"Ngabab Maps", Inovasi Mahasiswa KKN FSTeM UB untuk Desa Ngabab

Mahasiswa Prodi Biologi - Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari AZZAHRO AMALIA BALQIS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya berhasil mengembangkan "Ngabab Maps", sebuah peta digital dan fisik Desa Ngabab yang bertujuan mendukung penyediaan informasi spasial yang akurat bagi masyarakat dan pemerintah desa.
Program ini dilaksanakan pada 22 Juni hingga 10 Juli 2026 sebagai bentuk penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) oleh 14 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya.
Program kerja yang dijalankan berupa pemetaan wilayah Desa Ngabab menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS) yang dipadukan dengan Google Maps, mencakup titik-titik penting seperti batas dusun, fasilitas umum, serta UMKM dan tempat wisata yang ada di sekitar desa. Kegiatan ini diawali dengan survei dan pengambilan titik koordinat langsung di lapangan, dilanjutkan dengan pengolahan data menjadi peta fisik yang dapat dilihat di sekitar balai desa.
Proses pemetaan dilakukan dengan terlebih dahulu berkoordinasi secara intensif bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Koordinasi dilakukan untuk memastikan data yang dihimpun akurat dan sesuai dengan kondisi lapangan. Pemerintah Desa Ngabab menyambut positif pembaruan peta karena sebelumnya desa hanya memiliki peta berbentuk sketsa sederhana dengan informasi yang terbatas.
Sebagai bentuk serah terima hasil "Ngabab Maps" yang diserahkan kepada Pemerintah Desa Ngabab dan ditempatkan di Balai Desa Ngabab agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun perangkat desa. Penyerahan dilakukan oleh 14 mahasiswa KKN Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya pada hari Selasa, 14 Juni 2026, didampingi oleh Bapak Dr. Drs. Agung Pramana Warih Marhendra, M.Si., selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN FSTeM UB 2026 Desa Ngabab, serta diterima secara langsung oleh perwakilan perangkat Desa Ngabab. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam mendukung penyediaan informasi spasial yang akurat dan bermanfaat bagi pembangunan desa.
Di samping itu, kehadiran peta digital ini juga menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan potensi lokal Desa Ngabab ke tingkat yang lebih luas. Dengan adanya visualisasi tata letak UMKM dan titik wisata desa yang jelas, para wisatawan maupun pihak eksternal dapat menemukan lokasi-lokasi strategis tersebut secara presisi. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat berbasis potensi lokal.
Inovasi peta yang diberi nama "Ngabab Maps" ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat, perangkat desa, maupun pihak luar dalam mengenali wilayah, mengakses fasilitas umum, serta mendukung perencanaan pembangunan desa secara terukur ke depan. Melalui "Ngabab Maps", diharapkan masyarakat, perangkat desa, dan pihak luar dapat mengakses informasi wilayah dengan lebih mudah sekaligus mendukung perencanaan pembangunan desa berbasis data. Program ini juga menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Selain memberikan dampak praktis bagi tata kelola wilayah, “Ngabab Maps” juga diharapkan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Anggota Tim KKN FSTeM UB Desa Ngabab 2026: Akbar Wahyu Bagaskara, Muhammad Ridlo Athoillah, Muhammad Akmal Amrullah, Haydar Dava Muyassa, Erlandi Aflah Firjatullah, Azzahro Amalia Balqis, Latisa Nabilah Rasya, Gracetia Evelyn Harmawan, Putri Nabila Oktariani, Zahra Nur Shabrina, Tengku Ghina Anindya Alvin, Stevani Aura Yedisa, Fatkhia Salwa Rahmania, dan Christel Debbie Wiguna.
