Pengorbanan Tanpa Batas Dari Kasih Seorang Ayah

Azka Bagas
Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, Penerbitan (Jurnalistik)
Konten dari Pengguna
12 Juni 2024 8:08 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Azka Bagas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Gambar Kasih Seorang Ayah Kepada Anaknya ( Sumber : https://pixabay.com/ )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gambar Kasih Seorang Ayah Kepada Anaknya ( Sumber : https://pixabay.com/ )
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seorang pemikul beban keluarga, sosoknya yang tidak kenal lelah untuk membahagiakan keluarganya yaitu ayah. Kerja kerasnya mencari nafkah siang dan malam bahkan tak jarang ia tak pulang kerumah karena tanggung jawabnya terhadap pekerjaan demi mengais rezeki untuk menghidupi keluarganya. Begitulah ayah tak kenal mengeluh demi kenyamanan keluarganya.
ADVERTISEMENT
Ayah dahulu seorang anak yang tumbuh tanpa sosok ayah. Madiun, Jawa Timur merupakan kota kecil tempat dibesarkannya ayahku. Dalam kehidupnya ayah selalu membantu ibunya berjualan pecel pincuk di pasar setiap pulang sekolah bahkan, tak hanya berjualan ayah juga membantu ibunya dalam melakukan pekerjaan rumah, seperti menimbah air untuk diisi di bak mandi, mengepel lantai, menyiram tanaman bahkan, saking rajin dan pekerja keras ayah nenek bercerita " ayahmu dulu saking rajinnya suka sekali bantu-bantu tetangga nyiram tanaman bahkan dia bersihin selokan dari ujung ke ujung'' ujar nenek dengan nada khas Jawanya. Meskipun lelah namun ayah tetap semangat dan tak kenal lelah dalam membantu. ayah adalah seorang yang tangguh dan pekerja keras selalu menanamkan nilai ini kepada anak-anaknya.
ADVERTISEMENT
Setiap langkah mimpi anak-anaknya ayah selalu mendukung kami tanpa kenal lelah baik secara mental maupun keuangan. Ayah selalu mengusahakan kebahagiaan keluarganya terutama anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi lagi darinya. Walaupun aku tahu bahwa beban pekerjaan yang ayah pikul tidak lah mudah namun, ia tidak pernah sedikitpun mengeluh. Aku tahu bahwa seorang pekerja lapangan bukanlah profesi yang mudah dan harus menguras emosi, tetapi ayahku selalu sabar dan tak kenal lelah.
Bangun pagi sampai pulang tengah malam untuk melakukan kewajiban sebagai ayah harus ia jalani untuk meghidupi istri dan anak-anaknya. Tak jarang dalam seminggu ayah hanya 2 sampai 3 kali dirumah karena tanggung jawab terhadap pekerjaanya, meskipun ayah saya tumbuh tanpa seorang ayah dan sibuk pada pekerjaanya namun ia tetap menjadi seorang ayah yang sempurna bagi saya. Ia selalu menyempatkan waktunya untuk anak-anaknya dengan membawa anak-anaknya jalan sore naik motor supra legend ayah, momen tersebut adalah salah satu peristiwa yang masih aku ingat sampai sekarang.
ADVERTISEMENT
Ayah selalu mendukung apa yang aku inginkan tetapi dengan catatan dengan hal-hal yang positif. Ayahku ingin anak-anaknya lebih sukses lagi dari diri nya terutama dalam hal pendidikan karena keinginan berkuliah ayahku dahulu harus di pendam karena keterbatasan biaya. Ayah merupakan orang yang bijaksana dan tak banyak menuntut, namun aku tahu ayah menaruh harapan kepada anak laki-laki tertua dikeluarga ini untuk mengenyam jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada suatu ketika aku di terima disalah satu politeknik negeri untuk pertama kalinya aku melihat senyum sumringah dan semangat diwajah penuh kerutanya, aku melihat binar kebahagiaan yang tersirat dari mata ayahku. Lalu ia berkata " alhamdullilah kamu fokus belajar dengan baik" ucap ayah sambil menatap mata saya.
ADVERTISEMENT
Jika ditanya siapa super hero paling favorit, jawabannya akan selalu ayah di posisi pertama. Bagi saya ayah merupakan seorang yang tahan banting dengan pengalaman hidup ayah mulai seorang anak dari sebuah kota kecil hingga merantau ke ibu kota. Belum lagi mental beliau yang selalu di ragukan oleh orang-orang dikampungnya dahulu bahwa seorang anak tukang pecel tidak mungkin bisa bekerja apalagi di ibu kota pada saat itu. Mental bajanya itu yang membuat saya kagum dengan ayah dan akan selalu menjadi panutan. Saya selalu merasa bangga sekaligus terharu atas perjuangan ayah, membuat saya selalu merasa terpacu untuk melanjutkan perjuangan ayah.
Tak terhitung banyaknya peran ayah dalam keberhasilan hidup anaknya. Tak hanya sebagai orang tua tetapi juga sebagai pelindung keluarga, pendukung, dan motivator bahkan peran yang paling vital sebagai penyedia kebutuhan keluarga. Saya berharap dapat membalas semua apa yang telah dikorbankan dengan membuatnya bahagia. Walaupun terkadang saya tidak sadar atas tindakan yang tidak mengenakan hati ayah namun ayah tidak pernah menunjukan kesedihannya di depan anaknya.
ADVERTISEMENT
Saat ini melihat ayah semakin bertambah tua dan bahkan badan sehatnya sudah tidak lagi seperti dulu, rambutnya yang hitam kini berganti memutih, menjadi saksi bisu perjalanan penuh liku. Ia menggengam tangan mungil anaknya dan membimbing langkah pertama anaknya, dan kini hanya dapat memberikan dorongan dan kekuatan doa. Dalam doa yang selalu dipanjatkan, ia selalu memohon satu hal agar anaknya bisa meraih kesuksesan yang diimpikan. Agar semua kerja kerasnya tidak sia-sia, meskipun tubuhnya mulai renta dan matanya mulai kabur, namun harapan dan cintanya tidak akan pernah pudar.
Saya merasa harus mengemban tanggung jawab yang ada. Saya ingin sekali membahagiakan ayah saya dan membalas budi, bahkan untuk sekedar balas budi saja saya yakin tidak akan bisa dengan apa yang telah ayah saya korbankan selama ini, namun saya akan terus berjuang untuk kebahagiaannya. Satu hal yang ingin saya katakan ke ayah yaitu terimakasih atas apa yang telah ayah korbankan dan saya akan melanjutkan mimpi-mimpi ayah yang tidak bisa dilakukanya saat dulu. Saya tidak tahu berapa banyak keringat bahkan darah yang keluar hanya untuk menghidupi anak- anaknya.
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, seorang ayah yang menua hanya ingin satu hal, melihat anaknya sukses, bahagia, dan mampu menjalani hidup dengan keberanian dan keiklhasan. Dan dengan setiap tarikan nafasnya. Ia akan selalu ada di setiap langkah anaknya.