Kumparan Logo

Laksa Pak Inin Bogor Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional

kumparanFOODverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Laksa Pak Inin Bogor jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional. Foto: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor
zoom-in-whitePerbesar
Laksa Pak Inin Bogor jadi Warisan Budaya Tak Benda Nasional. Foto: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor

Kuliner legendaris asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Laksa Pak Inin Cihideung, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tingkat nasional. Penghargaan ini diberikan atas konsistensi dan keberhasilannya dalam mempertahankan eksistensi kuliner tradisional sejak 1965.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, pada puncak peringatan Hari Kebudayaan Nasional tingkat Kabupaten Bogor di Alun-Alun Cibinong, Minggu (18/10/2026).

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti, mengungkapkan bahwa apresiasi ini diberikan kepada pelaku usaha lokal yang dinilai konsisten menjaga kelestarian identitas kuliner daerah.

“Pengakuan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keberadaan kuliner legendaris yang terus dipertahankan oleh pelaku usaha lokal,” ujar Titi, dikutip dari Antara, Rabu (21/10).

instagram embed

Keunikan utama dari Laksa Pak Inin terletak pada cara pengolahannya yang masih dipertahankan secara turun-temurun. Selama 61 tahun berdiri, sajian ini tetap dimasak menggunakan tungku tradisional dan kayu bakar untuk menjaga keautentikan cita rasanya.

Titi menambahkan, penetapan ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas Laksa Cihideung sebagai ikon kuliner Kabupaten Bogor, tetapi juga mendorong generasi muda untuk mengenal dan melestarikan warisan kuliner lokal.

Sementara itu, perwakilan pengelola Laksa Pak Inin Cihideung, Lina, menyampaikan rasa syukur atas pengakuan dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurutnya, tantangan terbesar bagi pelaku UMKM kuliner tradisional saat ini adalah memperkenalkan makanan khas daerah kepada generasi muda.

“Selama ini laksa masih lebih banyak diminati kalangan orang tua. Dengan adanya penghargaan ini, saya berharap generasi sekarang, khususnya anak-anak Gen Z, bisa mengenal dan mencicipi laksa bahwa ada makanan legendaris khas Bogor yang masih bertahan sejak dahulu,” tutup Lina.