Konten dari Pengguna

Bayangan Gelap Narkoba Menghancurkan Kesehatan Mental Penggunanya

Azizah Nurhaliza

Azizah Nurhaliza

Mahasiswa Kesejahteraan Sosial, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah jakarta

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Azizah Nurhaliza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi narkoba merusak mental health. Sumber: www.pixabay.com/mental health
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi narkoba merusak mental health. Sumber: www.pixabay.com/mental health

Narkoba adalah obat atau zat yang berasal dari bahan kimia sintetis, semisintetik, maupun alami yang berasal dari tanaman. Menurut Undang-Undang Narkotika Pasal 1 Ayat 1, narkotika adalah zat yang bersifat sintetis atau alami yang memberikan efek halusinasi, menurunkan kesadaran, dan menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan narkoba, baik pada orang dewasa maupun remaja, dapat menimbulkan berbagai masalah pada kesehatan fisik, mental, dan fungsi sosial.

Remaja berada dalam fase transisi menuju dewasa, di mana mereka cenderung mengeksplorasi hal-hal baru, mencari jati diri, dan mengikuti teman sebaya. Sayangnya, keinginan untuk mencoba hal-hal baru sering kali membawa risiko terhadap kenakalan remaja, termasuk penggunaan narkoba. Penggunaan narkoba yang berlebihan akan merusak perkembangan mental para remaja, yang justru sedang berada dalam masa krusial dalam perkembangan otak dan emosional mereka.

Menurut Undang-Undang No. 3 Tahun 1966, kesehatan jiwa adalah keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteran sebagai bagian dari kesehatan. Penjelasan mengenai kesehatan jiwa mencakup kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal, selaras dengan kondisi orang lain. Merriam-Webster juga mendefinisikan kesehatan mental sebagai keadaan emosional dan psikologis yang baik, di mana seseorang dapat menggunakan kemampuan emosional dan kognitifnya untuk berpartisipasi dalam masyarakat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Penyalahgunaan narkoba membawa dampak buruk pada kesehatan mental. Menurut Kementerian Kesehatan, beberapa dampak tersebut antara lain:

  1. Depresi, penyaalahgunaan narkoba dapat menyebabkan depresi, yang ditandai dengan perasaan putus asa, pesimis, merasa tidak berharga, sulit berkonsentrasi, dan bahkan munculnya pikiran untuk bunuh diri. Narkoba golongan opioid, misalnya, memberikan efek euforia sesaat akibat rangsangan di otak, namun pada penggunaan jangka panjang justru menimbulkan toleransi. Seiring waktu, pengguna membutuhkan dosis lebih tinggi untuk mencapai efek yang diinginkan, hingga akhirnya menyebabkan disforia, atau perasaan murung yang berujung pada depresi.

  2. Skizofrenia, ditandai dengan distorsi pikiran, persepsi, emosi, bahasa, dan perilaku. Penyalahgunaan ganja, misalnya, dapat menyebabkan gangguan keterampilan motorik, perubahan suasana hati, distorsi waktu, serta penurunan memori dan kemampuan berpikir. Hal ini juga dapat memicu paranoia, halusinasi, dan delusi. Penggunaan ganja dalam jangka panjang bahkan dapat meningkatkan risiko skizofrenia pada individu tertentu.

  3. Gangguan Bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi ekstrem antara gejala mania (sangat senang) dan depresi. Penyalahgunaan narkoba dapat memicu ketidakseimbangan neurotransmitter dalam otak, yang mempengaruhi kestabilan emosional dan mental pengguna.

  4. Demensi adalah gangguan mental yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif seperti memori, kemampuan berpikir, orientasi, dan pengambilan keputusan. Penyalahgunaan narkoba dapat menurunkan kemampuan kognitif, memori, dan perhatian, sehingga memperburuk gejala demensia pada pengguna jangka panjang.

Dampak penyalahgunaan narkoba pada remaja sangat serius, terutama dalam perkembangan mental mereka. Karena remaja sedang berada dalam fase kritis perkembangan otak, efek negatif narkoba dapat memperparah berbagai gangguan mental yang membahayakan masa depan mereka. Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara promotif, preventif, dan represif, melibatkan edukasi serta penyuluhan aktif kepada remaja. Penting bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk bekerja sama menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan mental yang sehat, sehingga kesadaran akan bahaya narkoba meningkat. Dengan demikian, kita dapat membentuk lingkungan keluarga dan masyarakat yang positif serta aman bagi remaja.