Kumparan Logo

TTM+ 2026: Perkenalkan Kekayaan Wellness Tourism di Thailand

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Thailand Travel Mart + 2026 perkenalkan wellness dan sustainability tourism. Foto: Azalia Amadea/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Thailand Travel Mart + 2026 perkenalkan wellness dan sustainability tourism. Foto: Azalia Amadea/kumparan

Otoritas Pariwisata Thailand (Tourism Authority of Thailand/TAT) memaparkan pembaruan sektor pariwisata Thailand dalam ajang Thailand Travel Mart Plus (TTM+) 2026 yang berlangsung pada 10–12 Juni 2026 di NICE Pattaya Convention and Exhibition Center.

Dalam kesempatan tersebut, TAT memperkenalkan program pariwisata baru Thailand yang berfokus pada pertumbuhan berkualitas melalui wisata kebugaran (wellness), perjalanan yang lebih bermakna, keberlanjutan, serta penguatan kemitraan internasional.

Maka itu, tahun ini mengangkat tema "Healing is the New Luxury". Menurut Pattaraanong Na Chiangmai, Deputy Governor untuk International Marketing (Asia and South Pacific) TAT, menjelaskan kepada kumparan saat sesi wawancara khusus, bahwa tema tersebut menggambarkan kekayaan pariwisata Thailand yang membawa kemewahan dalam sebuah pengalaman wisata tanpa harus membayar mahal.

Thailand Travel Mart + 2026 perkenalkan wellness dan sustainability tourism. Foto: Azalia Amadea/kumparan

"Luxury dalam kampanye ini bukan berarti 'uang' atau sesuatu yang 'mahal', di sini yang dimaksud adalah 'well-being'. Well di sini kamu mengerti bahwa Thailand memiliki banyak variasi destinasi; variasi makanan dan produk baru lainnya. Jadi ketika kamu berwisata ke Thailand kamu merasakan relax, kamu mendapatkan banyak pengalaman. Jadi kami fokus pada saat ketika kamu wisata ke Thailand kamu merasakan lebih baik," ujarnya kepada kumparan, Kamis (11/6).

Lebih lanjut dalam program kali ini, strategi tersebut menyasar wisatawan jarak jauh yang mencari pengalaman transformasi diri dan investasi untuk kesehatan, wisatawan jarak dekat yang menginginkan liburan singkat dengan akses mudah ke kuliner, hiburan, dan relaksasi, serta wisatawan domestik melalui kampanye Amazing Thailand x LISA “Feel All the Feelings.

Thapanee Kiatphaibool, Governor TAT mengungkapkan, "Melalui terselenggaranya TTM+ setiap tahunnya, selalu menjadi platform penting bagi industri pariwisata Thailand. Tahun ini, ajang tersebut mempertemukan 969 mitra dari berbagai negara untuk berdiskusi, bertukar ide, dan bersama-sama membentuk masa depan pariwisata. Kami mengundang seluruh peserta untuk menjelajahi Thailand melalui kekayaan budaya, pengalaman yang unik, serta keramahan masyarakat kami."

Thailand Travel Mart + 2026 perkenalkan wellness dan sustainability tourism. Foto: Azalia Amadea/kumparan

Di TTM+ 2026, arah pengembangan tersebut diwujudkan melalui area pameran bertema Nature Care dan Self Care yang menampilkan kekayaan kawasan Timur Thailand, mulai dari pantai, produk wellness dan spa, kearifan lokal, layanan bersertifikasi TAT, hingga berbagai prototipe produk seperti lulur tubuh Pattaya Delight Journey dan lokakarya pembuatan suvenir dari sea glass.

Nithee Seeprae, Deputy Governor for Marketing Communications, TAT, mengatakan dalam sambutannya, "TTM+ 2026 menunjukkan kesiapan Thailand dalam menghadirkan pariwisata bernilai tinggi melalui pengalaman wellness, wisata berbasis alam, serta perjalanan yang kaya akan budaya dan mempererat hubungan wisatawan dengan komunitas lokal."

"TAT tetap berkomitmen menyelenggarakan TTM+ 2026 dengan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama. Berbagai upaya dilakukan untuk memantau jejak karbon acara dan mengurangi dampak lingkungan. Booth pameran dirancang agar dapat digunakan kembali, sementara sebagian material disalurkan kepada organisasi yang membutuhkan di Chonburi agar tetap memberikan manfaat setelah acara berakhir."

Workshop suvenir dari pecahan kaca di laut - Thailand Travel Mart + 2026 perkenalkan wellness dan sustainability tourism. Foto: Azalia Amadea/kumparan

kumparan menjadi salah satu dari dua media asal Indonesia yang hadir di pameran yang dihadiri oleh 430 buyers dari puluhan negara tersebut, turut merasakan pengalaman wisata wellness yang digadang-gadang pemerintah Thailand.

