Mengolah Kulit Buah Menjadi Eco Enzyme, Langkah Sederhana untuk Lingkungan
Tulisan dari Azzah Hanin Luthfi Aqilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak semua limbah harus berakhir di tempat sampah. Sebagian di antaranya justru dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah kulit buah yang dapat difermentasi menjadi eco enzyme, cairan serbaguna yang ramah lingkungan. Berangkat dari potensi tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Malang melalui program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) mengajak masyarakat Desa Karangrejo untuk mengenal sekaligus mempraktikkan pembuatan eco enzyme berbahan dasar kulit buah.
Kegiatan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Eco Enzyme Berbahan Dasar Kulit Buah diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik rumah tangga. Selain memperkenalkan manfaat eco enzyme, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari secara langsung tahapan pembuatannya sehingga dapat dipraktikkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan beberapa kali uji coba pembuatan eco enzyme. Proses tersebut tidak selalu berjalan sesuai rencana karena percobaan awal belum menghasilkan fermentasi yang optimal, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan pengulangan hingga diperoleh hasil yang sesuai. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi tim dalam menyampaikan proses pembuatan kepada masyarakat secara lebih tepat dan mudah dipahami.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh penjelasan mengenai bahan-bahan yang digunakan, manfaat eco enzyme, serta tahapan pembuatannya. Berbagai pertanyaan dan diskusi juga muncul mengenai lama proses fermentasi, cara penyimpanan, hingga pemanfaatan eco enzyme dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak melihat bahwa limbah kulit buah tidak selalu berakhir menjadi sampah. Dengan pengolahan yang sederhana, limbah organik dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus menjadi langkah kecil dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

