Konten dari Pengguna

Edukasi: Pembudidaya Desa Tambaksari tentang Pentingnya Akuakultur Berkelanjutan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Faizul Akram tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tambaksari, Kendal – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program edukasi mengenai akuakultur berkelanjutan kepada kelompok pembudidaya ikan di Desa Tambaksari, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan budidaya yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan agar usaha budidaya dapat terus berlangsung dalam jangka panjang.

Penyampaian materi edukasi tentang prinsip-prinsip akuakultur berkelanjutan kepada kelompok pembudidaya ikan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai praktik budidaya yang produktif dan ramah lingkungan.
zoom-in-whitePerbesar
Penyampaian materi edukasi tentang prinsip-prinsip akuakultur berkelanjutan kepada kelompok pembudidaya ikan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai praktik budidaya yang produktif dan ramah lingkungan.

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menjelaskan konsep dasar akuakultur berkelanjutan beserta penerapannya pada budidaya tradisional. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya penggunaan benih yang berkualitas, pemberian pakan secara efisien, pengelolaan kualitas air, pengelolaan limbah budidaya, pemantauan kesehatan ikan, serta pencatatan sederhana sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha.

Sebagai bentuk pendekatan terhadap peserta, mahasiswa juga menyampaikan contoh kondisi di beberapa wilayah Pantai Utara (Pantura) yang mengalami penurunan kualitas lingkungan akibat pencemaran, sehingga aktivitas budidaya menjadi semakin sulit dilakukan. Contoh tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pembudidaya akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai aset utama dalam kegiatan budidaya.

Penyerahan leaflet edukasi kepada pembudidaya ikan sebagai bentuk tindak lanjut penyuluhan agar materi mengenai akuakultur berkelanjutan dapat dipelajari dan diterapkan dalam kegiatan budidaya sehari-hari.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi dan diskusi bersama pembudidaya. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait pengelolaan budidaya yang lebih baik sesuai dengan kondisi yang ada di Desa Tambaksari.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa juga menyerahkan leaflet edukasi kepada pihak BUMDes dan ketua kelompok pembudidaya agar materi dapat dipelajari kembali serta dibagikan kepada pembudidaya yang belum sempat mengikuti penyuluhan.

Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan pembudidaya mengenai penerapan prinsip-prinsip akuakultur berkelanjutan sehingga dapat mendorong terciptanya usaha budidaya yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan.