Kontribusi Orang Tua dalam Mendukung Efektivitas Pembelajaran Hybrid

Mahasiswa Universitas Pamulang FKIP Prodi PGSD
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Azalia Davina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pembelajaran hybrid menggabungkan interaksi tatap muka dengan pemanfaatan teknologi digital menghadirkan dinamika baru dalam proses pendidikan. Dalam konteks ini, peran orang tua tidak lagi sebatas pendamping di rumah, tetapi berkembang menjadi mitra strategis yang turut memastikan keberlangsungan proses belajar anak secara efektif.
Orang tua perlu membantu membangun rutinitas belajar yang teratur, mulai dari pengelolaan waktu, pengawasan pengerjaan tugas, hingga memastikan anak berada pada lingkungan belajar yang kondusif. Pendampingan tersebut tidak harus dilakukan secara penuh sepanjang hari, tetapi cukup diarahkan pada pembiasaan belajar yang mandiri dan bertanggung jawab. Orang tua idealnya memahami platform pembelajaran yang digunakan sekolah, menjaga keamanan digital anak, serta memberikan pemahaman mengenai etika berinternet.
Komunikasi antara orang tua, anak, dan pendidik juga menjadi kunci keberhasilan pembelajaran hybrid. Perubahan jadwal, tuntutan akademik, dan kondisi emosional anak dapat dikelola dengan lebih baik apabila komunikasi dilakukan secara terbuka dan konsisten. Melalui komunikasi yang efektif, orang tua dapat berperan sebagai penyeimbang antara tuntutan belajar dan kebutuhan perkembangan anak.
Dengan demikian, dalam era pembelajaran hybrid, orang tua berperan sebagai mitra aktif yang mendukung pembentukan kemandirian, disiplin, dan kenyamanan belajar. Peran ini tidak menuntut kesempurnaan, tetapi membutuhkan keterlibatan yang konsisten dan kesediaan untuk beradaptasi dengan perubahan.
