya tim kita bikin efek yang realistis dan kelihatan keren banget secara visual. Tapi balik lagi, ini kan film komedi. Kita dapat beberapa kali revisi dari tim sana supaya visualnya dibuat kurang serius dan lebih komikal. Pergeseran rasa visual ke arah tampilan komikal itulah yang jadi tantangan tersendiri buat kita," paparnya.
Bryan mencontohkan, adegan tendangan di Pantai dan lapangan hijau yang ada dalam trailer Kungfu Soccer, misalnya, menjadi salah dua "hero shots" yang dinilai paling menantangan saat pengerjaannya.
Dalam menyelesaikan proyek ini, Bryan mengungkapkan LMN VFX mengerahkan 100 orang kreator visual dari 10 departemen. Koordinasi intensif terus dilakukan selama pengerjaan, memastikan setiap detail gerakan visual selaras dengan imajinasi Stephen Chow.
Bagi Bryan yang meniti kariernya dari seorang "anak" magang (intern) hingga kini dipercaya menjadi Project Manager, pengalaman ini menjadi batu pijakan yang sangat berharga. Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, keterlibatan LMN VFX adalah bukti nyata bahwa industri kreatif dan talenta animasi Indonesia memiliki daya saing yang amat tinggi di pasar global.
"Orang lokal Indonesia itu terbiasa fleksibel, gampang menyesuaikan diri, dan enak diajak kerja sama. Secara biaya juga masih kompetitif buat produksi luar. Harapannya, teman-teman industri VFX lain di Indonesia bisa terus berkembang supaya negara kita makin dipandang di mata dunia," pungkas Bryan.
Nah, saat kamu menyaksikan jurus-jurus tendangan spektakuler di layar lebar nanti, ingatlah bahwa di balik keajaiban visual tersebut, ada keringat, imajinasi, dan dedikasi anak-anak muda Jakarta yang berhasil memukau dunia.
