Konten dari Pengguna

Suara dari Sekolah: Bagaimana Seminar Anti-Pelecehan Membentuk Keberanian Siswa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Azliah Azzarah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Awalnya aku pikir itu cuma seminar biasa. Tapi sejak hari itu, aku jadi tahu bahwa aku berhak untuk berkata tidak, untuk melawan, dan untuk melapor."

—L, siswi kelas X di salah satu SMP negeri Kabupaten Pandeglang.

Itulah suara yang menggetarkan ruang kelas saat seminar pencegahan pelecehan seksual digelar pada awal Mei 2022. Acara ini digagas oleh guru Bimbingan Konseling (BK) bersama komunitas perlindungan perempuan dan anak, sebagai bentuk respon terhadap meningkatnya keresahan siswa tentang batasan dan perlindungan diri. Kekerasan seksual bukan hanya terjadi di tempat sepi, gelap, atau asing. Ia bisa terjadi di ruang kelas, di lorong sekolah, bahkan di dunia maya. Sayangnya, banyak siswa yang belum memiliki keberanian maupun pengetahuan untuk menyadari tanda-tandanya. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Pandeglang serta praktisi perlindungan anak Ibu Hj Elly Suhelianah Amkeb SKM Analisis Kebijakan Perlindungan anak Kab. Pandeglang, dengan pendekatan yang interaktif dan menggunakan bahasa yang ringan, mereka menjelaskan bahwa pelecehan bukan hanya menyentuh fisik, tapi juga ucapan, tatapan, dan tekanan psikologis.

Yang membuat seminar ini berkesan adalah sesi diskusi kelompok. Para siswa dibagi menjadi tim kecil dan diminta menceritakan pengalaman atau kasus yang pernah mereka dengar atau alami. “aku baru sadar, ternyata selama ini aku sering tidak nyaman dengan candaan teman cowok, tapi aku pikir itu biasa,” ujar N.

Di akhir seminar, siswa diminta menuliskan kesan dan pesan. Dari 56 peserta, 90% mengaku lebih berani menyuarakan ketidaknyamanan mereka, dan 75% ingin topik ini diangkat kembali dalam bentuk kelas diskusi berkala.

Foto diambil setelah kegiatan seminar berakhir

Seminar ini mungkin hanya berlangsung beberapa jam, namun bagi para siswa, dampaknya jauh lebih dalam. Mereka pulang dengan pengetahuan dan lebih penting keberanian yang baru.