Klarifikasi MANTAP Atas Maklumat Dari PONPES SIDOGIRI
Tulisan dari Alan Maturidi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sehubungan dengan munculnya polemik yang berkepanjangan pada tataran grassroot (termasuk juga alumni Ponpes Sidogiri, Pasuruan) tentang adanya maklumat dari Pengasuh Ponpes Sidogiri, maka dirasa perlu untuk memberikan klarifikasi, terutama terkait kronologi bagaimana surat anjuran itu dikeluarkan. Hal ini untuk segera meluruskan segala kesimpang-siuran informasi yang bersliweran, terutama ketika hal itu “dimainkan” oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kami tidak akan menjelaskan lebih jauh tentang asli dan tidaknya, karena itu sudah terjawab dengan sendirinya. Jauh sebelumnya, sepenuhnya pula, kami sudah bertanggung jawab atas keasliannya.
Jadi, pada tanggal 15 Jumadil Ula 1439, pasangan calon (Paslon) H. Hermanto Subaidi dan H. Suparto (MANTAP) mendapatkan dukungan dari KH. Ahmad Nawawi Abdul Jalil secara tertulis. Surat itu berupa anjuran kepada alumni, simpatisan, dan santri Sidogiri untuk memilih Paslon yang diusung oleh PKB, GERINDRA, dan PBB tersebut.
Isinya begini:
Sidogiri, 15 Jumadil Awal 1439
Kepada yang terhormat seluruh alumni, santri, dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Dalam rangka Pilbup Kabupaten Sampang 2018, Saya anjurkan agar supaya seluruh alumni, santri, dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri agar supaya memilih pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Bpk. H. Hermanto Subaidi dan H. Suparto, yang diusung oleh PKB, PBB, dan Gerindra. Harapan Saya semoga Kabupaten Sampang kedepan lebih maju, berkah, aman, dan sentosa.
Atas perhatiannya dan dukungannya semoga kita semua selalu mendapat barokah dari Allah.
Wassalam
(H. Ahmad Nawawi Abdul Jalil)
Sidogiri Pasuruan
Surat tersebut pernah dimuat di media online dengan link, https://kumparan.com/azif-nurmansyah/paslon-mantap-mendapatkan-dukungan-dari-ponpes-sidogiri.

Munculnya surat tersebut kemudian menciptakan polemik dan “keriuhan” di masyarakat bawah, termasuk alumni Sidogiri sendiri. Polemik tersebut semakin “memanas” terutama ketika ada pihak-pihak tertentu yang ingin memperkeruh suasana dengan “menggoreng” isu tersebut pada kesimpulan negatif yang merugikan, termasuk diantaranya adalah munculnya tuduhan bahwa surat itu palsu sebab antara tulisan dan tanda tangan Kyai sama sekali tidak match, baik secara khat maupun ballpoint yang digunakan. Kemudian dibandingkan dengan surat anjuran yang diturunkan untuk daerah Sampang yang sudah ramai di medsos, sebelumnya. Belum lagi komentar-komentar miring yang menjurus pada klaim, saling mengolok, termasuk saling adu argumentasi. Ada yang meyakini, dan banyak pula yang memungkiri.
Maka, sebagai bentuk tanggung jawab atas segala permasalahan itu, tim MANTAP sowan langsung ke KH. Ahmad Nawawi Abdul Jalil, Pasuruan, untuk menjelaskan kondisi yang terjadi di masyarakat bawah, termasuk tuduhan bahwa surat itu palsu. Maka, dengan kesadaran sepenuh hati, beliau langsung menuliskan sendiri serangkaian kalimat anjuran kepada santri, alumni, dan simpatisan Ponpes Sidogiri untuk memilih H. Hermanto Subaidi dan H. Suparto (MANTAP) pada kontestasi Pilkada Sampang 2018 ini.
Adapun isi dari surat tersebut adalah sebagai berikut:
Kepada yang terhormat alumni, santri, dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri di Kabupaten Sampang.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Dalam rangka Pilbup Kabupaten Sampang 2018, Saya anjurkan kepada seluruh alumni, santri, dan simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri untuk memilih pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang diusung oleh PKB,, Gerindera, dan PBB (H. Hermanto Subaidi dan H. Suparto) dalam Pilbup Kabupaten Sampang 2018 dengan harapan Kabupaten Sampang ke depan lebih maju, aman dan tenteram, barokah. Aamin.
Atas perhatian dan dukungannya Saya sampaikan terima kasih. Semoga kita semua mendapat berkah dari Gusti Allah subhanahu wata’ala. Amiin yang rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh
Sidogiri, 18 Jumadil Ula 1439
Wassalam
Alfaqir
(H. Ahmad Nawawi Abdul Jalil)
Sidogiri
Secara substansi, tidak ada yang berubah dari surat tersebut. Namun secara tulisan (khat) ada perubahan, yakni tulisan langsung dari KH. Ahmad Nawawi Abdul Jalil.
Demikian klarifikasi ini dibuat dengan sebenarnya agar maklum dan menjadi perhatian serta sebagai jawaban atas polemik berkepanjangan, sehingga dinamika perpolitikan di Sampang kembali pada jalur yang semestinya.

