Juang untuk Merealisasikan Impian

biographyy
Tulisan dari azka tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Polisi merupakan profesi impian banyak orang, salah satunya Feri Setiawan. Ia berhasil mewujudkan harapannya, lolos seleksi Bintara Polri dan dilantik dengan pangkat Bripda.
Tak semudah kelihatannya, dibalik seragam yang ia banggakan, tersimpan perjuangan yang menjadi memori dan saksi keseriusannya dalam menggapai cita-cita.
Pada mulanya, Feri merasa tidak percaya diri. Pesaing sebayanya sudah lebih dahulu mempersiapkan diri dengan mengikuti kursus seleksi Bintara Polri, sedangkan ia hanya belajar melalui video Youtube. Namun, hal itu tidak mematahkan semangat dan tekadnya untuk tetap menjalani tahapan seleksi.
Tahap demi tahap dilalui dengan peluh dan perjuangan. Feri berusaha untuk fokus dan banyak memanjatkan doa kepada Tuhan agar selalu dimudahkan. Feri tidak ingin mengecewakan orang tuanya, ia selalu mengingat pesan dari ibu, untuk bersekolah setinggi-tingginya.
Feri menerima dukungan dari keluarga dan teman-temannya. Tetapi, ia juga diremehkan oleh tetangganya ketika tahu ia mendaftar tes seleksi Bintara Polri.
“Kata mereka (tetangga), gak bakal bisa (lolos) kalo gak ada duit, bayarnya mahal,” ujar Feri. Menanggapi hal tersebut, ia hanya diam dan tidak menggubris, karena baginya itu hanya omong kosong orang lain dan ia lebih percaya pada kemampuan dirinya.
Tuhan mengabulkan doa dan harapan Feri, ia lolos tes seleksi Polri. Rasa bahagia dan sedih bercampur aduk dalam satu waktu. Tak menyangka dan yang mampu terucap hanya kata ‘Alhamdulillah’ dibarengi dengan tangis haru.
Dengan prestasinya, Feri berhasil membungkam orang-orang yang telah merendahkan dirinya. Ia mengungkap bahwa tidak ada biaya besar yang dikeluarkan selama tes seleksi Bintara Polri.
Feri menempuh pendidikan selama tujuh bulan lamanya. Kemudian ia dilantik menjadi polisi dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda). Setelah itu, terjun langsung ke lapangan untuk bekerja.
Kini, ia berprofesi menjadi seorang polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Jakarta Pusat. Ia juga tengah menempuh pendidikan di Universitas Terbuka, jurusan Hukum.
Di usia belia, Feri telah berhasil mewujudkan harapannya. Tidak ingin menyulitkan orang tua dengan biaya sekolah dan langsung mendapatkan pekerjaan seusai pendidikan.
Masih banyak harapan yang harus dijadikan kenyataan. Hidup tidak akan pernah mudah, ia akan terus menuntut usaha dan jerih payah. Sama halnya dengan cita-cita, tidak akan menjadi nyata tanpa ada pengorbanan dan perjuangan dari jiwa yang mendambakannya.
(Azka Nurfaiza Vania Putri/Politeknik Negeri Jakarta)
