Mengenal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Perkembangan Psikomotorik

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia angkatan 2023.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Azzahra Nurazizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologis yang menjadi hasil dari proses pematangan fungsi dalam jangka waktu tertentu. Hal ini merupaakan bahwa pertumbuhan yaitu keadaan jasmani dalam bentuk proses aktif bersinambungan. Hasil pertumbuhan pada anak meliputi fisik anak seperti, berat badan, tinggi badan, dan kekebalan tubuh pada anak. Perkembangan adalah suatu tahapan pertumbuhan yang menuju arah lebih maju. Hal ini merupakan bahwa perkembangan meliputi pertumbuhan jasmin dan rohani seseorang menuju manusia yang lebih baik.
Perkembangan psikomotorik merupakan kemampuan yang digerakkan oleh motorik seperti, emosional. Dalam pendidikan, psikomotorik menjadi awal perkembangan pada anak. Psikomotorik merupakan hal yang penting dalam dunia pendidikan. Seorang melatih anak dapat melatih perkembangan psikomotoriknya dengan berinteraksi dengan banyak orang. Maka dari itu perlunya seorang guru selalu mendampingi siswanya dalam melakukan aktivitas di sekolah. Emosional seseorang akan menjadi lebih ter arah jika perkembangan psikomotorik sejak kecilnya di asah dengan baik. Kematangan psikomotorik bukan hanya karena garis keturunan, tetapi kemampuan psikomotorik itu dimiliki oleh semua individu. Semakin bertambah usia individu, semakin bertambah juga tingkat kematangan psikomotorik individu.
A. Teori Vygotsky
Teori ini membahas pembelajaran perkembangan kognitif, yaitu pembelajaran yang diberikan oleh guru harus sesuai dengan tingkat perkembangan anak, melakukan penggunaan pembelajaran kolaboratif. Teori ini juga menekankan pada interaksi sosial, kultural individu, dan individual sebagai kunci dan perkembangan manusia.
B. Teori Piaget
Menurut piaget, anak dilahirkan dengan skema sensorimotorik ganda yang memberikan kerangka interaksi awal mereka dengan lingkungan. Pengalaman awal seorang anakditentukan oleh skema sensorimotorik ini. Dengan kata lain, peristiwa-peristiwa yang dapat disesuaikan ke dalam suatu skema adalah satu-satunya peristiwa yang dapat ditanggapi oleh anak, dan karena itu peristiwa-peristiwa tersebut menentukan batas-batas pengalaman anak.
Fase Pertumbuhan dan Perkembangan
Masa sebelum lahir (Ptanatal), yaitu pada bayi berusia sembilan bulan dalam kandungan.
Masa bayi baru lahir (New Born), yaitu pada bayi baru lahir sampai dengan berusia lima belas hari.
Masa bayi (Baby Hood), yaitu sejak bayi usia dua minggu sampai dengan usia dua tahun.
Masa kanak-kanak awal (Early Childhood), yaitu sejak anak usia dua tahun sampai dengan usia enam tahun.
Masa kanak-kanak akhir (Later Childhood), yaitu dari anak usia enam tahun sampai dengan anak usia dua belas tahun.
Masa puber (Puberty), yaitu dari anak berusia dua belas tahun hingga berusia tujuh belas tahun.
Masa remaja (Adolesecence), yaitu saat individu matang organ-organnya.
