Dari Paris ke Jakarta: Diplomasi, Ekonomi dan Harapan Baru

Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Aziz Rahhary tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Presiden Prancis dan Ibu Negara Briggitte Macron tiba di Jakarta pada Selasa (27/05/2025) malam, untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Kunjungan ini merupakan bagian dari tur Asia Tenggara, kunjungan ke Indonesia bukan sekedar kunjungan biasa, namun menandai 75 tahun hubungan diplomatik antar kedua negara dengan harapan kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama di berbagai sektor termasuk di bidang pertahanan.
Selain bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Presiden Prancis tersebut telah melakukan kunjungan ke Akademi Militer (Akmil) dan Candi Borobudur, di magelang pada Kamis (29/05/2025). Namun, apa tujuan sebenarnya dari kunjungan Presiden Macron ke Indonesia ini?
Memperkuat Kemitraan Strategis
Dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka Jakarta, pada Rabu (28/05/2025). Kedua pemimpin tersebut telah menegaskan komitmen untuk memperdalam kerja sama dan hubungan bilateral antar kedua negara. Presiden Macron juga menyatakan bahwa Prancis dan Eropa berkeinginan untuk bekerja sama dalam membangun ekonomi masa depan bersama Indonesia dengan menciptakan rantai nilai yang tangguh, terutama di sektor logam kritis, aerta mendukung transisi energi.
Presiden Prabowo pun menyambut baik komitmen itu dan menekankan betapa pentingnya kerja sama strategis yang bukan hanya mencerminkan kepentingan nasionalnya masing-masing, tapi juga saling berkontribusi bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan maupun dunia.
Kerja Sama Pertahanan dan Ekonomi
Kedua negara juga telah menandatangani sejumlah perjanjian penting, diantaranya tentang pembelian 42 pesawat jet tempur Rafale, 2 kapal selam Scorpène Evolved, dan 13 sistem radar Thales yang rencananya sebagian akan dipasangkan di IKN. Selain itu juga, terdapat kesepakatan kerja sama dalam bidang energi, mineral kritis, dan pengembangan industri pertahanan melaui produksi bersama dan juga transfer teknologi.
Fokuskan pada Transisi Energi, Ekonomi Digital dan Kreatif
Sejumlah fokus kerja sama juga telah dibahas terkait transisi energi dan ekonomi digital seperti di sektor ekonomi hijau, logistik, transportasi, training bagi talenta kreatif termasuk di sektor perfilman. Hal ini didasari dengan melihat tren positif investasi Prancis di Indonesia yang mencapai USD 328 juta pada tahun 2024.
Komitmen pada Perdamaian Global
Dalam konferensi pers bersama di Istana Merdeka, Presiden Macron dan Presiden Prabowo menegaskan komitmen mereka untuk mendorong terciptanya perdamaian di Gaza melalui Two State Solution dalam konflik Israel – Palestina. Selain itu Indonesia juga bersedia untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke wilayah konflik di palestina, serta menekankan pentingnya gencatan senjata segera di Ukraina.
Kunjungan Presiden Macron ke Indonesia ini telah menandai babak baru perjalanan hubungan bilateral yang lebih erat dan strategis. Dengan berbagai kesepakatan yang telah dicapai kedua negara untuk bekerja sama, ini diharapkan bisa menghadapi tantangan global dan memajukan kepentingan bersama di berbagai sektor.
