Konten dari Pengguna

Pendampingan UMKM, Menguatkan Potensi Usaha Lokal di Desa Karangrejo

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Azzah Hanin Luthfi Aqilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama mahasiswa UM BBM dan pelaku UMKM Sambal Pecel Bu Ning usai kegiatan pendampingan.
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama mahasiswa UM BBM dan pelaku UMKM Sambal Pecel Bu Ning usai kegiatan pendampingan.

Setiap usaha memiliki cerita dan tantangannya masing-masing. Di Desa Karangrejo, berbagai UMKM tumbuh dari kreativitas masyarakat dengan produk yang menjadi ciri khas desa. Namun, di tengah perkembangan usaha, pelaku UMKM juga dihadapkan pada kebutuhan untuk meningkatkan identitas produk, pemasaran, hingga pengelolaan usaha agar mampu bersaing di era digital.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Universitas Negeri Malang melakukan pendampingan pada tiga UMKM di Desa Karangrejo, yaitu Kiwid Kue milik Bapak Nanang yang dikenal dengan roti klemben jahe, Sambal Pecel Bu Ning, dan Toko Rejeki Ibu Suratemi.

Pendampingan dilakukan sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Mahasiswa membantu pelaku usaha dalam mengembangkan identitas usaha melalui pembuatan desain logo dan banner, sekaligus memberikan dukungan pada aspek promosi agar produk lebih mudah dikenal oleh masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga membantu penyusunan pembukuan sederhana sebagai langkah awal dalam pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertata.

Pemasangan banner sebagai upaya memperkuat identitas usaha di Toko Rejeki milik Ibu Suratemi.

Tidak hanya itu, mahasiswa turut mendampingi proses pendaftaran QRIS sebagai metode pembayaran digital. Pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha maupun konsumen serta mendukung UMKM agar lebih siap menghadapi perkembangan transaksi digital.

Selama proses pendampingan, para pelaku UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi. Diskusi mengenai pengembangan usaha berlangsung secara aktif, mulai dari identitas produk, strategi promosi, hingga pentingnya pencatatan keuangan dan pemanfaatan pembayaran digital. Pendampingan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung tantangan yang dihadapi pelaku usaha di tingkat desa.

Mahasiswa UM BBM berdiskusi dengan pemilik UMKM Kiwid Kue terkait pengembangan identitas usaha dan promosi produk.

Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan dukungan dalam pengembangan usaha, tetapi juga belajar bahwa kemajuan UMKM dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Penguatan identitas produk, pengelolaan usaha yang lebih tertata, serta pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menjadi bekal bagi UMKM Desa Karangrejo untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saingnya.