Kumparan Logo

Pemerintah Buka Kerja Sama Internasional untuk Revitalisasi Candi Prambanan

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja revitalisasi Candi Nandi, salah satu candi di dalam kompleks Candi Prambanan, sebuah situs candi Hindu abad ke-9 yang diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 30 Juli 2025.  Foto: Devi Rahman/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja revitalisasi Candi Nandi, salah satu candi di dalam kompleks Candi Prambanan, sebuah situs candi Hindu abad ke-9 yang diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 30 Juli 2025. Foto: Devi Rahman/AFP

Kementerian Kebudayaan tengah mematangkan kajian komprehensif untuk mempercepat proses restorasi kompleks Candi Prambanan dalam upaya melestarikan cagar budaya tersebut. Dalam melakukan proses restorasi ini bahkan pemerintah membuka peluang kerja sama internasional.

Sesuai dengan kaidah pemugaran yang ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), restorasi tiga perempat area candi akan dilakukan secara mandiri oleh tim ahli nasional Indonesia.​​​​​​​

Kemudian, pemerintah India sudah berkomitmen untuk mendukung pemugaran satu kuadran atau seperempat area Candi Perwara di kompleks tersebut.

Candi Prambanan sendiri merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berada di wilayah administrasi Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan pintu masuk yang berada di wilayah administrasi Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (kiri) saat meresmikan kerja sama konservasi dan restorasi warisan budaya di Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Pemugaran akan dilakukan di area candi-candi perwara yang mengelilingi tiga candi utama, yakni Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu. Sayangnya, proses pemugaran ini masih menghadapi tantangan teknis, berupa ketersediaan material batu asli di lokasi candi.

Sementara, batu pembangunan candi diperkirakan telah terdispersi, hanya menyisakan antara 10 hingga 30 persen material asli di setiap titik candinya.

Kondisi keaslian material batu juga beragam; masih ada yang utuh, tapi ada juga yang pecah, hingga mengalami degradasi dan pelapukan akibat penggaraman serta pengaruh faktor lingkungan mikro.

"Kami sedang membahas bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini, tentu saja nanti akan melibatkan banyak ahli sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh," kata Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, seperti dikutip dari Antara.

Ilustrasi Candi Prambanan, Yogyakarta. Foto: Mazur Travel/Shutterstock

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa pemugaran menyeluruh candi tak hanya bertujuan untuk memulihkan bangunan, melainkan juga menjaga ekosistem pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan religi yang dapat mendatangkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

"Langkah ini diambil guna melestarikan cagar budaya monumental peninggalan abad ke-9 Masehi tersebut secara utuh, sekaligus mengukuhkannya sebagai pusat kebudayaan dan living heritage yang berdampak bagi masyarakat," katanya dalam keterangan pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Rabu (9/9).

Dia berharap, proses restorasi ini bisa semakin meningkatkan keberagaman jumlah wisatawan yang datang ke Candi Prambanan.

Tak hanya melakukan proses restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan, pemerintah juga tengah merencanakan hal yang sama untuk Candi Sewu, kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur. Candi Sewu berada di wilayah Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.