Film Sore: Istri dari Masa Depan, Refleksi Self-Improvement untuk Gen Z

Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Azizah Efpratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Film Sore: Istri dari Masa Depan mengajak penonton melihat hidup dari sudut pandang berbeda. Bukan hanya soal menjadi lebih baik, tapi juga bagaimana menghargai diri saat ini. Film ini bercerita tentang Jonathan, seorang fotografer yang awalnya hidup seenaknya hingga tiba-tiba dipertemukan dengan Sore, perempuan yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Kehadiran Sore membuat Jonathan meninjau ulang kebiasaan buruk dan cara ia menjalani hidup. Dari sini, film Indonesia ini menyodorkan pertanyaan mendasar, apakah perubahan diri hanya sebatas target yang harus dikejar, atau justru proses yang mesti dijalani dengan penuh kesadaran?
Seperti banyak Gen Z hari ini, Jonathan digambarkan terjebak dalam pola pikir “nanti akan lebih baik” tanpa benar-benar hadir di momen sekarang. Gen Z identik dengan ambisi untuk tumbuh, belajar, dan meraih sesuatu dengan cepat. namun di sisi lain, tak jarang mereka jatuh pada kelelahan dan perasaan tak pernah cukup. Melalui perjalanan Jonathan bersama Sore, film ini menunjukkan bahwa self-improvement memang penting, tetapi tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan apresiasi pada dirinya hari ini.
Visual film yang hangat dan tenang, lengkap dengan soundtrack yang dekat di hati penonton, menjadi sarana refleksi tersendiri. Alih-alih menjejali kita dengan motivasi yang keras, Sore justru hadir lembut sebagai pengingat penonton untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menyadari nilai dari momen yang sederhana. Seperti ritual kecil Jonathan yang perlahan berubah, mulai menjaga kesehatan hingga lebih peduli pada sekitar. film ini menekankan bahwa perubahan sejati lahir dari langkah-langkah kecil yang konsisten, bukan dari tekanan instan untuk menjadi sempurna.
Lebih dari sekadar kisah cinta dengan bumbu fiksi ilmiah, Sore: Istri dari Masa Depan menjadi refleksi tentang cara Gen Z memandang diri dan masa depannya. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh perbandingan, film ini menghadirkan pesan yang relevan yaitu kebahagiaan tidak hanya datang dari menjadi “lebih baik,” tetapi juga dari penerimaan dan kasih terhadap diri sendiri di masa kini. Dengan begitu, Sore bukan hanya film untuk dinikmati, melainkan juga ajakan untuk menyeimbangkan ambisi dengan apresiasi agar proses bertumbuh terasa lebih manusiawi.
