Konten dari Pengguna

Sejarah Keunikan Birokrasi dan Bahasa Angka

Azizah Putri Irawan
Mahasiswi Psikologi Universitas Brawijaya
3 Juni 2024 8:41 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Azizah Putri Irawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
source: getty image
zoom-in-whitePerbesar
source: getty image

Keunikan Birokrasi

ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Berawal dari Bangsa Mesopotamia yang mulai ingin menulis sesuatu selain data matematika yang monoton. Pada 3000 SM dan 2500 SM semakin banyak tanda yang ditambahkan ke sistem Sumeria, secara bertahap berubah menjadi tulisan lengkap yang sekarang kita sebut tulisan atau “aksara” paku. Pada tahun 2500 SM, raja-raja menggunakan aksara paku untuk mengeluarkan dekrit, para pendeta menggunakannya untuk mencatat ramalan, dan warga menggunakannya untuk menulis catatan pribadi. Pada waktu yang hampir bersamaan, bangsa Mesir mengembangkan aksara lengkap lainnya dikenal sebagai hieroglif. Skrip lengkap lainnya dikembangkan di Tiongkok sekitar tahun 1200 SM dan di Amerika Tengah sekitar tahun 1000–500 SM.
source: getty image
Dari pusat-pusat awal ini, naskah lengkap mulai menyebar luas dan berkembang berbagai bentuk baru dan tugas baru. Orang-orang mulai menulis puisi, sejarah buku, roman, drama, ramalan dan buku masak. Namun, tugas utama menulis tetap sebagai penyimpanan rim data matematika. Untuk Alkitab Ibrani, Iliad Yunani, Mahabharata Hindu dan Tripitaka Budha semuanya dimulai sebagai karya lisan. Selama beberapa generasi memang demikian disebarkan secara lisan dan akan tetap hidup meskipun tulisan tidak pernah ada ditemukan. Selain itu, pencatatan pajak dan birokrasi yang rumit telah lahir bersama dengan sebagian naskah.
ADVERTISEMENT
Setiap dekade para arkeolog temukan beberapa skrip lain yang terlupakan. Beberapa di antaranya mungkin terbukti lebih tua dari goresan Sumeria di tanah liat. Yang membedakan Sumeria, Mesir pimpinan firaun, Tiongkok kuno, dan Kekaisaran Inca adalah budaya mengembangkan teknik pengarsipan, katalogisasi, dan mengambil catatan tertulis. Mereka juga berinvestasi di sekolah-sekolah untuk para juru tulis, juru tulis, pustakawan dan akuntan.
Dampak yang paling penting dari naskah terhadap sejarah manusia adalah: bagaimana caranya dalam mengubah cara manusia berpikir dan memandang dunia secara bertahap. Asosiasi yang bebas dan pemikiran holistik telah memberi jalan pada kompartementalisasi dan birokrasi.

Sejarah bahasa angka

Seiring berlalunya waktu, metode birokrasi dalam pengolahan data semakin berkembang semakin berbeda dari cara berpikir alami manusia. Sebuah langkah kritis diambil beberapa saat sebelum abad 9M, ketika partial skrip baru ditemukan, skrip yang dapat menyimpan dan memproses data matematika dengan efisiensi yang belum ditemukan. Skrip partial ini terdiri dari sepuluh tanda, mewakili angka-angka dari 0 sampai 9.
source: getty image
Tanda-tanda ini dikenal sebagai angka Arab genap meskipun mereka pertama kali ditemukan oleh umat Hindu. Orang-orang Arab mendapat kredibilitas karena ketika mereka menginvasi India menemukan sistem, memahami kegunaannya, menyempurnakannya, dan menyebarkannya melalui Timur Tengah dan kemudian ke Eropa. Ketika beberapa tanda lainnya kemudian ditambahkan ke angka Arab (seperti tanda penjumlahan, pengurangan dan perkalian), dasar notasi matematika modern muncul.
ADVERTISEMENT
Meskipun sistem penulisan ini masih berupa skrip parsial, namun sudah menjadi skrip bahasa di dunia. Hampir semua negara bagian, perusahaan, organisasi dan institusi menggunakan skrip matematika untuk mencatat dan memproses data. Setiap informasi yang dapat diterjemahkan naskah matematika disimpan, disebarkan dan diproses dengan menakjubkan kecepatan dan efisiensi.
Para ahli melakukan yang terbaik untuk menerjemahkan ide-ide seperti ‘kemiskinan’, ‘kebahagiaan’ dan ‘kejujuran’ dalam angka (‘garis kemiskinan’, ‘kesejahteraan subjektif tingkat', 'peringkat kredit'). Seluruh bidang ilmu, seperti fisika dan teknik, telah kehilangan hampir semua kontak dengan bahasa manusia, dan dikelola hanya oleh skrip matematika.
Baru-baru ini, aksara matematika semakin berkembang dengan sistem penulisan revolusioner, skrip biner terkomputerisasi yang terdiri dari hanya dua tanda: 0 dan 1. Dan hal ini bukanlah akhir dari cerita. Bidang kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI) sedang berupaya menciptakan jenis kecerdasan baru yang hanya didasarkan pada biner skrip komputer.
ADVERTISEMENT
Sumber :
Campani, G. (2017). Sapiens: A Brief History of Humankind di Yuval Noah Harari, Harvill Secker, London, 2014.