Hal ini kami rasakan saat mengunjungi beragam zona dengan tema berbeda-beda. Mulai dari melihat instalasi seni berupa patung penyu laut raksasa bernama “Tanu the Sea Turtle” yang dibuat dari material daur ulang. Karya tersebut terinspirasi oleh berbagai inisiatif lingkungan yang diprakarsai oleh Yang Mulia Ratu Sirikit, The Queen Mother, termasuk proyek “Forest Loves Water” dan program konservasi penyu laut di Ko Mun Nai.

Kemudian, kami mengikuti workshop pembuatan perhiasan dari bahan daur ulang berupa pecahan gelas di laut yang kemudian menjadi barang bernilai guna baru. Kami juga merasakan sensasi sound healing dengan lantunan musik menenangkan sambil menutup mata dan menghirup essential oil nan harum.

Sound healing di Thailand Travel Mart + 2026 perkenalkan wellness dan sustainability tourism. Foto: Azalia Amadea/kumparan

Pada 2024, ekonomi wellness Thailand mencapai nilai 42,7 miliar dolar AS, didukung oleh kearifan lokal Thailand, terapi alami, layanan medis berstandar tinggi, pengobatan herbal, program mindfulness retreat, layanan IVF, perawatan estetika, hingga layanan kesehatan preventif. Tak heran, kalau pengalaman pijat tradisional Thailand yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Tak hanya itu, di pameran bisnis ini pengunjung juga dapat merasakan beragam makanan khas unik dari masing-masing provinsi di Thailand. Makanan tersebut juga mewakili setiap kebudayaan kuliner yang juga menjadi penggerak kuat dalam sektor wisata Thailand.

Hal ini didukung oleh reputasi Bangkok sebagai salah satu destinasi kuliner dunia, status Songkhla sebagai UNESCO Creative City of Gastronomy, perluasan cakupan Michelin Guide, serta pengembangan jalur wisata kuliner di berbagai provinsi.

Taman Nongnooch di NICE, Chonburi - Thailand Travel Mart + 2026 perkenalkan wellness dan sustainability tourism. Foto: Azalia Amadea/kumparan

Thailand kini juga mengembangkan wisata kuliner yang Muslim firendly. Di Negara Tom Yum ini wisatawan kini sudah dapat menemukan ragam pilihan makanan bersertifikat halal. Sementara itu, beberapa tempat umum seperti pusat perbelanjaan (mal) di Thailand juga telah dilengkapi fasilitas musala hingga halal dining. Penambahan fasilitas ramah Muslim ini diharapkan dapat menambah daya tarik wisatawan, khususnya warga Indonesia.

Pada pembukaan acara TTM+ 2026 juga diungkapkan bahwa Thailand telah menerima lebih dari 14 juta wisatawan mancanegara dengan pendapatan sekitar 679 miliar baht.

TAT turut mendorong strategi pariwisata berbasis kualitas untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat ketahanan sektor pariwisata. Pada 2026, Thailand menargetkan pendapatan pariwisata sekitar 2,65 triliun baht dan kedatangan sekitar 33 juta wisatawan internasional.

TAT juga menggalang kampanye Travel with Care untuk mendukung praktik pariwisata yang bertanggung jawab bagi generasi wisatawan baru. Berbagai inisiatif seperti Thailand Tourism Awards, sistem penilaian STGs STAR Rating System, platform CF Hotels, dan program Trusted Thailand dikembangkan untuk memperkuat aspek keberlanjutan, transparansi, keamanan, serta kualitas layanan.

Tanu the Sea Turtle di Thailand Travel Mart + 2026 perkenalkan wellness dan sustainability tourism. Foto: Azalia Amadea/kumparan

Pengembangan destinasi berkelanjutan Thailand juga terus berkembang. Saat ini terdapat 19 destinasi yang telah mendapatkan pengakuan dari Green Destinations Foundation. Salah satunya adalah proyek percontohan Krabi yang mengedepankan konsep pariwisata regeneratif melalui konservasi lingkungan, partisipasi masyarakat, dan perjalanan berdampak rendah.

Berbagai acara dan festival juga tetap menjadi penggerak utama pariwisata sepanjang tahun. Beberapa agenda yang dijagokan antara lain InterPride 2026, Global Wellness Summit di Phuket, Pertemuan Tahunan IMF–World Bank Group 2026, Pride Show Bangkok 2026, Tomorrowland, Wonderfruit, Amazing Thailand Marathon Bangkok 2026, HYROX, Spartan Race Thailand, Vijit Chao Phraya 2026, Festival Phi Ta Khon, Festival Lilin Ubon Ratchathani, serta Illuminated Boat Procession.

Secara keseluruhan, pembaruan pariwisata Thailand yang disampaikan dalam TTM+ 2026 menegaskan posisi Thailand sebagai destinasi yang mengutamakan kualitas, berfokus pada wellness, bertanggung jawab terhadap lingkungan, serta siap menyambut wisatawan internasional.