Bebas Cemas! Mahasiswa KKN Undip Bagikan Tips Atasi Cemas pada Kelas Ibu Hamil

Mahasiswi Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Azizah Alik Wulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kecemasan merupakan hal yang paling sering dialami oleh ibu hamil. Perubahan hormon menyebabkan ibu hamil sering merasa sensitif, seperti mudah marah, tersinggung, sedih, senang, dan khawatir. Gejala-gejala kecemasan yang sering muncul saat cemas, antara lain ketegangan, rasa takut, gangguan makan, dan gangguan tidur.
Diketahui bahwa para ibu-ibu hamil di Kelurahan Purwoharjo juga merasa cemas saat hamil. Hal ini seperti yang dikatakan Bidan kelurahan dan kader posyandu. “Ibu hamil itu mudah cemas mbak, bisa karena pengalaman hamil pertama maupun karena mendekati hari persalinan”, ungkap salah satu kader posyandu Kelurahan Purwoharjo (22/07).
Adanya permasalahan tersebut, maka diupayakanlah bagaimana cara mengatasi kecemasan pada ibu hamil dengan dilaksanakan kegiatan “Bersama Kita Bisa: Supportive group therapy pada ibu hamil”, yang diinisiasi oleh Azizah Alik Wulandari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro tahun 2023/2024 dari Fakultas Psikologi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 25 Juli 2024, di posyandu RW 09, Kelurahan Purwoharjo, Comal, Pemalang, Jawa Tengah. Sasaran partisipan dari kegiatan ini adalah ibu-ibu hamil dan para kader posyandu.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi dari bidan puskesmas mengenai buku kehamilan, kemudian dilanjut dengan pemaparan materi tentang makna kecemasan, penyebab kecemasan, bagaimana dampak kecemasan bagi ibu hamil, dan bagaimana cara mengatasi kecemasan pada ibu hamil. Ada 2 tips atasi cemas secara mandiri dapat dilakukan ibu hamil, yaitu:
Jurnaling: Jurnal kehamilan adalah catatan pribadi yang memungkinkan ibu hamil untuk mendokumentasikan pikiran, perasaan, dan pengalamannya selama kehamilan. Manfaat menulis jurnal adalah dapat mengekspresikan perasaan dan mengatasi tantangan emosional yang dirasakan.
Relaksasi: Pada dasarnya, kecemasan berasal dari rasa tegang dan khawatir yang berlebih, memikirkan secara berlebihan pada sesuatu yang belum terjadi dan ditakutkan jika hal tersebut terjadi. Sehingga ketika merasa tegang perlu ditenangkan hati dan pikirannya. Relaksasi yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu teknik pernapasan. Dengan menarik napas, ditahan sebentar, kemudian dihembuskan perlahan. Teknik pernapasan yang umum digunakan yaitu menggunakan metode 4-7-8, dimana 4 detik menarik napas, 7 detik menahan napas, dan 8 detik menghembuskan napas melalui mulut secara perlahan. Dilakukan secara berulang sampai hati dirasa sudah tenang.
Kegiatan berikutnya yaitu sesi supportive group therapy, berbincang-bincang antar ibu-ibu hamil tentang kecemasan yang dirasakan dan bagaimana mereka mengatasinya, sesi dimana saling berbagi keluh kesah dan pengalaman yang dirasakan dengan harapan bisa sedikit mengurangi rasa tegang dan cemas para ibu hamil serta memberi kesan bahwa mereka tidak sendiri.
